SulawesiPos.com – Kematian tiga pemuda dalam kecelakaan di Jalan Poros Padivalley, Desa Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, masih menyisakan sejumlah pertanyaan.
Satuan Lalu Lintas Polresta Gowa hingga kini masih menyelidiki insiden yang terjadi pada Sabtu (3/10) dini hari tersebut. Polisi sementara menyimpulkan peristiwa itu sebagai kecelakaan tunggal akibat kendaraan kehilangan kendali.
“Untuk sementara ini sedang dalam penanganan Satlantas Polresta Gowa khususnya di Unit Gakkum. Adapun yang kami dapatkan di lapangan sementara adalah off control atau kehilangan kendali,” kata Kasat Lantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadlyh di Gowa, Selasa (6/10/2026).
Dalam insiden tersebut, tiga pemuda yakni Reski Ardiansah (18), Muhammad Sarlan (18), dan Alda (19) meninggal dunia. Reski diketahui mengendarai sepeda motor Yamaha Vino DD 3559 YT dengan membonceng dua rekannya.
Motor tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak pembatas jalan, oleng, kemudian terpental. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan korban sempat keluar dari jalur utama hingga terlempar beberapa meter.
“Korban keluar dari jalur jalan utama, kemudian keluar dari trotoar dan terpental beberapa meter dari titik lokasi jatuhnya korban tersebut,” paparnya menyebut hasil dari olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, motor yang ditumpangi ketiga korban diduga kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan berbahan beton setinggi sekitar 10 sentimeter. Kendaraan kemudian menabrak pohon di sisi kiri jalan.
Korban diduga kembali terbentur pohon kedua yang berada di sisi jalan.
“Untuk kondisi korban, setelah kami turun ke TKP, korban masing-masing berada di rumah duka dan sudah dimakankan kemarin. Untuk sementara waktu kami simpulkan laka tunggal,” tuturnya.
Namun, penyelidikan polisi belum sepenuhnya mengungkap konstruksi kejadian tersebut. Sejumlah saksi yang berada atau melihat peristiwa di lokasi hingga kini belum diperiksa.
Sejauh ini pihaknya belum melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi yang melihat atau berada di lokasi itu. Namun demikian, penyidik lantas tetap menggali informasi guna memperjelas konstruksi kejadiannya.
“Kami juga belum melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang ada di TKP. Kemungkinan nanti, dari pemeriksaan saksi bisa memperjelas tentang kronologi kejadian yang terjadi di jalan Padi Valey Pattalassang,” paparnya.
Polisi saat ini masih memfokuskan penanganan perkara pada kasus kecelakaan lalu lintas berdasarkan laporan masyarakat setelah kejadian.
Barang bukti sepeda motor telah diamankan di Polresta Gowa. Kondisinya mengalami kerusakan cukup parah.
Di tengah penyelidikan kecelakaan tersebut, polisi juga tidak menutup kemungkinan menggali dugaan lain terkait kematian ketiga korban. Terlebih, terdapat luka terbuka pada salah satu tubuh korban.
Berkaitan dugaan mengarah ke kasus pembunuhan terhadap para korban, kata Hasan, masih dalam penyelidikan aparat kepolisian termasuk adanya luka terbuka di salah satu tubuh korban.
Namun, upaya untuk memastikan penyebab utama kematian korban terkendala setelah pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara.
Hanya saja, pihak keluarga menolak jenazah korban di autopsi di Rumah Sakit Bayangkara, sehingga kasus ini terkendala untuk mengetahui penyebab utama korban meninggal dunia.


