SulawesiPos.com — Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Makassar sempat kesulitan mencapai lokasi kebakaran alang-alang di Kompleks BTN Kodam III, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Armada Damkar terhambat kanopi parkiran rumah warga yang menjulang ke badan jalan.
Kebakaran tersebut terjadi di Jalan Kotipa pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 11.54 Wita. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 12.15 Wita setelah mencari jalur alternatif karena akses yang diarahkan aplikasi maps tidak dapat dilalui armada.
Danru I Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar Harianto mengatakan petugas sempat mencari akses lain menuju titik api setelah jalur awal terhalang kanopi.
“Kalau untuk informasi masuk itu, sesuai di baket ini pukul 11.54, nah terus tiba di lokasi itu anggota 12.15. Karena terkendala akses tadi, jadi tiba di titik nyala, dekat nyala apinya itu di pukul 12.15,” kata Harianto.
Armada Tak Bisa Melintas karena Kanopi
Harianto menjelaskan jalur awal yang diarahkan aplikasi maps menuju Jalan Kotipa Blok C. Namun, kendaraan pemadam tidak dapat melintas lantaran terdapat kanopi parkiran mobil warga yang berada di atas badan jalan.
“Kalau di sana tadi terkendala akses masuk karena sempat di Jalan Kotipa Blok C, terkendala itu ada kanopi warga. Iya (tidak bisa melintas), tidak bisa kita paksakan armada masuk karena terkendala itu kanopi mobil,” jelas Harianto.
Petugas kemudian mendapat informasi dari warga mengenai jalur lain yang dapat dilalui menuju lokasi kebakaran. Armada Damkar selanjutnya memutar melalui akses tersebut.
“Untung ada akses lain, info dari warga, yang bisa kita lalui menuju lokasi (kebakaran),” katanya.
Harianto menyebut petugas hanya tertahan sekitar lima menit sebelum mendapatkan petunjuk jalur alternatif. Armada tidak dipaksakan melintas karena berisiko tersangkut kanopi.
Sisa Panen Padi Terbakar
Kebakaran terjadi di areal persawahan yang masih berjarak dari permukiman warga. Namun, asap tebal dari kebakaran sempat mengganggu warga sekitar.
“Kalau yang terbakar sana itu sisa panen padi yang mengering di areal persawahan,” jelas Harianto.
Menurut Harianto, api berpotensi merembet ke permukiman apabila tidak segera ditangani. Kondisi itu dipengaruhi keberadaan alang-alang, pohon pisang, serta tanaman lain yang mengering di sekitar persawahan.
“Bisa berpotensi kalau tidak ditangani karena memang ada alang-alang juga sekitarnya dekat dengan pemukiman. Ada pohon pisang, ada pohon-pohon lainnya juga yang mengering di pinggir sawah,” tuturnya.
Kemarau juga membuat api lebih mudah merambat. Bahkan, sisa api yang terbawa angin dapat masuk ke celah rumah warga sehingga berpotensi memicu kebakaran bangunan.
“Bisa saja karena untuk rambatan itu lainnya bisa saja terbakar rumahnya orang kalau musim kemarau begini, yang parahnya kalau terbang masuk di celah rumahnya orang itu juga bisa berpotensi. Makanya kita antisipasi,” katanya.
255 Kebakaran Terjadi hingga September 2026
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mencatat 255 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga September 2026.
Kasus kebakaran mulai meningkat sejak Juni dan mencapai angka tertinggi pada Agustus dengan 86 kejadian.
Kondisi kemarau disebut turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Karena itu, akses jalan yang dapat dilalui kendaraan pemadam menjadi salah satu hal penting ketika terjadi keadaan darurat.


