Bentrok Dua Kelompok Warga di Makassar, 3 Orang Diamankan Polisi

SulawesiPos.com – Tiga orang diamankan polisi setelah dua kelompok warga terlibat bentrokan di pertigaan Jalan Garuda-Jalan Rajawali, Kelurahan Kunjung Mange, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Kamis (17/9/2026) dini hari, dalam insiden yang diduga dipicu perebutan lahan parkir dan menyebabkan seorang warga terluka.

Bentrokan yang melibatkan kelompok warga Ampera Raya Jalan Rajawali III dan Kokolojia itu berlangsung sekitar pukul 01.50 Wita dengan aksi saling serang menggunakan batu serta anak panah busur.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad mengatakan personel Jatanras dan Patmor Sabhara tiba di lokasi kurang dari 30 menit setelah bentrokan pecah, dibantu tim Patmor Polda Sulsel.

“Sekitar pukul 02.20 Wita, tiga orang terduga pelaku perang kelompok diamankan dan di bawa ke mako Polsek Mariso,” ujar Jafar.

Tiga Orang Dibawa ke Polsek Mariso

Ketiga orang yang diamankan masing-masing berinisial MAS (16), MRA (16), dan H.

Polisi membawa mereka ke Markas Komando Polsek Mariso di Jalan Dahlia untuk menjalani pemeriksaan terkait bentrokan tersebut.

BACA JUGA:  Uang Rp341 Juta Warga Makassar Ludes, Jejak Pembobolan 4 Kartu Kredit Mengarah ke Toko Emas dan iPhone di Kendari

Dalam pembubaran massa, polisi juga mengamankan sejumlah barang yang diduga digunakan dalam aksi saling serang, termasuk anak panah busur, batu, dan perlengkapan yang dijadikan tameng.

Satu Warga Terluka, Diduga Dipicu Lahan Parkir

Seorang warga berinisial MY terluka setelah terkena anak panah busur pada bagian tangan kiri.

MY kemudian dibawa ke RS Daya untuk mendapatkan penanganan medis dan disebut menjalani operasi.

“Korban terkena anak panah busur di bagian tangan sebelah kiri dan telah dibawa ke RS Daya untuk operasi,” jelas Jafar.

Polisi menduga bentrokan itu berkaitan dengan perebutan lahan parkir di sepanjang Jalan Rajawali.

Kepala Tim 2 Jatanras Polrestabes Makassar Aiptu Syamfihdar mengatakan bentrokan antara kelompok Anak Rajawali dan Anak Rusunawa tersebut disebut telah terjadi selama dua hari pada dini hari.

Tim URC Polrestabes Makassar kemudian melakukan penyisiran dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat untuk mencegah bentrokan susulan.

Kepolisian juga meningkatkan patroli malam hingga dini hari di kawasan Mariso serta mengimbau orang tua mengawasi aktivitas anak-anak mereka.

BACA JUGA:  Siswi SMP Asal Maros Diperkosa Kekasih di Makassar, Pelaku Diamankan Polisi

SulawesiPos.com – Tiga orang diamankan polisi setelah dua kelompok warga terlibat bentrokan di pertigaan Jalan Garuda-Jalan Rajawali, Kelurahan Kunjung Mange, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Kamis (17/9/2026) dini hari, dalam insiden yang diduga dipicu perebutan lahan parkir dan menyebabkan seorang warga terluka.

Bentrokan yang melibatkan kelompok warga Ampera Raya Jalan Rajawali III dan Kokolojia itu berlangsung sekitar pukul 01.50 Wita dengan aksi saling serang menggunakan batu serta anak panah busur.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad mengatakan personel Jatanras dan Patmor Sabhara tiba di lokasi kurang dari 30 menit setelah bentrokan pecah, dibantu tim Patmor Polda Sulsel.

“Sekitar pukul 02.20 Wita, tiga orang terduga pelaku perang kelompok diamankan dan di bawa ke mako Polsek Mariso,” ujar Jafar.

Tiga Orang Dibawa ke Polsek Mariso

Ketiga orang yang diamankan masing-masing berinisial MAS (16), MRA (16), dan H.

Polisi membawa mereka ke Markas Komando Polsek Mariso di Jalan Dahlia untuk menjalani pemeriksaan terkait bentrokan tersebut.

BACA JUGA:  Siswi SMP Asal Maros Diperkosa Kekasih di Makassar, Pelaku Diamankan Polisi

Dalam pembubaran massa, polisi juga mengamankan sejumlah barang yang diduga digunakan dalam aksi saling serang, termasuk anak panah busur, batu, dan perlengkapan yang dijadikan tameng.

Satu Warga Terluka, Diduga Dipicu Lahan Parkir

Seorang warga berinisial MY terluka setelah terkena anak panah busur pada bagian tangan kiri.

MY kemudian dibawa ke RS Daya untuk mendapatkan penanganan medis dan disebut menjalani operasi.

“Korban terkena anak panah busur di bagian tangan sebelah kiri dan telah dibawa ke RS Daya untuk operasi,” jelas Jafar.

Polisi menduga bentrokan itu berkaitan dengan perebutan lahan parkir di sepanjang Jalan Rajawali.

Kepala Tim 2 Jatanras Polrestabes Makassar Aiptu Syamfihdar mengatakan bentrokan antara kelompok Anak Rajawali dan Anak Rusunawa tersebut disebut telah terjadi selama dua hari pada dini hari.

Tim URC Polrestabes Makassar kemudian melakukan penyisiran dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat untuk mencegah bentrokan susulan.

Kepolisian juga meningkatkan patroli malam hingga dini hari di kawasan Mariso serta mengimbau orang tua mengawasi aktivitas anak-anak mereka.

BACA JUGA:  Polisi Penembak Remaja di Makassar Resmi Jadi Tersangka, Klaim Senjata Api Tak Sengaja Meletus

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru