Antrean BBM Makassar Mulai Terurai, BPH Migas Sebut Stok Pertalite Capai 1.300 KL per Hari

SulawesiPos.com — Antrean panjang BBM di sejumlah SPBU Makassar dan daerah lain di Sulawesi Selatan mulai terurai setelah dilakukan penambahan pasokan dan penguatan layanan. BPH Migas memastikan stok BBM subsidi maupun nonsubsidi tetap tersedia dan terkendali di tengah lonjakan konsumsi dalam sepekan terakhir.

Konsumsi Pertalite bahkan tercatat meningkat hingga sekitar 160 persen, dari kondisi normal sekitar 800 kiloliter (KL) per hari menjadi 1.300 KL per hari.

BPH Migas Pastikan Stok BBM Makassar Aman

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, PT Pertamina Patra Niaga, dan PT Pertamina Persero Kantor Pusat untuk mengevaluasi layanan penyaluran BBM, khususnya Pertalite dan Biosolar.

“Kami sudah melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, PT Pertamina Patra Niaga, dan PT Pertamina Persero Kantor Pusat untuk melakukan evaluasi terhadap layanan penyaluran BBM, khususnya Pertalite dan Biosolar, di Kota Makassar,” ujar Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di SPBU 74.902.32 Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Minggu.

Menurut Wahyudi, evaluasi dilakukan setelah fenomena antrean terjadi di sejumlah SPBU Kota Makassar dan daerah lainnya di Sulsel.

BACA JUGA:  Pertamina dan ESDM Tinjau Infrastruktur Energi di Makassar, Pasokan Sulsel Aman Jelang Lebaran

Sejak 7 September 2026, Pertamina disebut telah melakukan sejumlah perbaikan untuk mengatasi antrean kendaraan roda dua maupun roda empat.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat stok BBM di fuel Pertamina untuk kebutuhan beberapa hari ke depan. Saat ini, rata-rata pemakaian terendah berada pada kisaran delapan hingga 14 hari.

Pengiriman BBM melalui kapal juga dilakukan secara kontinu dan terjadwal. Pengiriman dari kilang di Tuban maupun Balikpapan dilakukan setiap dua sampai tiga hari.

“Nanti secara kontinu suplai akan dijaga dengan kapal, baik itu dari Tuban maupun dari Balikpapan, termasuk Biosolar. Kondisinya adalah normal, rata-rata stok yang tersimpan antara tujuh sampai dengan 12 hari. Semua terjaga dengan baik,” tuturnya kepada wartawan di sela meninjau SPBU setempat.

25 SPBU Makassar Beroperasi 24 Jam

Untuk mengurai antrean, jumlah SPBU di Makassar yang beroperasi selama 24 jam juga ditambah. Sebelumnya hanya terdapat 11 SPBU yang beroperasi 24 jam, kini jumlahnya menjadi 25 SPBU.

Ke-25 SPBU tersebut telah diperbarui noselnya, sekaligus mendapat penambahan operator untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA:  BBM Bersubsidi Langka di Makassar, Polda Sulsel Selidiki Dugaan Mafia dan Penimbunan

“Ada 25 titik ini telah dipilih untuk titik-titik yang antreannya lebih dominan. Untuk lainnya adalah berjalan normal, dan ini secara kontinu reguler kita lakukan evaluasi lagi,” tuturnya menekankan.

Selain 25 SPBU yang beroperasi 24 jam, Pertamina juga bekerja sama dengan 12 SPBU untuk menambah jumlah nozzle dan memperpanjang jam operasional melalui penambahan operator.

Di SPBU 74.902.32 Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, misalnya, jumlah operator sebelumnya delapan orang per sif atau 16 operator untuk dua sif. Jumlah tersebut kini ditambah menjadi 30 operator untuk tiga sif.

Konsumsi Pertalite Makassar Melonjak 160 Persen

Lonjakan permintaan BBM terlihat dari peningkatan konsumsi Pertalite. Wahyudi menyebut konsumsi Pertalite saat ini mencapai sekitar 1.300 KL per hari, dibandingkan kondisi normal yang berada di kisaran 800 KL per hari.

“Sekarang meningkat sampai 1.300 KL per hari. Dahsyat enggak? Berarti dahsyat, ini pispot kita lakukan. Jumlah mobil tangki juga sudah disiapkan secara bergantian, semula 83 mobil tangki ditambahkan 25 mobil tangki, sekarang beroperasi adalah 108 mobil tangki,” ucapnya menyebutkan.

BACA JUGA:  Antrean Mengular, Pengusaha SPBU di Sulsel Keluhkan Pengurangan Jatah BBM Subsidi

Penambahan pasokan tersebut juga dibarengi dengan peningkatan jumlah mobil tangki yang beroperasi. Dari sebelumnya 83 mobil tangki, kini jumlahnya bertambah menjadi 108 unit.

Antrean BBM di Makassar Mulai Landai

Wahyudi mengatakan intervensi berupa penambahan pasokan dan penguatan pelayanan mulai menunjukkan hasil. Sejumlah SPBU yang sebelumnya mengalami antrean panjang kini disebut sudah mulai terurai.

“Sehingga, bila dilihat kondisinya, sekitar SPBU yang tadinya indikasi antrean sekarang sudah banyak terurai dan cenderung landai antreannya setelah dilakukan intervensi dengan menambah pasokan.”

BPH Migas bersama pihak terkait akan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi penyaluran BBM di Makassar dan wilayah Sulsel untuk memastikan pasokan serta pelayanan tetap berjalan.

Excerpt:
BPH Migas memastikan stok BBM Makassar aman meski konsumsi Pertalite naik 160 persen. Antrean mulai terurai setelah pasokan dan layanan ditambah.

Tag:
BBM Makassar, antrean BBM Makassar, BPH Migas, Pertalite Makassar, Biosolar, stok BBM, SPBU Makassar, Pertamina, konsumsi Pertalite, BBM subsidi, BBM Sulsel

SulawesiPos.com — Antrean panjang BBM di sejumlah SPBU Makassar dan daerah lain di Sulawesi Selatan mulai terurai setelah dilakukan penambahan pasokan dan penguatan layanan. BPH Migas memastikan stok BBM subsidi maupun nonsubsidi tetap tersedia dan terkendali di tengah lonjakan konsumsi dalam sepekan terakhir.

Konsumsi Pertalite bahkan tercatat meningkat hingga sekitar 160 persen, dari kondisi normal sekitar 800 kiloliter (KL) per hari menjadi 1.300 KL per hari.

BPH Migas Pastikan Stok BBM Makassar Aman

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, PT Pertamina Patra Niaga, dan PT Pertamina Persero Kantor Pusat untuk mengevaluasi layanan penyaluran BBM, khususnya Pertalite dan Biosolar.

“Kami sudah melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, PT Pertamina Patra Niaga, dan PT Pertamina Persero Kantor Pusat untuk melakukan evaluasi terhadap layanan penyaluran BBM, khususnya Pertalite dan Biosolar, di Kota Makassar,” ujar Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di SPBU 74.902.32 Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Minggu.

Menurut Wahyudi, evaluasi dilakukan setelah fenomena antrean terjadi di sejumlah SPBU Kota Makassar dan daerah lainnya di Sulsel.

BACA JUGA:  Urai Antrean BBM, Ini Daftar 25 SPBU yang Buka 24 Jam di Makassar

Sejak 7 September 2026, Pertamina disebut telah melakukan sejumlah perbaikan untuk mengatasi antrean kendaraan roda dua maupun roda empat.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat stok BBM di fuel Pertamina untuk kebutuhan beberapa hari ke depan. Saat ini, rata-rata pemakaian terendah berada pada kisaran delapan hingga 14 hari.

