SulawesiPos.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi menerapkan sistem pembelajaran daring bagi siswa sekolah selama satu pekan ke depan guna menekan lonjakan mobilitas masyarakat. Kebijakan darurat ini diambil untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berlangsung di tengah kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta gas elpiji 3 kg di sejumlah wilayah Sulsel.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa peralihan ke pembelajaran jarak jauh ini bersifat sementara dan akan dievaluasi setelah satu pekan berjalan.
“Kita mengambil langkah pembelajaran daring selama satu minggu. Pembelajaran tetap berlangsung, hanya tidak tatap muka langsung. Ini sifatnya sementara, karena kita melihat kondisi di lapangan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat,” kata Andi Sudirman di Makassar, Jumat malam (11/9/2026).
Pemprov Sulsel telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar untuk menerapkan kebijakan serupa pada sekolah di tingkat kewenangan kota, sementara pemerintah kabupaten/kota lain diminta menyesuaikan dengan situasi wilayah masing-masing.
Selain pembatasan mobilitas melalui sektor pendidikan, Pemprov Sulsel terus berkoordinasi intensif dengan Pertamina guna mempercepat penyaluran serta mengamankan stok BBM dan elpiji subsidi.
“Kita mohon masyarakat tetap bersabar. Kita berharap Pertamina dapat melakukan langkah-langkah cepat, termasuk distribusi BBM untuk amankan stok, menambah kuota BBM untuk Sulsel, sidak operasional nozzle SPBU, dan pengetatan lainnya. Kita siap backup bersama TNI, Polri, Satpol PP, serta Dishub Kabupaten/Kota,” pungkasnya.

