SulawesiPos.com – Di tengah puing-puing rumah yang hangus terbakar, warga Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, masih berusaha menata kembali hidup mereka.
Malam yang biasanya menjadi waktu untuk beristirahat, berubah menjadi malam penuh kecemasan. Sebanyak 13 kepala keluarga terdampak kebakaran yang terjadi pada Sabtu (12/9/2026).
Sebagian kehilangan rumah dan harta benda, sementara satu warga, Hasan (40), meninggal dunia dalam musibah tersebut.
Sehari setelah api dipadamkan, suasana di lokasi belum sepenuhnya pulih. Asap masih mengepul dari sejumlah puing bangunan. Tanah dan sisa material bangunan pun masih terasa panas.
Di tengah kondisi itu, personel Satuan Samapta Polres Bone datang membawa perlengkapan yang sangat dibutuhkan warga: tenda darurat sebagai tempat berlindung sementara.
Delapan personel Sat Samapta Polres Bone turun langsung mendirikan satu unit tenda berukuran 5×6 meter di lokasi terdampak, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.00 Wita. Para personel bergotong royong memasang rangka hingga tenda berdiri dan bisa digunakan oleh warga.
Tenda itu mungkin sederhana. Namun bagi warga yang rumahnya telah rata dengan tanah, keberadaannya menjadi tempat untuk berteduh, beristirahat, sekaligus berkumpul setelah kehilangan tempat tinggal.
Kasat Samapta Polres Bone AKP Safiruddin, S.M mengatakan, kebakaran tersebut mengakibatkan 10 rumah terbakar habis, sementara tiga rumah lainnya mengalami kerusakan.
“Total terdapat 13 Kepala Keluarga yang terdampak kejadian ini, terdiri dari 10 KK yang rumahnya terbakar habis dan 3 KK yang rumahnya mengalami kerusakan,” ujarnya.
Sekitar 52 jiwa kini membutuhkan perlindungan dan tempat tinggal sementara.
Mereka bertahan di sekitar lokasi dengan barang-barang yang masih sempat diselamatkan dari kobaran api.
Di antara warga terdampak terdapat Salma, Ruddin, Kaya, Mamma Saide, Hasna, Latuo, Juma, Hj. Tiha, Pattawe, serta sejumlah warga lainnya.
Kehadiran personel kepolisian bukan sekadar mendirikan tenda. Mereka juga memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan tertib, sekaligus menjadi bagian dari upaya membantu warga melewati masa sulit pascakebakaran.
“Kegiatan pemasangan tenda ini merupakan bentuk kehadiran, kepedulian, dan pelayanan Polri kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah,” kata AKP Safiruddin.
Bagi warga Sanrangeng, musibah ini meninggalkan luka yang tidak kecil. Rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berlindung kini hanya menyisakan puing.
Namun di antara reruntuhan itu, bantuan mulai berdatangan.
Satu per satu tangan terulur. Dari pemerintah, kepolisian, hingga masyarakat. Semua bergerak agar warga yang kehilangan rumah tidak merasa menghadapi musibah ini seorang diri.
Polres Bone memastikan kegiatan di lokasi berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. (kar)