Pengiriman BBM melalui kapal juga dilakukan secara kontinu dan terjadwal. Pengiriman dari kilang di Tuban maupun Balikpapan dilakukan setiap dua sampai tiga hari.

“Nanti secara kontinu suplai akan dijaga dengan kapal, baik itu dari Tuban maupun dari Balikpapan, termasuk Biosolar. Kondisinya adalah normal, rata-rata stok yang tersimpan antara tujuh sampai dengan 12 hari. Semua terjaga dengan baik,” tuturnya kepada wartawan di sela meninjau SPBU setempat.

25 SPBU Makassar Beroperasi 24 Jam

Untuk mengurai antrean, jumlah SPBU di Makassar yang beroperasi selama 24 jam juga ditambah. Sebelumnya hanya terdapat 11 SPBU yang beroperasi 24 jam, kini jumlahnya menjadi 25 SPBU.

Ke-25 SPBU tersebut telah diperbarui noselnya, sekaligus mendapat penambahan operator untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Pertamina Tambah Pasokan BBM di Sulsel Imbas Lonjakan Permintaan

“Ada 25 titik ini telah dipilih untuk titik-titik yang antreannya lebih dominan. Untuk lainnya adalah berjalan normal, dan ini secara kontinu reguler kita lakukan evaluasi lagi,” tuturnya menekankan.

Selain 25 SPBU yang beroperasi 24 jam, Pertamina juga bekerja sama dengan 12 SPBU untuk menambah jumlah nozzle dan memperpanjang jam operasional melalui penambahan operator.

Di SPBU 74.902.32 Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, misalnya, jumlah operator sebelumnya delapan orang per sif atau 16 operator untuk dua sif. Jumlah tersebut kini ditambah menjadi 30 operator untuk tiga sif.

Konsumsi Pertalite Makassar Melonjak 160 Persen

Lonjakan permintaan BBM terlihat dari peningkatan konsumsi Pertalite. Wahyudi menyebut konsumsi Pertalite saat ini mencapai sekitar 1.300 KL per hari, dibandingkan kondisi normal yang berada di kisaran 800 KL per hari.

“Sekarang meningkat sampai 1.300 KL per hari. Dahsyat enggak? Berarti dahsyat, ini pispot kita lakukan. Jumlah mobil tangki juga sudah disiapkan secara bergantian, semula 83 mobil tangki ditambahkan 25 mobil tangki, sekarang beroperasi adalah 108 mobil tangki,” ucapnya menyebutkan.

BACA JUGA:  BBM Bersubsidi Langka di Makassar, Polda Sulsel Selidiki Dugaan Mafia dan Penimbunan

Penambahan pasokan tersebut juga dibarengi dengan peningkatan jumlah mobil tangki yang beroperasi. Dari sebelumnya 83 mobil tangki, kini jumlahnya bertambah menjadi 108 unit.

Antrean BBM di Makassar Mulai Landai

Wahyudi mengatakan intervensi berupa penambahan pasokan dan penguatan pelayanan mulai menunjukkan hasil. Sejumlah SPBU yang sebelumnya mengalami antrean panjang kini disebut sudah mulai terurai.

“Sehingga, bila dilihat kondisinya, sekitar SPBU yang tadinya indikasi antrean sekarang sudah banyak terurai dan cenderung landai antreannya setelah dilakukan intervensi dengan menambah pasokan.”

BPH Migas bersama pihak terkait akan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi penyaluran BBM di Makassar dan wilayah Sulsel untuk memastikan pasokan serta pelayanan tetap berjalan.

Excerpt:
BPH Migas memastikan stok BBM Makassar aman meski konsumsi Pertalite naik 160 persen. Antrean mulai terurai setelah pasokan dan layanan ditambah.

Tag:
BBM Makassar, antrean BBM Makassar, BPH Migas, Pertalite Makassar, Biosolar, stok BBM, SPBU Makassar, Pertamina, konsumsi Pertalite, BBM subsidi, BBM Sulsel

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru