120 Apoteker Baru UMI Makassar Lulus 100 Persen, Dituntut Adaptif Hadapi Era AI

SulawesiPos.com – Sebanyak 120 mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Angkatan 19 Periode 2 Tahun 2026 Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi mengucapkan sumpah profesi. Seluruh peserta dinyatakan lulus setelah melewati rangkaian ujian kompetensi hingga yudisium.

Wakil Rektor I UMI, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, M.T., IPU., ASEAN Eng., menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi bagi para apoteker baru, termasuk penguasaan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI).

“Apoteker baru tidak hanya dituntut menjadi tenaga profesional, tetapi juga harus mampu menjadi inovator di bidang kefarmasian agar sanggup bersaing di kancah nasional maupun global,” tegas Prof. Dirgahayu, Kamis (17/9/2026).

Seluruh mahasiswa PSPA Angkatan 19 Periode 2 Tahun 2026 tersebut mencatatkan tingkat kelulusan 100 persen. Capaian itu diraih setelah mereka menyelesaikan tiga tahapan utama, yakni UKMPPAI CBT, UKMPPAI OSCE, hingga Yudisium.

Capaian tersebut turut diwarnai prestasi dua lulusan terbaik. Megaputri Kumalasari Idris meraih nilai ujian kompetensi tertinggi, sementara Sahwa mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

BACA JUGA:  Selamat! H. Muslimin Raih Gelar Doktor, Disertasinya Angkat Kinerja ASN di DPRD Bone

Keduanya mendapatkan apresiasi khusus dari Wakil Rektor I UMI atas pencapaian yang diraih selama menjalani pendidikan profesi.

Adapun prosesi pengucapan sumpah profesi tersebut digelar di Ballroom Shandeq, Hotel Claro Makassar, Rabu (16/9). Momen ini turut dihadiri jajaran pimpinan UMI, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, Pengurus Daerah/Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PD/PC IAI), mitra internasional, serta sekitar 240 orang tua dan wali lulusan.

Apoteker Baru Diminta Terus Belajar

Sebanyak 120 apoteker baru UMI lulus 100 persen dan mengucapkan sumpah profesi. Mereka dituntut adaptif menghadapi teknologi digital dan AI.

Dekan Fakultas Farmasi UMI, Prof. apt. Aktsar Roskiana Ahmad, M.Farm., Ph.D., mengatakan pengucapan sumpah profesi bukan menjadi akhir perjalanan pendidikan para lulusan. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal bagi mereka untuk mengabdikan kompetensi di tengah masyarakat.

Ia juga berpesan agar para alumni tetap menjaga hubungan dan tali silaturahmi dengan almamater setelah menyelesaikan pendidikan di UMI.

Pesan serupa disampaikan Muhlis Marhaban yang mewakili orang tua lulusan sekaligus menjabat sebagai Dewan Pengawas Apoteker Maluku Utara. Ia meminta para apoteker baru terus meningkatkan pengetahuan, menjaga integritas, serta tetap rendah hati dalam menjalankan profesinya.

BACA JUGA:  Ketua Yayasan Wakaf UMI Lantik Dekan & Direktur Pascasarjana Periode 2026-2030, Rektor: UMI Butuh Orang Ikhlas

Mewakili para lulusan, Megaputri Kumalasari Idris mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan seluruh mahasiswa menyelesaikan pendidikan profesi.

“Hari ini kita berdiri bersama-sama tanpa ada yang tertinggal, dan hari ini gelar Apoteker itu milik kita,” ujarnya.

Capaian kelulusan 100 persen tersebut menjadi bagian dari komitmen PSPA Fakultas Farmasi UMI dalam menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kefarmasian.

Dengan bertambahnya 120 apoteker baru, UMI menegaskan upayanya untuk menyiapkan sumber daya manusia bidang kesehatan yang kompeten, adaptif, dan mampu berinovasi menghadapi perkembangan pelayanan kefarmasian di era transformasi digital.

SulawesiPos.com – Sebanyak 120 mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Angkatan 19 Periode 2 Tahun 2026 Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi mengucapkan sumpah profesi. Seluruh peserta dinyatakan lulus setelah melewati rangkaian ujian kompetensi hingga yudisium.

Wakil Rektor I UMI, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, M.T., IPU., ASEAN Eng., menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi bagi para apoteker baru, termasuk penguasaan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI).

“Apoteker baru tidak hanya dituntut menjadi tenaga profesional, tetapi juga harus mampu menjadi inovator di bidang kefarmasian agar sanggup bersaing di kancah nasional maupun global,” tegas Prof. Dirgahayu, Kamis (17/9/2026).

Seluruh mahasiswa PSPA Angkatan 19 Periode 2 Tahun 2026 tersebut mencatatkan tingkat kelulusan 100 persen. Capaian itu diraih setelah mereka menyelesaikan tiga tahapan utama, yakni UKMPPAI CBT, UKMPPAI OSCE, hingga Yudisium.

Capaian tersebut turut diwarnai prestasi dua lulusan terbaik. Megaputri Kumalasari Idris meraih nilai ujian kompetensi tertinggi, sementara Sahwa mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

BACA JUGA:  Aldin Bulen Raih Doktor Ilmu Hukum Berpredikat Cumlaude di UMI, Tawarkan Rekonstruksi Pemidanaan Suap dalam Korupsi

Keduanya mendapatkan apresiasi khusus dari Wakil Rektor I UMI atas pencapaian yang diraih selama menjalani pendidikan profesi.

Adapun prosesi pengucapan sumpah profesi tersebut digelar di Ballroom Shandeq, Hotel Claro Makassar, Rabu (16/9). Momen ini turut dihadiri jajaran pimpinan UMI, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, Pengurus Daerah/Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PD/PC IAI), mitra internasional, serta sekitar 240 orang tua dan wali lulusan.

Apoteker Baru Diminta Terus Belajar

Sebanyak 120 apoteker baru UMI lulus 100 persen dan mengucapkan sumpah profesi. Mereka dituntut adaptif menghadapi teknologi digital dan AI.

Dekan Fakultas Farmasi UMI, Prof. apt. Aktsar Roskiana Ahmad, M.Farm., Ph.D., mengatakan pengucapan sumpah profesi bukan menjadi akhir perjalanan pendidikan para lulusan. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal bagi mereka untuk mengabdikan kompetensi di tengah masyarakat.

Ia juga berpesan agar para alumni tetap menjaga hubungan dan tali silaturahmi dengan almamater setelah menyelesaikan pendidikan di UMI.

Pesan serupa disampaikan Muhlis Marhaban yang mewakili orang tua lulusan sekaligus menjabat sebagai Dewan Pengawas Apoteker Maluku Utara. Ia meminta para apoteker baru terus meningkatkan pengetahuan, menjaga integritas, serta tetap rendah hati dalam menjalankan profesinya.

BACA JUGA:  Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Pendidikan Demo di Kantor KPK Buntut Dugaan Korupsi Beasiswa Rp13 M di UMI Makassar

Mewakili para lulusan, Megaputri Kumalasari Idris mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan seluruh mahasiswa menyelesaikan pendidikan profesi.

“Hari ini kita berdiri bersama-sama tanpa ada yang tertinggal, dan hari ini gelar Apoteker itu milik kita,” ujarnya.

Capaian kelulusan 100 persen tersebut menjadi bagian dari komitmen PSPA Fakultas Farmasi UMI dalam menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kefarmasian.

Dengan bertambahnya 120 apoteker baru, UMI menegaskan upayanya untuk menyiapkan sumber daya manusia bidang kesehatan yang kompeten, adaptif, dan mampu berinovasi menghadapi perkembangan pelayanan kefarmasian di era transformasi digital.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru