Keributan Diduga Libatkan Geng Motor di Tanjung Bunga, Pengendara Putar Balik

SulawesiPos.com – Keributan yang diduga melibatkan kelompok pengendara motor terjadi di kawasan Jalan Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 19.30 Wita.

Sejumlah pengendara memilih putar balik karena khawatir terjebak dalam keributan, sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat.

Belum ada keterangan resmi mengenai korban maupun orang yang diamankan.

Rekaman yang diunggah akun Makassar_iinfo memperlihatkan situasi jalan pada malam hari dari dalam kendaraan.

Mobil di depan tampak melaju perlahan, sementara perekam menyampaikan adanya gangguan di jalur yang dilalui.

Keterangan yang menyertai video menyebut sejumlah anak sedang berkumpul di depan tempat biliar sebelum diduga didatangi dan diserang sekelompok pengendara.

Kelompok tersebut disebut menggunakan sekitar lima sepeda motor, beberapa di antaranya berupa motor trail.

Tak lama kemudian diduga terjadi aksi saling balas. Warga dan pengendara yang melintas memilih menjauh karena khawatir ikut menjadi sasaran.

Sejumlah kendaraan kemudian memutar balik. Pergerakan tersebut membuat antrean kendaraan terbentuk beberapa meter di sekitar lokasi.

BACA JUGA:  Jalan Abdullah Daeng Sirua: Mengenal Pejuang dan Da’i Makassar di Balik Nama Jalan Abdesir

Namun, rekaman yang tersedia tidak memperlihatkan secara jelas awal keributan, bentuk penyerangan, senjata, identitas pihak yang terlibat, maupun kondisi korban.

Titik persis tempat biliar yang disebut dalam keterangan juga belum dapat dipastikan.

Karena itu, sebutan geng motor, jumlah kendaraan, dan kronologi penyerangan masih merupakan dugaan berdasarkan informasi warga yang diteruskan melalui unggahan media sosial.

Belum Ada Keterangan Resmi Polisi

Hingga Senin pagi, belum ditemukan keterangan Polrestabes Makassar atau polsek setempat yang secara khusus mengonfirmasi kejadian tersebut.

Belum diketahui pula apakah ada laporan polisi yang diajukan oleh pihak yang diduga diserang.

Kepolisian sebelumnya mengakui aktivitas kelompok bermotor menjadi salah satu gangguan keamanan yang meresahkan warga Makassar.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana membahas persoalan itu dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas di Kecamatan Tamalate pada Jumat (11/9/2026) dan meminta kerja sama warga untuk mencegahnya.

Polrestabes Makassar juga menggencarkan patroli malam pada sejumlah titik rawan, lokasi berkumpulnya anak muda, dan ruas jalan yang kerap dipakai untuk balap liar.

BACA JUGA:  Menjelang Diserahkan ke Jaksa, Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Rp84 Miliar di Makassar Menghilang

Wakapolrestabes Makassar AKBP Andi Erma Suryono sebelumnya meminta personel meningkatkan pengawasan untuk mencegah gangguan keamanan.

“Tetap laksanakan pemantauan wilayah dan patroli secara maksimal untuk mengantisipasi aksi geng motor yang menjadi sorotan masyarakat maupun tindak kriminal lainnya,” kata Andi Erma.

Masyarakat diminta menghubungi layanan kepolisian 110 apabila melihat potensi gangguan keamanan agar petugas dapat menindaklanjutinya.

Pengendara juga diimbau tidak mendekati lokasi keributan dan tidak mengambil tindakan sendiri terhadap orang yang baru dicurigai.

SulawesiPos.com – Keributan yang diduga melibatkan kelompok pengendara motor terjadi di kawasan Jalan Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 19.30 Wita.

Sejumlah pengendara memilih putar balik karena khawatir terjebak dalam keributan, sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat.

Belum ada keterangan resmi mengenai korban maupun orang yang diamankan.

Rekaman yang diunggah akun Makassar_iinfo memperlihatkan situasi jalan pada malam hari dari dalam kendaraan.

Mobil di depan tampak melaju perlahan, sementara perekam menyampaikan adanya gangguan di jalur yang dilalui.

Keterangan yang menyertai video menyebut sejumlah anak sedang berkumpul di depan tempat biliar sebelum diduga didatangi dan diserang sekelompok pengendara.

Kelompok tersebut disebut menggunakan sekitar lima sepeda motor, beberapa di antaranya berupa motor trail.

Tak lama kemudian diduga terjadi aksi saling balas. Warga dan pengendara yang melintas memilih menjauh karena khawatir ikut menjadi sasaran.

Sejumlah kendaraan kemudian memutar balik. Pergerakan tersebut membuat antrean kendaraan terbentuk beberapa meter di sekitar lokasi.

BACA JUGA:  Kabur Lompat ke Sungai, Residivis Pencurian Rumah di Maros Akhirnya Ditangkap di Pelabuhan Makassar

Namun, rekaman yang tersedia tidak memperlihatkan secara jelas awal keributan, bentuk penyerangan, senjata, identitas pihak yang terlibat, maupun kondisi korban.

Titik persis tempat biliar yang disebut dalam keterangan juga belum dapat dipastikan.

Karena itu, sebutan geng motor, jumlah kendaraan, dan kronologi penyerangan masih merupakan dugaan berdasarkan informasi warga yang diteruskan melalui unggahan media sosial.

Belum Ada Keterangan Resmi Polisi

Hingga Senin pagi, belum ditemukan keterangan Polrestabes Makassar atau polsek setempat yang secara khusus mengonfirmasi kejadian tersebut.

Belum diketahui pula apakah ada laporan polisi yang diajukan oleh pihak yang diduga diserang.

Kepolisian sebelumnya mengakui aktivitas kelompok bermotor menjadi salah satu gangguan keamanan yang meresahkan warga Makassar.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana membahas persoalan itu dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas di Kecamatan Tamalate pada Jumat (11/9/2026) dan meminta kerja sama warga untuk mencegahnya.

Polrestabes Makassar juga menggencarkan patroli malam pada sejumlah titik rawan, lokasi berkumpulnya anak muda, dan ruas jalan yang kerap dipakai untuk balap liar.

BACA JUGA:  Yatim Piatu dan Ingin Bersama Saudaranya, ABG di Makassar Rekayasa Kasus Penculikan

Wakapolrestabes Makassar AKBP Andi Erma Suryono sebelumnya meminta personel meningkatkan pengawasan untuk mencegah gangguan keamanan.

“Tetap laksanakan pemantauan wilayah dan patroli secara maksimal untuk mengantisipasi aksi geng motor yang menjadi sorotan masyarakat maupun tindak kriminal lainnya,” kata Andi Erma.

Masyarakat diminta menghubungi layanan kepolisian 110 apabila melihat potensi gangguan keamanan agar petugas dapat menindaklanjutinya.

Pengendara juga diimbau tidak mendekati lokasi keributan dan tidak mengambil tindakan sendiri terhadap orang yang baru dicurigai.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru