Bensin Subsidi Eceran di Makassar Tembus Rp125 Ribu per Jeriken

SulawesiPos.com – Bensin yang disebut bersubsidi dijual secara eceran seharga Rp32.000 per botol berukuran 1,5 liter di Jalan Veteran Selatan dan beberapa ruas jalan, Makassar, Minggu (13/9/2026) malam.

Temuan tersebut memperbarui fenomena penjualan BBM mahal di tingkat pengecer dan marketplace ketika pasokan di SPBU belum sepenuhnya normal serta antrean masih terjadi di sejumlah titik.

Harga Rp32.000 sudah termasuk botol, berdasarkan informasi yang diperoleh pengunggah di lokasi.

Jika isi dan volumenya sesuai keterangan, harganya setara sekitar Rp21.333 per liter.

Nilai itu lebih dari dua kali lipat harga resmi Pertalite di SPBU yang masih Rp10.000 per liter.

Namun, jenis dan volume cairan dalam botol pada rekaman belum diuji secara independen sehingga penyebutannya tetap mengikuti keterangan pengunggah sebagai bensin subsidi eceran.

Penawaran terbaru itu sedikit lebih rendah dibandingkan temuan sehari sebelumnya.

Pada Sabtu (12/9/2026), Pertalite 1,5 liter ditemukan dijual Rp30.000 hingga Rp35.000 melalui Facebook Marketplace, sedangkan layanan antar dalam salah satu iklan mencapai Rp40.000 per botol.

Penawaran lain di Makassar mencantumkan bensin botolan seharga Rp15.000 dan Rp17.000 tanpa informasi volume yang seragam.

Identitas penjual, asal BBM, isi botol, dan transaksi pada iklan daring tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

BACA JUGA:  Pesta Miras di Makassar Berujung Maut, Pria Tewas Ditikam Teman gegara Uang Kembalian

Pertamina: Kondisi Sulit Jangan Dimanfaatkan

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto menyayangkan penjualan BBM dengan harga tinggi di tengah kesulitan masyarakat.

“Kami menyayangkan hal ini. Kami berharap masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan tidak memanfaatkan kondisi yang terjadi untuk keuntungan pribadi,” kata Lilik, Sabtu (12/9/2026).

“Kalau dari kami tidak menyarankan hal demikian, lebih ke etika. Di saat kondisi begini malah dimanfaatkan,” ujarnya.

Sebagian warga tetap membeli BBM eceran karena tidak sanggup menunggu antrean selama beberapa jam.

Winda (44), warga Makassar, sebelumnya membeli 1,5 liter Pertalite seharga Rp35.000 setelah kesulitan memperoleh BBM di SPBU.

“Mau bagaimana lagi, siapa yang tahan antre sampai tiga jam?” kata Winda.

Seorang pedagang eceran yang namanya disamarkan menjadi Anna mengatakan kenaikan harga berkaitan dengan sulitnya memperoleh stok.

“Sudah begini harganya. Karena bisa dapat juga susah sekali,” ujarnya.

Rahma, warga Manggala, juga memilih membeli BBM eceran dengan harga lebih tinggi karena membutuhkan kendaraan dan tidak mempunyai waktu untuk mengantre berjam-jam.

“Saya tidak masalah beli lebih mahal daripada mengantre berjam-jam. Ini saja sulit bisa dapat,” kata Rahma.

Satgas Temukan Pengisian Berulang dan Tangki Modifikasi

Satgas Tertib BBM Sulawesi Selatan menemukan sejumlah dugaan pelanggaran dalam penyaluran BBM di Makassar.

BACA JUGA:  9 WNA Diamankan Imigrasi Makassar, Diduga Lakukan Fotografi Komersial Tak Sesuai Izin Tinggal

Temuan tersebut meliputi transaksi berulang dalam satu hari, tangki kendaraan yang dimodifikasi atau dibuat ganda, penggunaan beberapa kode batang, serta kode batang yang tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan.

Plt Kepala Dinas ESDM Sulsel Andi Kasman mengatakan pelanggaran dalam pengisian ikut memengaruhi antrean panjang di SPBU.

“Jadi ada beberapa jenis pelanggaran yang terjadi di SPBU terkait penyaluran BBM sehingga menimbulkan antrean panjang akhir-akhir ini,” kata Kasman.

Satgas juga menemukan pembelian dalam jumlah yang tidak sesuai dengan konsumsi normal kendaraan serta kekurangan operator nozzle di sejumlah SPBU.

Temuan kendaraan yang diduga melanggar akan diteruskan kepada aparat penegak hukum.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan Direktorat Reserse Kriminal Khusus masih menyelidiki dugaan penyalahgunaan dan penimbunan BBM maupun elpiji.

“Tentu kami tidak akan tinggal diam. Dari Ditreskrimsus Polda Sulsel tetap melaksanakan penyelidikan. Apakah ada mafia, atau tidak ada mafia nanti kita sampaikan kembali,” kata Didik.

Polda Sulsel belum mengumumkan penyelidikan khusus terhadap penjual di Jalan Veteran Selatan atau akun penjual Pertalite di marketplace.

Penawaran tersebut karena itu belum dapat langsung disimpulkan sebagai hasil penimbunan maupun tindak pidana.

BACA JUGA:  Kronologi Bayi Down Syndrome Dibuang dalam Kardus di Makassar, Ibu Ditangkap Saat Hendak ke Bone

Pasokan dan Layanan SPBU Diperkuat

Pertamina menyatakan stok BBM di Sulawesi Selatan aman dan distribusi terus berjalan.

Perusahaan mencatat konsumsi harian Solar subsidi pada Agustus meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei, lalu menambah penyaluran Solar dengan persentase yang sama dan Pertalite sebesar 7,6 persen.

Sebagian kapasitas pengisian Pertamax dialihkan menjadi Pertalite di 12 SPBU di Makassar, Gowa, dan Maros.

Pertamina juga mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam di Makassar, mengoptimalkan mobil tangki, dan menambah pasokan pada titik yang membutuhkan.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan permintaan maaf karena antrean mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami memahami antrean pengisian BBM menyita waktu dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan,” kata Kitty.

“Dengan lebih banyak titik pengisian Pertalite, kami berharap pelayanan dapat berjalan lebih cepat dan waktu tunggu masyarakat berkurang. Pelaksanaan penyesuaian ini terus kami evaluasi berdasarkan kebutuhan dan kondisi pelayanan di masing-masing SPBU,” lanjutnya.

Pemprov Sulsel juga meminta sistem ganjil-genap diterapkan untuk pengisian BBM bersubsidi pada 13–20 September.

Namun, pantauan pada hari pertama menunjukkan pelaksanaannya belum seragam di seluruh SPBU

SulawesiPos.com – Bensin yang disebut bersubsidi dijual secara eceran seharga Rp32.000 per botol berukuran 1,5 liter di Jalan Veteran Selatan dan beberapa ruas jalan, Makassar, Minggu (13/9/2026) malam.

Temuan tersebut memperbarui fenomena penjualan BBM mahal di tingkat pengecer dan marketplace ketika pasokan di SPBU belum sepenuhnya normal serta antrean masih terjadi di sejumlah titik.

Harga Rp32.000 sudah termasuk botol, berdasarkan informasi yang diperoleh pengunggah di lokasi.

Jika isi dan volumenya sesuai keterangan, harganya setara sekitar Rp21.333 per liter.

Nilai itu lebih dari dua kali lipat harga resmi Pertalite di SPBU yang masih Rp10.000 per liter.

Namun, jenis dan volume cairan dalam botol pada rekaman belum diuji secara independen sehingga penyebutannya tetap mengikuti keterangan pengunggah sebagai bensin subsidi eceran.

Penawaran terbaru itu sedikit lebih rendah dibandingkan temuan sehari sebelumnya.

Pada Sabtu (12/9/2026), Pertalite 1,5 liter ditemukan dijual Rp30.000 hingga Rp35.000 melalui Facebook Marketplace, sedangkan layanan antar dalam salah satu iklan mencapai Rp40.000 per botol.

Penawaran lain di Makassar mencantumkan bensin botolan seharga Rp15.000 dan Rp17.000 tanpa informasi volume yang seragam.

Identitas penjual, asal BBM, isi botol, dan transaksi pada iklan daring tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Hari Ini, Sabtu 15 Agustus 2026: Berawan, Waspada Angin Kencang

Pertamina: Kondisi Sulit Jangan Dimanfaatkan

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto menyayangkan penjualan BBM dengan harga tinggi di tengah kesulitan masyarakat.

“Kami menyayangkan hal ini. Kami berharap masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan tidak memanfaatkan kondisi yang terjadi untuk keuntungan pribadi,” kata Lilik, Sabtu (12/9/2026).

“Kalau dari kami tidak menyarankan hal demikian, lebih ke etika. Di saat kondisi begini malah dimanfaatkan,” ujarnya.

Sebagian warga tetap membeli BBM eceran karena tidak sanggup menunggu antrean selama beberapa jam.

Winda (44), warga Makassar, sebelumnya membeli 1,5 liter Pertalite seharga Rp35.000 setelah kesulitan memperoleh BBM di SPBU.

“Mau bagaimana lagi, siapa yang tahan antre sampai tiga jam?” kata Winda.

Seorang pedagang eceran yang namanya disamarkan menjadi Anna mengatakan kenaikan harga berkaitan dengan sulitnya memperoleh stok.

“Sudah begini harganya. Karena bisa dapat juga susah sekali,” ujarnya.

Rahma, warga Manggala, juga memilih membeli BBM eceran dengan harga lebih tinggi karena membutuhkan kendaraan dan tidak mempunyai waktu untuk mengantre berjam-jam.

“Saya tidak masalah beli lebih mahal daripada mengantre berjam-jam. Ini saja sulit bisa dapat,” kata Rahma.

Satgas Temukan Pengisian Berulang dan Tangki Modifikasi

Satgas Tertib BBM Sulawesi Selatan menemukan sejumlah dugaan pelanggaran dalam penyaluran BBM di Makassar.

BACA JUGA:  Pria di Makassar Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Diduga Akhiri Hidupnya Sendiri

Temuan tersebut meliputi transaksi berulang dalam satu hari, tangki kendaraan yang dimodifikasi atau dibuat ganda, penggunaan beberapa kode batang, serta kode batang yang tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan.

Plt Kepala Dinas ESDM Sulsel Andi Kasman mengatakan pelanggaran dalam pengisian ikut memengaruhi antrean panjang di SPBU.

“Jadi ada beberapa jenis pelanggaran yang terjadi di SPBU terkait penyaluran BBM sehingga menimbulkan antrean panjang akhir-akhir ini,” kata Kasman.

Satgas juga menemukan pembelian dalam jumlah yang tidak sesuai dengan konsumsi normal kendaraan serta kekurangan operator nozzle di sejumlah SPBU.

Temuan kendaraan yang diduga melanggar akan diteruskan kepada aparat penegak hukum.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan Direktorat Reserse Kriminal Khusus masih menyelidiki dugaan penyalahgunaan dan penimbunan BBM maupun elpiji.

“Tentu kami tidak akan tinggal diam. Dari Ditreskrimsus Polda Sulsel tetap melaksanakan penyelidikan. Apakah ada mafia, atau tidak ada mafia nanti kita sampaikan kembali,” kata Didik.

Polda Sulsel belum mengumumkan penyelidikan khusus terhadap penjual di Jalan Veteran Selatan atau akun penjual Pertalite di marketplace.

Penawaran tersebut karena itu belum dapat langsung disimpulkan sebagai hasil penimbunan maupun tindak pidana.

BACA JUGA:  Kronologi Bayi Down Syndrome Dibuang dalam Kardus di Makassar, Ibu Ditangkap Saat Hendak ke Bone

Pasokan dan Layanan SPBU Diperkuat

Pertamina menyatakan stok BBM di Sulawesi Selatan aman dan distribusi terus berjalan.

Perusahaan mencatat konsumsi harian Solar subsidi pada Agustus meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei, lalu menambah penyaluran Solar dengan persentase yang sama dan Pertalite sebesar 7,6 persen.

Sebagian kapasitas pengisian Pertamax dialihkan menjadi Pertalite di 12 SPBU di Makassar, Gowa, dan Maros.

Pertamina juga mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam di Makassar, mengoptimalkan mobil tangki, dan menambah pasokan pada titik yang membutuhkan.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan permintaan maaf karena antrean mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami memahami antrean pengisian BBM menyita waktu dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan,” kata Kitty.

“Dengan lebih banyak titik pengisian Pertalite, kami berharap pelayanan dapat berjalan lebih cepat dan waktu tunggu masyarakat berkurang. Pelaksanaan penyesuaian ini terus kami evaluasi berdasarkan kebutuhan dan kondisi pelayanan di masing-masing SPBU,” lanjutnya.

Pemprov Sulsel juga meminta sistem ganjil-genap diterapkan untuk pengisian BBM bersubsidi pada 13–20 September.

Namun, pantauan pada hari pertama menunjukkan pelaksanaannya belum seragam di seluruh SPBU

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru