SulawesiPos.com – Jufri Rahman akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan pada 19 September 2026 saat genap berusia 60 tahun. Dia meniti karier yang penuh warna dari urusan protokol hingga memimpin koordinasi pemerintahan provinsi sejak 14 Agustus 2024. Pamitnya menjadi penanda transisi birokrasi Sulsel.
Masa jabatan Jufri disebut berakhir pada 19 September 2026, sedangkan purnabakti sebagai aparatur sipil negara disebut berlaku mulai 1 Oktober 2026.
Jufri menilai penggantinya harus memiliki pengalaman, kemampuan komunikasi, dan kapasitas menerjemahkan kebijakan gubernur ke dalam kerja perangkat daerah.
Jufri mendorong agar Sekda berikutnya mampu menghadapi kebijakan pemerintah pusat, kondisi ekonomi daerah, serta kebutuhan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah.
Dari Bontonompo Menapaki Pendidikan Pemerintahan
Jufri Rahman lahir di Bontonompo, Kabupaten Gowa, pada 19 September 1966.
Ia menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 159 Sungguminasa pada 1985 sebelum mengambil Diploma III Pemerintahan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri dan lulus pada 1988.
Pendidikan sarjananya ditempuh di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara dengan bidang Ilmu Administrasi, Manajemen Pembangunan Perkotaan dan Daerah, dan diselesaikan pada 1995.
Ia kemudian meraih gelar Magister Administrasi Publik dari STIA LAN–Universitas Hasanuddin pada 2001.
Puncak pendidikan akademiknya diraih pada Desember 2024 ketika Jufri menyelesaikan program doktor Ilmu Pemerintahan di Sekolah Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Jufri meraih predikat Cum Laude dengan IPK 3,87 dan menjadi lulusan ke-308 Program Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN.
Disertasinya berjudul “Kepemimpinan Digital dalam Mewujudkan Reformasi Birokrasi di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan”.
Melalui penelitian tersebut, Jufri menganalisis peran kepemimpinan digital dalam mendukung reformasi birokrasi serta merumuskan model kepemimpinan bagi pimpinan organisasi perangkat daerah di Sulsel.
Kajian itu berangkat dari persoalan belum optimalnya reformasi birokrasi dan masih adanya patologi birokrasi yang dapat menghambat pelayanan publik.
Jufri menempatkan pelayanan yang cepat dan memuaskan bagi masyarakat sebagai salah satu tujuan penting reformasi birokrasi.
Karier Panjang dari Protokol hingga Sekda
Karier Jufri di pemerintahan Sulsel dimulai dari jabatan pelaksana pada urusan tata usaha pimpinan di Bagian Protokol dan Perjalanan pada 1993.
Ia kemudian dipercaya mengisi sejumlah jabatan di bidang protokol dan kehumasan, termasuk Kepala Bagian Protokol serta Kepala Biro Dekonsentrasi.
Pengalaman tersebut berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Sulsel pada 2008–2009.
Jufri selanjutnya memimpin Badan Pendidikan dan Pelatihan serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur di lingkungan Pemprov Sulsel.
Ia juga pernah menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel pada 2012–2016.
Dalam perjalanan sebagai pejabat daerah, Jufri dipercaya menjadi Penjabat Bupati Tana Toraja pada 2015–2016 dan Penjabat Bupati Sinjai pada 2018.
Pengalaman memimpin dua kabupaten tersebut memberinya ruang untuk berhadapan langsung dengan persoalan pelayanan pemerintahan, pembangunan, serta kebutuhan masyarakat di daerah.
Setelah itu, ia menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulsel pada 2016–2019.
Sebagai Kepala Bappeda, Jufri terlibat dalam perencanaan pembangunan daerah dan upaya menyelaraskan program pemerintah provinsi dengan kebutuhan kabupaten dan kota.
Pada 2019, ia dipercaya menjadi Staf Ahli Gubernur Sulsel bidang kesejahteraan rakyat.
Jufri kemudian bertugas di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebagai Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah.
Pada 2020, ia juga pernah menjadi Pelaksana Tugas Deputi bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan di kementerian tersebut.
Presiden mengangkat Jufri sebagai Sekda Sulsel melalui Keputusan Presiden Nomor 97/TPA Tahun 2024.
Penunjukan itu menjadi pengalaman tersendiri karena Jufri sebelumnya berada di peringkat keempat seleksi terbuka jabatan Sekda Sulsel.
Namanya kemudian naik ke daftar calon yang diusulkan setelah salah satu kandidat tiga besar tidak lagi memenuhi syarat usia.
Dari nama-nama yang kembali diusulkan, Presiden memilih Jufri untuk memimpin sekretariat daerah provinsi.
Ia mulai menjalankan jabatan sebagai Sekda Sulsel pada 14 Agustus 2024.
Kepemimpinan Digital dan Amanat untuk ASN
Di lingkungan birokrasi, Jufri dikenal membawa gagasan reformasi birokrasi berbasis kepemimpinan digital.
Gagasan tersebut tidak hanya menjadi tema disertasinya, tetapi juga dikaitkan dengan upaya meningkatkan efektivitas kinerja organisasi perangkat daerah.
Menurut Jufri, Sekda harus mampu membangun komunikasi dan kerja sama dengan kepala daerah, memahami arah kebijakan gubernur, serta menerjemahkannya ke dalam kerja birokrasi.
“Saya yakin pengganti saya nanti adalah ASN yang sudah berpengalaman,” ujar Jufri.
Pada masa akhir tugasnya, Jufri juga dipercaya menjadi Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia Sulsel periode 2024–2029 melalui musyawarah daerah pada Desember 2024.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Korpri sekaligus Sekda, ia terlibat dalam agenda pembinaan ASN dan kegiatan Korpri di Sulsel.
Saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional terakhirnya di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (17/9/2026), Jufri menyampaikan pesan kepada jajaran ASN dan pimpinan organisasi perangkat daerah.
“Teruslah menjadi ASN yang menghadirkan manfaat. Adik-adikku para pimpinan bekerjalah dengan integritas ketika tidak ada mengawasi,” kata Jufri.
Ia juga meminta ASN menjaga persatuan dan membangun hubungan kerja sebagai kemitraan, bukan persaingan.
“Yang paling utama jaga persatuan di antara kita. Saya selalu menganggap dan itu pembelajaran, jangan pernah anggap orang lain sebagai kompetitor atau saingan. Anggap semua orang sebagai mitra,” kata Sekda Sulsel itu.
Jet Stove dan Gagasan di Luar Ruang Kantor
Di luar tugas birokrasi, Jufri pernah memperkenalkan Jet Stove, kompor kayu modern yang dirancang menghasilkan panas tinggi dengan penggunaan kayu atau ranting dalam jumlah lebih sedikit.
Gagasan itu ia sampaikan ketika muncul kekhawatiran terhadap ancaman krisis energi dan potensi terganggunya pasokan LPG.
Jet Stove menggunakan aliran udara vertikal atau natural draft yang mendorong api dari bawah sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna.
“Tidak butuh banyak kayu, tapi panasnya menyamai gas,” ujar Jufri saat memperkenalkan kompor tersebut pada April 2026.
Gagasan itu menunjukkan perhatian Jufri pada isu energi sekaligus upayanya mencari alternatif yang dapat digunakan masyarakat ketika pasokan energi menghadapi tekanan.
Selain dikenal melalui gagasan tersebut, Jufri juga memiliki pengalaman mengikuti pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan, komunikasi, keprotokolan, hubungan luar negeri dalam konteks otonomi daerah, bela negara, serta pencarian dan pertolongan.
Atas pengabdiannya, ia pernah menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya X, XX, dan XXX Tahun serta Lencana Pancawarsa V Pramuka.
Ia juga pernah memperoleh penghargaan Marketeer of The Year Makassar 2015 untuk sektor pemerintahan dan penghargaan atas pelaksanaan sinkronisasi dokumen perencanaan desa dengan rencana pembangunan daerah.
Setelah purnabakti, Jufri meninggalkan rekam perjalanan sebagai pamong yang pernah bekerja di lini pelayanan dan protokol, perencanaan pembangunan, pemerintahan kabupaten, reformasi birokrasi tingkat pusat, hingga koordinasi kebijakan di tingkat provinsi.*


