BBM Bersubsidi Langka di Makassar, Polda Sulsel Selidiki Dugaan Mafia dan Penimbunan

SulawesiPos.com — Antrean panjang kendaraan dan sejumlah SPBU yang kehabisan pasokan BBM di Makassar mendapat perhatian Polda Sulawesi Selatan.

Kepolisian kini mendalami kemungkinan adanya penyalahgunaan hingga praktik penimbunan BBM bersubsidi dan elpiji di tengah keluhan masyarakat terkait keterbatasan pasokan.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan pihaknya melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kondisi tersebut.

“Tentu kami tidak akan tinggal diam. Dari Ditreskrimsus Polda Sulsel tetap melaksanakan penyelidikan. Apakah ada mafia, atau tidak ada mafia nanti kita sampaikan kembali,” tuturnya kepada wartawan di Makassar baru-baru ini.

Penyelidikan tersebut dilakukan menyusul fenomena kekurangan ketersediaan BBM bersubsidi maupun elpiji yang dirasakan masyarakat.

Polisi ingin memastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan praktik penyalahgunaan distribusi atau faktor lainnya.

Antrean Panjang hingga SPBU Tutup

Kondisi antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Makassar, Selasa.

Salah satunya terjadi di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, dengan antrean kendaraan bahkan memanjang hingga memasuki wilayah Kabupaten Maros.

BACA JUGA:  Timbun BBM Subsidi di Bulukumba Belum Berujung Tersangka, Polisi: Jangan Khawatir

Di tengah antrean tersebut, terdapat pula SPBU yang tidak beroperasi karena tidak memiliki pasokan BBM.

SPBU di samping Kodam XIV Hasanuddin dilaporkan tutup karena tidak mendapatkan pasokan BBM.

Sementara SPBU di Jalan Pajaiyyang juga tutup setelah stok Pertalite dan Pertamax habis dan masih menunggu pengiriman.

Situasi tersebut membuat kepolisian memberi perhatian khusus terhadap kemungkinan adanya pihak yang memanfaatkan kondisi keterbatasan BBM untuk melakukan pelanggaran.

Polda Sulsel menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak yang terbukti melakukan penyalahgunaan maupun penimbunan BBM dan elpiji.

Untuk merespons kondisi tersebut, kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina dan para pemilik SPBU.

Sementara itu, sebelumnya PT Pertamina Patra Niaga Region Sulawesi menyatakan pasokan BBM di wilayahnya dalam kondisi aman.

Meski demikian, pengawasan dari berbagai pihak tetap diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh pihak tertentu.

SulawesiPos.com — Antrean panjang kendaraan dan sejumlah SPBU yang kehabisan pasokan BBM di Makassar mendapat perhatian Polda Sulawesi Selatan.

Kepolisian kini mendalami kemungkinan adanya penyalahgunaan hingga praktik penimbunan BBM bersubsidi dan elpiji di tengah keluhan masyarakat terkait keterbatasan pasokan.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan pihaknya melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kondisi tersebut.

“Tentu kami tidak akan tinggal diam. Dari Ditreskrimsus Polda Sulsel tetap melaksanakan penyelidikan. Apakah ada mafia, atau tidak ada mafia nanti kita sampaikan kembali,” tuturnya kepada wartawan di Makassar baru-baru ini.

Penyelidikan tersebut dilakukan menyusul fenomena kekurangan ketersediaan BBM bersubsidi maupun elpiji yang dirasakan masyarakat.

Polisi ingin memastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan praktik penyalahgunaan distribusi atau faktor lainnya.

Antrean Panjang hingga SPBU Tutup

Kondisi antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Makassar, Selasa.

Salah satunya terjadi di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, dengan antrean kendaraan bahkan memanjang hingga memasuki wilayah Kabupaten Maros.

BACA JUGA:  Antrean BBM Mengular hingga 500 Meter, Polda Sulsel Bidik Dugaan Mafia Distribusi

Di tengah antrean tersebut, terdapat pula SPBU yang tidak beroperasi karena tidak memiliki pasokan BBM.

SPBU di samping Kodam XIV Hasanuddin dilaporkan tutup karena tidak mendapatkan pasokan BBM.

Sementara SPBU di Jalan Pajaiyyang juga tutup setelah stok Pertalite dan Pertamax habis dan masih menunggu pengiriman.

Situasi tersebut membuat kepolisian memberi perhatian khusus terhadap kemungkinan adanya pihak yang memanfaatkan kondisi keterbatasan BBM untuk melakukan pelanggaran.

Polda Sulsel menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak yang terbukti melakukan penyalahgunaan maupun penimbunan BBM dan elpiji.

Untuk merespons kondisi tersebut, kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina dan para pemilik SPBU.

Sementara itu, sebelumnya PT Pertamina Patra Niaga Region Sulawesi menyatakan pasokan BBM di wilayahnya dalam kondisi aman.

Meski demikian, pengawasan dari berbagai pihak tetap diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh pihak tertentu.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru