Video Ricuh Semifinal Voli di Masalle Viral, Protes Poin Jadi Sorotan

SulawesiPos.com – Video ricuh yang diklaim terjadi pada semifinal turnamen voli Hikpar di Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, beredar luas pada Jumat, 21 Agustus 2026, dengan narasi bahwa keributan pecah saat laga tuan rumah Hikpar melawan Bulo setelah muncul protes terhadap keputusan penambahan poin.

Unggahan video itu memperlihatkan suasana lapangan malam hari yang mendadak ramai ketika sejumlah orang masuk ke area pertandingan.

Kerumunan tampak bergerak mendekati sisi lapangan, sementara pertandingan tidak lagi berlangsung normal.

Narasi yang menyertai unggahan menyebut protes dipicu aksi panitia yang dianggap menambah poin untuk Hikpar ketika bola disebut masih hidup.

Klaim itu kemudian disebut memicu keberatan dari kubu Bulo hingga situasi memanas.

Dalam keterangan yang ikut beredar, manajer tim Bulo bernama Arul disebut melakukan protes kepada panitia.

Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang terverifikasi secara independen mengenai bagaimana keputusan pertandingan diambil, apakah laga dihentikan, atau apakah ada pihak yang diamankan setelah kericuhan.

BACA JUGA:  Kebakaran Nipah Mall Makassar: Api Mulai Padam, Jalan Depan Kantor Gubernur Macet Total

Peristiwa ini menyita perhatian karena turnamen tersebut disebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 RI di wilayah Masalle.

Kericuhan di arena pertandingan membuat sorotan publik bergeser dari atmosfer olahraga rakyat ke dugaan persoalan kepanitiaan dan pengelolaan pertandingan.

Sampai Sabtu, 22 Agustus 2026 pagi, informasi yang beredar di publik masih bertumpu pada video dan narasi unggahan media sosial.

Belum ditemukan pernyataan resmi panitia, aparat setempat, atau penyelenggara turnamen yang menjelaskan kronologi lengkap insiden tersebut.

SulawesiPos.com – Video ricuh yang diklaim terjadi pada semifinal turnamen voli Hikpar di Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, beredar luas pada Jumat, 21 Agustus 2026, dengan narasi bahwa keributan pecah saat laga tuan rumah Hikpar melawan Bulo setelah muncul protes terhadap keputusan penambahan poin.

Unggahan video itu memperlihatkan suasana lapangan malam hari yang mendadak ramai ketika sejumlah orang masuk ke area pertandingan.

Kerumunan tampak bergerak mendekati sisi lapangan, sementara pertandingan tidak lagi berlangsung normal.

Narasi yang menyertai unggahan menyebut protes dipicu aksi panitia yang dianggap menambah poin untuk Hikpar ketika bola disebut masih hidup.

Klaim itu kemudian disebut memicu keberatan dari kubu Bulo hingga situasi memanas.

Dalam keterangan yang ikut beredar, manajer tim Bulo bernama Arul disebut melakukan protes kepada panitia.

Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang terverifikasi secara independen mengenai bagaimana keputusan pertandingan diambil, apakah laga dihentikan, atau apakah ada pihak yang diamankan setelah kericuhan.

BACA JUGA:  Kejati Sulsel Lantik Pejabat Baru, Tekankan Integritas Pejabat Baru

Peristiwa ini menyita perhatian karena turnamen tersebut disebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 RI di wilayah Masalle.

Kericuhan di arena pertandingan membuat sorotan publik bergeser dari atmosfer olahraga rakyat ke dugaan persoalan kepanitiaan dan pengelolaan pertandingan.

Sampai Sabtu, 22 Agustus 2026 pagi, informasi yang beredar di publik masih bertumpu pada video dan narasi unggahan media sosial.

Belum ditemukan pernyataan resmi panitia, aparat setempat, atau penyelenggara turnamen yang menjelaskan kronologi lengkap insiden tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru