Babak Baru Kasus Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong, Satreskrim Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Pekan Depan

SulawesiPos.com – Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang menyeret nama Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong terus bergulir.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa pelapor (Yuli), penyidik Satreskrim Polres Bone kini bersiap memanggil saksi-saksi dari pihak pelapor.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, mengatakan agenda klarifikasi terhadap para saksi dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.

“Rencana kami agendakan klarifikasi saksi dari pihak pelapor minggu depan,” ujar AKP Alvin, Senin (27/7/2026).

Pemeriksaan saksi tersebut dilakukan untuk melengkapi rangkaian penyelidikan sekaligus mengumpulkan alat bukti sebelum penyidik mengambil langkah hukum berikutnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Bone telah melakukan olah TKP di Kantin DPRD Bone, lokasi yang disebut menjadi tempat terjadinya dugaan penganiayaan.

Dalam proses itu, penyidik juga menghadirkan pelapor untuk memperagakan kronologi kejadian.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video dan informasi terkait dugaan penganiayaan yang diduga melibatkan Ketua

DPRD Bone ramai beredar di media sosial. Berbagai pihak pun menantikan hasil penyelidikan kepolisian.

BACA JUGA:  Oknum Dosen di Bone Dilaporkan, Diduga Selingkuhi Istri Orang

Polres Bone menegaskan penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan.

Diketahui, Ketua DPRD Bone yang juga politisi Partai Gerindra ini, kembali menjadi sorotan publik setelah dilaporkan ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan terhadap seorang staf Sekretariat DPRD, Rabu (22/7).

Kasus terbaru ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan pimpinan lembaga legislatif tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Berikut sederet polemik yang pernah mencuat dan menjadi perhatian masyarakat:

1. Bersitegang dengan Pemkab Bone Soal PBB dan Target PAD

Hubungan Ketua DPRD Bone dengan Pemerintah Kabupaten Bone sempat memanas saat pembahasan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam rapat paripurna, Ketua DPRD menolak target PAD yang diajukan pemerintah daerah.

Perdebatan berlangsung cukup alot hingga berujung pada aksi walkout Ketua DPRD dari ruang sidang.

SulawesiPos.com – Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang menyeret nama Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong terus bergulir.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa pelapor (Yuli), penyidik Satreskrim Polres Bone kini bersiap memanggil saksi-saksi dari pihak pelapor.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, mengatakan agenda klarifikasi terhadap para saksi dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.

“Rencana kami agendakan klarifikasi saksi dari pihak pelapor minggu depan,” ujar AKP Alvin, Senin (27/7/2026).

Pemeriksaan saksi tersebut dilakukan untuk melengkapi rangkaian penyelidikan sekaligus mengumpulkan alat bukti sebelum penyidik mengambil langkah hukum berikutnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Bone telah melakukan olah TKP di Kantin DPRD Bone, lokasi yang disebut menjadi tempat terjadinya dugaan penganiayaan.

Dalam proses itu, penyidik juga menghadirkan pelapor untuk memperagakan kronologi kejadian.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video dan informasi terkait dugaan penganiayaan yang diduga melibatkan Ketua

DPRD Bone ramai beredar di media sosial. Berbagai pihak pun menantikan hasil penyelidikan kepolisian.

BACA JUGA:  Tolak Ajakan Konsumsi Sabu, Pemuda di Amali Dipukul Pakai Gir Motor

Polres Bone menegaskan penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan.

Diketahui, Ketua DPRD Bone yang juga politisi Partai Gerindra ini, kembali menjadi sorotan publik setelah dilaporkan ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan terhadap seorang staf Sekretariat DPRD, Rabu (22/7).

Kasus terbaru ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan pimpinan lembaga legislatif tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Berikut sederet polemik yang pernah mencuat dan menjadi perhatian masyarakat:

1. Bersitegang dengan Pemkab Bone Soal PBB dan Target PAD

Hubungan Ketua DPRD Bone dengan Pemerintah Kabupaten Bone sempat memanas saat pembahasan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam rapat paripurna, Ketua DPRD menolak target PAD yang diajukan pemerintah daerah.

Perdebatan berlangsung cukup alot hingga berujung pada aksi walkout Ketua DPRD dari ruang sidang.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru