Diketahui, Ketua DPRD Bone yang juga politisi Partai Gerindra ini, kembali menjadi sorotan publik setelah dilaporkan ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan terhadap seorang staf Sekretariat DPRD, Rabu (22/7).
Kasus terbaru ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan pimpinan lembaga legislatif tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Berikut sederet polemik yang pernah mencuat dan menjadi perhatian masyarakat:
1. Bersitegang dengan Pemkab Bone Soal PBB dan Target PAD
Hubungan Ketua DPRD Bone dengan Pemerintah Kabupaten Bone sempat memanas saat pembahasan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam rapat paripurna, Ketua DPRD menolak target PAD yang diajukan pemerintah daerah.
Perdebatan berlangsung cukup alot hingga berujung pada aksi walkout Ketua DPRD dari ruang sidang.
Peristiwa itu menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah agenda penting pembahasan kebijakan daerah.
2. Konflik dengan Sekretaris DPRD Bone
Ketua DPRD Bone juga pernah dikabarkan berselisih dengan Sekretaris DPRD Bone yang saat itu dijabat Hj. Faidah.
Hubungan keduanya menjadi sorotan karena memengaruhi dinamika internal di lingkungan Sekretariat DPRD.
Perselisihan tersebut sempat memunculkan berbagai tanggapan terkait komunikasi dan koordinasi antara unsur pimpinan DPRD dengan sekretariat lembaga.
3. Diterpa Mosi Tidak Percaya dari Anggota DPRD
Kontroversi berikutnya datang dari internal DPRD sendiri. Sejumlah anggota DPRD Bone melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD.
Dalam mosi tersebut, Ketua DPRD dinilai kerap mengambil keputusan secara sepihak tanpa melalui mekanisme yang semestinya.
Para anggota juga menilai tindakan tersebut telah mencederai marwah lembaga dan mengabaikan prinsip kolektif kolegial yang menjadi dasar pengambilan keputusan di DPRD.

