SulawesiPos.com – PSM Makassar membuka sesi latihan untuk umum di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, Senin (5/10/2026).
Latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan tim Juku Eja menghadapi rangkaian pertandingan pada Oktober 2026.
Pantauan SulawesiPos.com, para pemain mulai berdatangan ke Stadion Kalegowa sejak sekitar pukul 15.00 Wita.
Victor Luiz menjadi salah satu pemain yang datang paling awal dengan mengendarai sepeda motor.
Sesi latihan kemudian dimulai sekitar pukul 15.45 Wita. Para pemain mengawali kegiatan dengan pemanasan dan doa bersama, sebelum berlari mengelilingi lapangan dan melanjutkan menu latihan.
Dalam sesi tersebut, para pemain PSM mengenakan jersey berwarna navy, sementara jajaran pelatih menggunakan pakaian berwarna krem.
Suasana latihan berlangsung cukup tenang. Tribun stadion terlihat hanya diisi sekitar 10 suporter yang didominasi kalangan bapak-bapak.
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Karim, mengatakan latihan terbuka menjadi bagian dari kebijakan di era kepelatihan Bernardo Tavares untuk memberikan ruang kepada suporter dan wartawan melihat perkembangan tim.
“Memang mulai di era kepelatihan Bernardo Tavares ini, dia membuka ruang seluas-luasnya untuk teman-teman suporter, untuk teman-teman wartawan untuk melihat latihan, bagaimana progresnya tim, bagaimana tim ini berkembang,” kata Sule sapaan akrabnya kepada SulawesiPos.com.

Menurutnya, keterbukaan tersebut sekaligus menjadi cara klub mendekatkan tim dengan masyarakat dan suporter.
Namun, tidak seluruh sesi latihan digelar terbuka karena ada waktu tertentu yang tetap dilakukan secara tertutup.
“Dan ini juga untuk mendekatkan tim dengan masyarakat dan suporter. Tapi ada pada hari-hari tertentu kita terbuka, latihan terbuka, tapi pada hari-hari tertentu memang harus tertutup juga,” ujarnya.
PSM Bersiap Hadapi Laga di Oktober
Sulaiman menjelaskan, setiap sesi latihan memiliki periode dan tujuan masing-masing. Latihan PSM saat ini diarahkan untuk mempersiapkan tim menghadapi dua pertandingan terdekat, yakni PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta.
“Ini adalah latihan untuk persiapan melawan kedua tim itu,” kata Sulaiman.
PSM akan lebih dulu menghadapi PSS Sleman pada 11 Oktober 2026. Lima hari kemudian, Pasukan Ramang dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada 16 Oktober.
Setelah menjalani dua pertandingan tersebut, PSM akan kembali bertanding di Parepare. Tim Juku Eja dijadwalkan menghadapi Persebaya pada 22 Oktober 2026.
Sulaiman menyebut kondisi skuad PSM secara keseluruhan saat ini dalam keadaan baik. Ia juga meyakini tim pelatih telah mengetahui sejumlah hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan setelah menjalani tiga pertandingan sebelumnya.
“Yang jelas, saya yakin, kami yakin bahwa pelatih sudah tahu apa-apa kekurangan kita, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang perlu ditingkatkan,” tuturnya.
Kehadiran suporter dalam latihan terbuka, lanjut Sulaiman, juga dapat memberikan motivasi tersendiri bagi pemain.
“Dengan kehadiran teman-teman suporter atau masyarakat yang datang menonton, biasanya juga itu bisa menjadi motivasi tersendiri untuk pemain ketika dia berlatih,” ucapnya.
PSM dijadwalkan berangkat menuju Sleman pada 9 Oktober. Menurut Sulaiman, persiapan tim sejauh ini berjalan lancar.
“Insyaallah berangkat tanggal 9. Biasanya kita berangkat H minus 2. Kemungkinan skenarionya tetap sama,” lanjut Sule.
Kalegowa Jadi Markas Latihan PSM
Stadion Kalegowa memiliki perjalanan panjang sebelum digunakan sebagai salah satu lokasi latihan PSM Makassar.
Pada Juni 2020, area lapangan sepak bola di kawasan tersebut rampung dan siap digunakan setelah melalui proses penanaman serta pemeliharaan rumput jenis Zoysia matrella untuk memastikan permukaan lapangan tumbuh dengan baik.
Dua tahun kemudian, pada 2022, manajemen PSM mengajukan permohonan peminjaman Stadion Kalegowa kepada Pemerintah Kabupaten Gowa.
Setelah mendapat persetujuan dari Pemkab Gowa, stadion tersebut kemudian ditunjuk sebagai salah satu pusat latihan utama PSM untuk menghadapi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.


