Nigeria Ajak Investor Arab Saudi Tanam Modal, Perkuat Ekonomi Non-Migas dan Teknologi

SulawesiPos.com – Pemerintah Nigeria mengajak investor Arab Saudi untuk memperluas investasi di berbagai sektor strategis sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian nasional yang tidak lagi bergantung pada minyak dan gas.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Presiden Nigeria Kashim Shettima saat membuka Pameran Investasi dan Pariwisata Nigeria-Arab Saudi di Abuja, Rabu (5/8/2026).

Pemerintahan Presiden Bola Ahmed Tinubu saat ini menjadikan diversifikasi ekspor nonmigas dan penciptaan iklim investasi yang kompetitif di tingkat global sebagai fokus utama kebijakan ekonomi nasional.

Nigeria juga melihat adanya peluang besar untuk memperkuat kerja sama dengan Arab Saudi, terutama dalam pengembangan ekspor dan ekonomi halal.

“Nigeria terbuka dan siap. Di bawah kepemimpinan Presiden Bola Ahmed Tinubu, pemerintah kami telah menjadikan diversifikasi ekspor dan pertumbuhan ekspor non-migas, serta iklim investasi yang berdaya saing global, sebagai pilar utama kebijakan nasional,” kata Shettima, diwakili Asisten Khusus Bidang Ekspansi Ekspor Aliyu Bunu Sheriff.

BACA JUGA:  Mentan Amran Sebut 20 Peternakan Besar Cukup untuk Swasembada Susu, Impor Masih 80 Persen

Fokus Perluas Kerja Sama Dagang dan Investasi

Langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan luar negeri Nigeria yang mengusung konsep otonomi strategis, yakni diplomasi yang berorientasi pada kepentingan nasional melalui agenda 4Ds.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Nigeria memanfaatkan pasar tunggal African Continental Free Trade Area (AfCFTA) sekaligus memperluas kemitraan dengan berbagai negara, termasuk memanfaatkan kebijakan tarif nol persen dari China bagi sejumlah produk ekspor unggulan.

Selain itu, Nigeria juga menerapkan strategi multi-aliansi dalam hubungan perdagangan dan keamanan dengan China, Amerika Serikat, Uni Eropa, India, Brasil, hingga negara-negara Teluk.

Di sektor teknologi, pemerintah Nigeria terus memperkuat transformasi digital melalui pembangunan infrastruktur 5G, jaringan serat optik, hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI) lokal.

Kementerian Komunikasi, Inovasi, dan Ekonomi Digital mendorong transfer teknologi agar pengembang dalam negeri mampu membangun kapasitas secara mandiri dalam ekosistem digital nasional.

Diaspora Nigeria Dinilai Jadi Aset Pembangunan

Ketua Komisi Masyarakat Nigeria di Luar Negeri (NiDCOM), Abike Dabiri-Erewa, juga mengajak Arab Saudi memperkuat kerja sama melalui pembentukan usaha patungan yang melibatkan diaspora Nigeria.

BACA JUGA:  Prabowo: Pembangunan Kampung Haji di Makkah Jadi Kehormatan Besar bagi Indonesia

Menurutnya, warga Nigeria di luar negeri tidak hanya memberikan kontribusi melalui remitansi, tetapi juga membawa pengalaman internasional dan jejaring bisnis.

“Masyarakat diaspora Nigeria membawa lebih dari sekadar remitansi ke negara ini. Mereka membawa keahlian global, intelijen pasar, kredibilitas, dan kemitraan strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Dabiri-Erewa.

Ia juga menilai citra negatif terhadap warga Nigeria di luar negeri perlu diubah karena banyak yang berprofesi sebagai tenaga ahli dan pelaku usaha sukses.

“Kita harus mengubah narasi tersebut. Nigeria diberkahi dengan profesional dan pengusaha luar biasa yang pencapaiannya patut mendapat pengakuan global. Mereka adalah duta negara kita dan harus dirayakan,” kata pimpinan NIDCOM tersebut.

Polisi Bebaskan Hakim yang Diculik Tanpa Tebusan

Di sisi lain, Kepolisian Negara Bagian Kebbi mengonfirmasi pembebasan Hakim Pengadilan Tinggi Faruku Hassan Bunza yang sebelumnya diculik kelompok bersenjata dari kediamannya di Kota Bunza sejak 26 Juli 2026.

BACA JUGA:  Mesir Tegaskan Mohamed Salah Tidak Kembali ke Liverpool dan Siap Tempur Melawan Nigeria

Polisi menegaskan pembebasan tersebut dilakukan tanpa memenuhi tuntutan pembayaran uang tebusan dari para pelaku.

“Telah dibebaskan hari ini,” kata Bashir Usman, juru bicara kepolisian negara bagian Kebbi.

SulawesiPos.com – Pemerintah Nigeria mengajak investor Arab Saudi untuk memperluas investasi di berbagai sektor strategis sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian nasional yang tidak lagi bergantung pada minyak dan gas.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Presiden Nigeria Kashim Shettima saat membuka Pameran Investasi dan Pariwisata Nigeria-Arab Saudi di Abuja, Rabu (5/8/2026).

Pemerintahan Presiden Bola Ahmed Tinubu saat ini menjadikan diversifikasi ekspor nonmigas dan penciptaan iklim investasi yang kompetitif di tingkat global sebagai fokus utama kebijakan ekonomi nasional.

Nigeria juga melihat adanya peluang besar untuk memperkuat kerja sama dengan Arab Saudi, terutama dalam pengembangan ekspor dan ekonomi halal.

“Nigeria terbuka dan siap. Di bawah kepemimpinan Presiden Bola Ahmed Tinubu, pemerintah kami telah menjadikan diversifikasi ekspor dan pertumbuhan ekspor non-migas, serta iklim investasi yang berdaya saing global, sebagai pilar utama kebijakan nasional,” kata Shettima, diwakili Asisten Khusus Bidang Ekspansi Ekspor Aliyu Bunu Sheriff.

BACA JUGA:  Pemerintah Perkuat Kepercayaan Pasar dan Pelaku Ekonomi melalui Kebijakan Strategis

Fokus Perluas Kerja Sama Dagang dan Investasi

Langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan luar negeri Nigeria yang mengusung konsep otonomi strategis, yakni diplomasi yang berorientasi pada kepentingan nasional melalui agenda 4Ds.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Nigeria memanfaatkan pasar tunggal African Continental Free Trade Area (AfCFTA) sekaligus memperluas kemitraan dengan berbagai negara, termasuk memanfaatkan kebijakan tarif nol persen dari China bagi sejumlah produk ekspor unggulan.

Selain itu, Nigeria juga menerapkan strategi multi-aliansi dalam hubungan perdagangan dan keamanan dengan China, Amerika Serikat, Uni Eropa, India, Brasil, hingga negara-negara Teluk.

Di sektor teknologi, pemerintah Nigeria terus memperkuat transformasi digital melalui pembangunan infrastruktur 5G, jaringan serat optik, hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI) lokal.

Kementerian Komunikasi, Inovasi, dan Ekonomi Digital mendorong transfer teknologi agar pengembang dalam negeri mampu membangun kapasitas secara mandiri dalam ekosistem digital nasional.

Diaspora Nigeria Dinilai Jadi Aset Pembangunan

Ketua Komisi Masyarakat Nigeria di Luar Negeri (NiDCOM), Abike Dabiri-Erewa, juga mengajak Arab Saudi memperkuat kerja sama melalui pembentukan usaha patungan yang melibatkan diaspora Nigeria.

BACA JUGA:  Raksasa Tambang Ma'aden Temukan Cadangan Emas Masif di Jantung Arab Saudi

Menurutnya, warga Nigeria di luar negeri tidak hanya memberikan kontribusi melalui remitansi, tetapi juga membawa pengalaman internasional dan jejaring bisnis.

“Masyarakat diaspora Nigeria membawa lebih dari sekadar remitansi ke negara ini. Mereka membawa keahlian global, intelijen pasar, kredibilitas, dan kemitraan strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Dabiri-Erewa.

Ia juga menilai citra negatif terhadap warga Nigeria di luar negeri perlu diubah karena banyak yang berprofesi sebagai tenaga ahli dan pelaku usaha sukses.

“Kita harus mengubah narasi tersebut. Nigeria diberkahi dengan profesional dan pengusaha luar biasa yang pencapaiannya patut mendapat pengakuan global. Mereka adalah duta negara kita dan harus dirayakan,” kata pimpinan NIDCOM tersebut.

Polisi Bebaskan Hakim yang Diculik Tanpa Tebusan

Di sisi lain, Kepolisian Negara Bagian Kebbi mengonfirmasi pembebasan Hakim Pengadilan Tinggi Faruku Hassan Bunza yang sebelumnya diculik kelompok bersenjata dari kediamannya di Kota Bunza sejak 26 Juli 2026.

BACA JUGA:  Prabowo: Pembangunan Kampung Haji di Makkah Jadi Kehormatan Besar bagi Indonesia

Polisi menegaskan pembebasan tersebut dilakukan tanpa memenuhi tuntutan pembayaran uang tebusan dari para pelaku.

“Telah dibebaskan hari ini,” kata Bashir Usman, juru bicara kepolisian negara bagian Kebbi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru