Drama Sandera Somalia Berakhir, Keluarga ABK Asal Gowa Minta Pemerintah Segera Pulangkan Korban

SulawesiPos.com — Tangis haru tak terbendung menyelimuti keluarga Ashari Samadikun (32), Nakhoda Kapal MT Honour asal Dusun Moncongloe, Desa Paccelekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Setelah 5 bulan 2 minggu disandera kelompok perompak di perairan Somalia, Ashari bersama tiga WNI lainnya akhirnya berhasil diselamatkan pasukan bersenjata Puntland, Somalia, pada 29 September lalu.

Meski diliputi rasa syukur yang mendalam, pihak keluarga kini meminta Pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk tidak mengulur waktu dan segera memulangkan Ashari bersama tiga rekannya kembali ke kampung halaman.

“Alhamdulillah anak saya selamat. Sesaat setelah bebas, dia langsung video call menceritakan detik-detik menegangkan saat kontak senjata di atas kapal. Kami dari pihak keluarga sangat berharap Pemerintah Indonesia bisa segera mengurus kepulangan Ashari dan rekan-rekannya ke tanah air,” ungkap ayah Ashari, Syamsuddin, saat dikonfirmasi SPos, Sabtu (3/10/2026).

Operasi pembebasan yang dilancarkan aparat militer Puntland di kawasan perairan antara Kota Xaafun dan Bander Beyla berlangsung mencekam. Baku tembak dari dua kapal menyebabkan lima anak buah kapal (ABK) asing tewas tertembak—tiga di antaranya warga Pakistan, satu warga Myanmar, dan satu warga India.

BACA JUGA:  Video Viral Pemuda Dikeroyok di Losari Makassar Berujung Penangkapan 7 Pelaku

Sementara itu, empat ABK asal Indonesia dinyatakan selamat. Selain Ashari (Nakhoda/Gowa), tiga WNI lainnya yakni Faisal (Second Officer) asal Kabupaten Bulukumba, Wahyudinanto (Chief Officer) asal Pemalang, Jawa Tengah, serta Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat. Fiki sendiri mengalami luka tembak di bagian kaki dan saat ini menjalani perawatan darurat di atas kapal sebelum dievakuasi ke Bosaso, wilayah pesisir utara Somalia.

Syamsuddin menceritakan, kondisi kapal tanker yang membawa 18.500 barel minyak menuju Mogadishu itu mengalami kerusakan pada sistem kemudi akibat dirusak perompak sebelum mereka dilumpuhkan. Di sekeliling dinding kapal juga dipenuhi bekas tumpukan peluru.

“Selama lima bulan lebih disandera, kami di rumah tidak pernah putus berdoa. Kami sangat khawatir dengan kesehatan dan keselamatan mereka karena stok makanan dan air bersih sangat terbatas di atas kapal. Waktu video call kemarin, rambut dan brewoknya sudah panjang sekali,” kenang Syamsuddin.

Kini, kepulangan Ashari sangat dinantikan oleh sang istri, Santi Sanaya (24), yang terus menanti kabar di kediamannya di Gowa. Pihak keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses pembebasan, termasuk Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal (Daeng Ical) yang terus mendampingi dan memberikan perkembangan informasi berkala kepada keluarga korban di Sulawesi Selatan.

BACA JUGA:  Diskusi Luwu Raya, Armin Toputiri: Tanda Tangan Gubernur untuk Provinsi Luwu Raya Akan Jadi Legacy

“Pemerintah setempat membenarkan 16 perompak sudah ditangkap dan sisanya masih diburu. Sekarang fokus kita adalah pemulangan. Kami berharap kabar bahagia ini segera tuntas dengan tibanya anak kami di rumah,” kunci Syamsuddin.

SulawesiPos.com — Tangis haru tak terbendung menyelimuti keluarga Ashari Samadikun (32), Nakhoda Kapal MT Honour asal Dusun Moncongloe, Desa Paccelekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Setelah 5 bulan 2 minggu disandera kelompok perompak di perairan Somalia, Ashari bersama tiga WNI lainnya akhirnya berhasil diselamatkan pasukan bersenjata Puntland, Somalia, pada 29 September lalu.

Meski diliputi rasa syukur yang mendalam, pihak keluarga kini meminta Pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk tidak mengulur waktu dan segera memulangkan Ashari bersama tiga rekannya kembali ke kampung halaman.

“Alhamdulillah anak saya selamat. Sesaat setelah bebas, dia langsung video call menceritakan detik-detik menegangkan saat kontak senjata di atas kapal. Kami dari pihak keluarga sangat berharap Pemerintah Indonesia bisa segera mengurus kepulangan Ashari dan rekan-rekannya ke tanah air,” ungkap ayah Ashari, Syamsuddin, saat dikonfirmasi SPos, Sabtu (3/10/2026).

Operasi pembebasan yang dilancarkan aparat militer Puntland di kawasan perairan antara Kota Xaafun dan Bander Beyla berlangsung mencekam. Baku tembak dari dua kapal menyebabkan lima anak buah kapal (ABK) asing tewas tertembak—tiga di antaranya warga Pakistan, satu warga Myanmar, dan satu warga India.

BACA JUGA:  Oknum Polisi Bulukumba Ditahan Usai Diduga Coba Perkosa Wanita di Kos

Sementara itu, empat ABK asal Indonesia dinyatakan selamat. Selain Ashari (Nakhoda/Gowa), tiga WNI lainnya yakni Faisal (Second Officer) asal Kabupaten Bulukumba, Wahyudinanto (Chief Officer) asal Pemalang, Jawa Tengah, serta Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat. Fiki sendiri mengalami luka tembak di bagian kaki dan saat ini menjalani perawatan darurat di atas kapal sebelum dievakuasi ke Bosaso, wilayah pesisir utara Somalia.

Syamsuddin menceritakan, kondisi kapal tanker yang membawa 18.500 barel minyak menuju Mogadishu itu mengalami kerusakan pada sistem kemudi akibat dirusak perompak sebelum mereka dilumpuhkan. Di sekeliling dinding kapal juga dipenuhi bekas tumpukan peluru.

“Selama lima bulan lebih disandera, kami di rumah tidak pernah putus berdoa. Kami sangat khawatir dengan kesehatan dan keselamatan mereka karena stok makanan dan air bersih sangat terbatas di atas kapal. Waktu video call kemarin, rambut dan brewoknya sudah panjang sekali,” kenang Syamsuddin.

Kini, kepulangan Ashari sangat dinantikan oleh sang istri, Santi Sanaya (24), yang terus menanti kabar di kediamannya di Gowa. Pihak keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses pembebasan, termasuk Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal (Daeng Ical) yang terus mendampingi dan memberikan perkembangan informasi berkala kepada keluarga korban di Sulawesi Selatan.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Pastikan PSEL Tetap Jalan, Penetapan Lokasi Masih Dibahas

“Pemerintah setempat membenarkan 16 perompak sudah ditangkap dan sisanya masih diburu. Sekarang fokus kita adalah pemulangan. Kami berharap kabar bahagia ini segera tuntas dengan tibanya anak kami di rumah,” kunci Syamsuddin.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru