Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Penjelasan dan Zona yang Ada di Indonesia

SulawesiPos.com — Indonesia menghadapi ancaman gempa megathrust di 14 segmen zona. Lantas, apa itu gempa megathrust?

Gempa megathrust menjadi salah satu gempa yang sempat muncul menjadi perbincangan di media sosial karena disebut berpotensi mengancam Pulau Jawa.

Istilah megathrust berkaitan dengan zona pertemuan lempeng bumi yang dapat menjadi sumber gempa berkekuatan besar.

Indonesia sendiri memiliki sejumlah zona megathrust yang perlu dipahami sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Apa Itu Gempa Megathrust?

Dilansir dari buku Bertahan Hidup dari Gempa Bumi di Indonesia: Panduan Visual Lengkap oleh Faramarz Kowsari, megathrust merupakan bidang pertemuan lempeng pada zona subduksi yang berpotensi menghasilkan gempa besar ketika terjadi pelepasan energi yang terkumpul.

Peta dalam buku tersebut menunjukkan zona subduksi yang membentang di sepanjang Busur Sunda, mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara.

Lokasi sumber gempa tidak selalu sama dengan lokasi yang mengalami dampak paling berat karena tingkat risiko juga dipengaruhi kondisi tanah, bangunan, kepadatan penduduk, dan kesiapsiagaan.

Penampang antarmuka lempeng pada zona subduksi memperlihatkan Lempeng Indo-Australia bergerak menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Pergerakan tersebut dapat menyebabkan penumpukan energi pada bidang kontak antarlempeng.

Ketika energi yang terkumpul dilepaskan, dapat terjadi gempa bumi yang berpotensi memicu tsunami, terutama jika gempa besar terjadi di laut dan menyebabkan perubahan pada dasar laut.

Infografis tersebut juga menegaskan bahwa bahaya megathrust bukan merupakan prediksi tanggal terjadinya gempa, melainkan gambaran mengenai potensi risiko yang perlu diantisipasi melalui kesiapsiagaan dan mitigasi.

BACA JUGA:  Gempa Megathrust Mengelilingi Indonesia, Ini 14 Zona yang Berpotensi Picu Gempa Besar

Apa Arti Megathrust?

Gempa megathrust merupakan gempa bumi yang berasal dari zona megathrust. Istilah tersebut terdiri dari kata “Mega” yang berarti besar dan “Thrust” yang berarti sesar sungkup.

Zona megathrust berada di perbatasan pertemuan continental crust atau kerak benua dan oceanic crust atau kerak samudra.

Dilansir dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempabumi Indonesia Tahun 2017, berdasarkan hasil kajian para pakar gempa bumi, zona tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang menunjam masuk ke bawah Pulau Jawa disebut sebagai zona megathrust.

Gempa bumi pada lajur atau zona megathrust disebut juga gempa bumi interplate.

Zona megathrust merupakan istilah untuk menyebut sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal.

Lempeng samudra yang menunjam ke bawah lempeng benua membentuk medan tegangan atau stress pada bidang kontak antarlempeng yang kemudian dapat bergeser secara tiba-tiba dan memicu gempa.

Ketika terjadi gempa, bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra dapat terdorong naik atau thrusting. Gempa berskala besar yang terjadi di laut kemudian dapat memicu tsunami.

Mengapa Indonesia Memiliki Zona Megathrust?

Secara umum, zona sumber kejadian gempa bumi di Indonesia berdasarkan mekanisme fisik dapat dibagi menjadi tiga. Salah satunya adalah zona subduksi, yaitu zona kejadian gempa bumi yang berada di sekitar pertemuan antarlempeng.

BACA JUGA:  Gempa Megathrust Mengelilingi Indonesia, Ini 14 Zona yang Berpotensi Picu Gempa Besar

Jalur subduksi lempeng umumnya sangat panjang dengan kedalaman dangkal dan mencakup bidang kontak antarlempeng.

Dalam perkembangannya, zona subduksi diasumsikan sebagai “patahan naik yang besar” yang disebut sebagai Zona Megathrust.

Zona megathrust bukanlah fenomena baru. Di Indonesia, zona sumber gempa tersebut telah ada sejak jutaan tahun lalu ketika rangkaian busur kepulauan Indonesia terbentuk.

Zona megathrust berada di sejumlah zona subduksi aktif, seperti:

  • Subduksi Sunda mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba.
  • Subduksi Banda.
  • Subduksi Lempeng Laut Maluku.
  • Subduksi Sulawesi.
  • Subduksi Lempeng Laut Filipina.
  • Subduksi Utara Papua.

14 Zona Gempa Megathrust di Indonesia

Indonesia dikelilingi sejumlah sumber gempa besar yang perlu menjadi perhatian dalam upaya mitigasi bencana.

Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, terdapat 14 zona megathrust yang berpotensi berdampak terhadap wilayah Indonesia.

Sebanyak 11 zona berada di wilayah Indonesia, sedangkan tiga lainnya berada di Filipina tetapi tetap diperhitungkan karena aktivitas seismiknya berpotensi memberikan dampak ke Indonesia.

Berikut daftar 14 zona megathrust berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 beserta potensi magnitudo maksimumnya:

  1. Megathrust Aceh-Andaman – M9,2
  2. Megathrust Nias-Simeulue – M8,7
  3. Megathrust Batu – M7,8
  4. Megathrust Mentawai-Siberut – M8,9
  5. Megathrust Mentawai-Pagai – M8,9
  6. Megathrust Enggano – M8,9
  7. Megathrust Jawa – M9,1
  8. Megathrust Jawa bagian barat – M8,9
  9. Megathrust Jawa bagian timur – M8,9
  10. Megathrust Sumba – M8,9
  11. Megathrust Sulawesi Utara – M8,5
  12. Megathrust Palung Cotabato – M8,3
  13. Megathrust Filipina Selatan – M8,2
  14. Megathrust Filipina Tengah – M8,1
  15. Megathrust Selatan Jawa
BACA JUGA:  Gempa Megathrust Mengelilingi Indonesia, Ini 14 Zona yang Berpotensi Picu Gempa Besar

Salah satu zona yang menjadi perhatian adalah Megathrust Selatan Jawa.

Di Samudra Hindia Selatan Jawa terdapat tiga segmentasi megathrust, yakni Segmen Jawa Timur, Segmen Jawa Tengah-Jawa Barat, dan Segmen Banten-Selat Sunda.

Ketiga segmen megathrust tersebut memiliki magnitudo tertarget M8,7.

Namun, apabila skenario model dibuat dengan asumsi dua segmen megathrust “bergerak” secara simultan, magnitudo gempa yang dihasilkan dapat lebih besar dari 8,7.

Catatan sejarah menunjukkan zona megathrust Selatan Jawa telah beberapa kali mengalami aktivitas gempa besar (major earthquake) dan dahsyat (great earthquake) sejak 1700.

Gempa besar dengan magnitudo antara 7,0 dan 7,9 tercatat sebanyak delapan kali, yaitu:

  • 1903 (M7,9)
  • 1921 (M7,5)
  • 1937 (M7,2)
  • 1981 (M7,0)
  • 1994 (M7,6)
  • 2006 (M7,8)
  • 2009 (M7,3)

Sementara itu, gempa dahsyat dengan magnitudo 8,0 atau lebih besar tercatat tiga kali, yakni:

  • 1780 (M8,5)
  • 1859 (M8,5)
  • 1943 (M8,1)

Dengan demikian, pembahasan mengenai apa itu gempa megathrust tidak berarti gempa besar akan terjadi pada waktu tertentu. Informasi mengenai zona megathrust lebih penting dipahami sebagai pengetahuan tentang potensi sumber gempa agar masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

SulawesiPos.com — Indonesia menghadapi ancaman gempa megathrust di 14 segmen zona. Lantas, apa itu gempa megathrust?

Gempa megathrust menjadi salah satu gempa yang sempat muncul menjadi perbincangan di media sosial karena disebut berpotensi mengancam Pulau Jawa.

Istilah megathrust berkaitan dengan zona pertemuan lempeng bumi yang dapat menjadi sumber gempa berkekuatan besar.

Indonesia sendiri memiliki sejumlah zona megathrust yang perlu dipahami sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Apa Itu Gempa Megathrust?

Dilansir dari buku Bertahan Hidup dari Gempa Bumi di Indonesia: Panduan Visual Lengkap oleh Faramarz Kowsari, megathrust merupakan bidang pertemuan lempeng pada zona subduksi yang berpotensi menghasilkan gempa besar ketika terjadi pelepasan energi yang terkumpul.

Peta dalam buku tersebut menunjukkan zona subduksi yang membentang di sepanjang Busur Sunda, mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara.

Lokasi sumber gempa tidak selalu sama dengan lokasi yang mengalami dampak paling berat karena tingkat risiko juga dipengaruhi kondisi tanah, bangunan, kepadatan penduduk, dan kesiapsiagaan.

Penampang antarmuka lempeng pada zona subduksi memperlihatkan Lempeng Indo-Australia bergerak menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Pergerakan tersebut dapat menyebabkan penumpukan energi pada bidang kontak antarlempeng.

Ketika energi yang terkumpul dilepaskan, dapat terjadi gempa bumi yang berpotensi memicu tsunami, terutama jika gempa besar terjadi di laut dan menyebabkan perubahan pada dasar laut.

Infografis tersebut juga menegaskan bahwa bahaya megathrust bukan merupakan prediksi tanggal terjadinya gempa, melainkan gambaran mengenai potensi risiko yang perlu diantisipasi melalui kesiapsiagaan dan mitigasi.

BACA JUGA:  Gempa Megathrust Mengelilingi Indonesia, Ini 14 Zona yang Berpotensi Picu Gempa Besar

Apa Arti Megathrust?

Gempa megathrust merupakan gempa bumi yang berasal dari zona megathrust. Istilah tersebut terdiri dari kata “Mega” yang berarti besar dan “Thrust” yang berarti sesar sungkup.

Zona megathrust berada di perbatasan pertemuan continental crust atau kerak benua dan oceanic crust atau kerak samudra.

Dilansir dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempabumi Indonesia Tahun 2017, berdasarkan hasil kajian para pakar gempa bumi, zona tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang menunjam masuk ke bawah Pulau Jawa disebut sebagai zona megathrust.

Gempa bumi pada lajur atau zona megathrust disebut juga gempa bumi interplate.

Zona megathrust merupakan istilah untuk menyebut sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal.

Lempeng samudra yang menunjam ke bawah lempeng benua membentuk medan tegangan atau stress pada bidang kontak antarlempeng yang kemudian dapat bergeser secara tiba-tiba dan memicu gempa.

Ketika terjadi gempa, bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra dapat terdorong naik atau thrusting. Gempa berskala besar yang terjadi di laut kemudian dapat memicu tsunami.

Mengapa Indonesia Memiliki Zona Megathrust?

Secara umum, zona sumber kejadian gempa bumi di Indonesia berdasarkan mekanisme fisik dapat dibagi menjadi tiga. Salah satunya adalah zona subduksi, yaitu zona kejadian gempa bumi yang berada di sekitar pertemuan antarlempeng.

BACA JUGA:  Gempa Megathrust Mengelilingi Indonesia, Ini 14 Zona yang Berpotensi Picu Gempa Besar

Jalur subduksi lempeng umumnya sangat panjang dengan kedalaman dangkal dan mencakup bidang kontak antarlempeng.

Dalam perkembangannya, zona subduksi diasumsikan sebagai “patahan naik yang besar” yang disebut sebagai Zona Megathrust.

Zona megathrust bukanlah fenomena baru. Di Indonesia, zona sumber gempa tersebut telah ada sejak jutaan tahun lalu ketika rangkaian busur kepulauan Indonesia terbentuk.

Zona megathrust berada di sejumlah zona subduksi aktif, seperti:

  • Subduksi Sunda mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba.
  • Subduksi Banda.
  • Subduksi Lempeng Laut Maluku.
  • Subduksi Sulawesi.
  • Subduksi Lempeng Laut Filipina.
  • Subduksi Utara Papua.

14 Zona Gempa Megathrust di Indonesia

Indonesia dikelilingi sejumlah sumber gempa besar yang perlu menjadi perhatian dalam upaya mitigasi bencana.

Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, terdapat 14 zona megathrust yang berpotensi berdampak terhadap wilayah Indonesia.

Sebanyak 11 zona berada di wilayah Indonesia, sedangkan tiga lainnya berada di Filipina tetapi tetap diperhitungkan karena aktivitas seismiknya berpotensi memberikan dampak ke Indonesia.

Berikut daftar 14 zona megathrust berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 beserta potensi magnitudo maksimumnya:

  1. Megathrust Aceh-Andaman – M9,2
  2. Megathrust Nias-Simeulue – M8,7
  3. Megathrust Batu – M7,8
  4. Megathrust Mentawai-Siberut – M8,9
  5. Megathrust Mentawai-Pagai – M8,9
  6. Megathrust Enggano – M8,9
  7. Megathrust Jawa – M9,1
  8. Megathrust Jawa bagian barat – M8,9
  9. Megathrust Jawa bagian timur – M8,9
  10. Megathrust Sumba – M8,9
  11. Megathrust Sulawesi Utara – M8,5
  12. Megathrust Palung Cotabato – M8,3
  13. Megathrust Filipina Selatan – M8,2
  14. Megathrust Filipina Tengah – M8,1
  15. Megathrust Selatan Jawa
BACA JUGA:  Gempa Megathrust Mengelilingi Indonesia, Ini 14 Zona yang Berpotensi Picu Gempa Besar

Salah satu zona yang menjadi perhatian adalah Megathrust Selatan Jawa.

Di Samudra Hindia Selatan Jawa terdapat tiga segmentasi megathrust, yakni Segmen Jawa Timur, Segmen Jawa Tengah-Jawa Barat, dan Segmen Banten-Selat Sunda.

Ketiga segmen megathrust tersebut memiliki magnitudo tertarget M8,7.

Namun, apabila skenario model dibuat dengan asumsi dua segmen megathrust “bergerak” secara simultan, magnitudo gempa yang dihasilkan dapat lebih besar dari 8,7.

Catatan sejarah menunjukkan zona megathrust Selatan Jawa telah beberapa kali mengalami aktivitas gempa besar (major earthquake) dan dahsyat (great earthquake) sejak 1700.

Gempa besar dengan magnitudo antara 7,0 dan 7,9 tercatat sebanyak delapan kali, yaitu:

  • 1903 (M7,9)
  • 1921 (M7,5)
  • 1937 (M7,2)
  • 1981 (M7,0)
  • 1994 (M7,6)
  • 2006 (M7,8)
  • 2009 (M7,3)

Sementara itu, gempa dahsyat dengan magnitudo 8,0 atau lebih besar tercatat tiga kali, yakni:

  • 1780 (M8,5)
  • 1859 (M8,5)
  • 1943 (M8,1)

Dengan demikian, pembahasan mengenai apa itu gempa megathrust tidak berarti gempa besar akan terjadi pada waktu tertentu. Informasi mengenai zona megathrust lebih penting dipahami sebagai pengetahuan tentang potensi sumber gempa agar masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru