Baru Pimpin Rapat, Jamaluddin Jompa Keluarkan 7 Arahan Penting untuk Pimpinan Unsrat

SulawesiPos.com – Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. baru tiba di Universitas Sam Ratulangi atau Unsrat, Manado, lalu langsung memimpin rapat pimpinan pada Rabu, 5 Agustus 2026 dan mengeluarkan tujuh arahan penting untuk seluruh jajaran kampus. Dalam langkah awalnya sebagai Pelaksana Tugas atau Plt Rektor Unsrat, ia menekankan bahwa pelayanan akademik harus tetap berjalan lancar, aktivitas universitas tetap tertib, dan situasi kampus tetap aman serta kondusif.

Arahan itu disampaikan setelah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan surat perintah penugasan kepada Jamaluddin Jompa sebagai Plt Rektor Unsrat. Karena itu, fokus rapat perdana bukan hanya menandai transisi kepemimpinan, tetapi juga memastikan roda kampus tidak tersendat pada masa pergantian pucuk pimpinan.

Fokus pertama Jamaluddin Jompa ialah layanan akademik. Ia meminta seluruh fakultas, program pascasarjana, program studi, biro, dan unit pelayanan memastikan mahasiswa tetap mendapat layanan cepat, tepat, dan transparan. Karena itu, seluruh proses mulai dari perkuliahan, registrasi, pengisian KRS, bimbingan akademik, ujian, seminar, penelitian mahasiswa, penyelesaian tugas akhir, yudisium, hingga kelulusan diminta tetap berjalan sesuai kalender akademik.

BACA JUGA:  Unhas Bangun Dapur MBG, Target Jadi Percontohan Layanan Gizi Berbasis Kampus

Arahan kedua menyasar aktivitas kampus secara keseluruhan. Ia menegaskan urusan administrasi, keuangan, kepegawaian, kemahasiswaan, serta kerja sama dengan berbagai pihak harus tetap berlangsung normal agar pelayanan kepada sivitas akademika tidak ikut terganggu.

Koordinasi Cepat dan Laporan Berkala

Arahan berikutnya berkaitan dengan pola kerja pimpinan. Jamaluddin Jompa meminta para pimpinan tidak bergerak sendiri-sendiri selama masa tugasnya sebagai Plt Rektor. “Setiap persoalan yang bersifat lintas unit harus diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang cepat,” tegasnya.

Ia juga meminta wakil rektor, dekan, direktur, ketua lembaga, hingga kepala biro rutin menyampaikan laporan perkembangan program kerja, kendala yang muncul, dan langkah penyelesaiannya. Masalah yang bisa dituntaskan di tingkat fakultas atau unit diminta segera diselesaikan, sedangkan persoalan strategis yang berdampak luas harus cepat dilaporkan untuk dibahas bersama.

Selain itu, Jamaluddin Jompa mengingatkan seluruh pimpinan agar menjaga tata kelola dan integritas universitas. Setiap keputusan administratif diminta tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan ketentuan internal kampus, dengan penekanan pada akuntabilitas dan kepatuhan.

BACA JUGA:  Kebakaran Panti Jompo di Manado, 16 Lansia Meninggal Dunia

Kampus Diminta Tetap Tenang

Arahan lain yang ia tekankan adalah menjaga suasana kampus tetap aman, damai, saling menghormati, dan bebas dari intimidasi maupun konflik yang tidak produktif. Perbedaan pandangan, menurut dia, harus diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme kelembagaan yang tersedia agar tidak mengganggu pelayanan akademik.

Pada saat yang sama, ia meminta seluruh program strategis universitas yang sudah direncanakan maupun sedang berjalan tetap dilanjutkan selama sesuai ketentuan dan memberi manfaat bagi kemajuan Unsrat. Dalam penutup arahannya, Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keberlangsungan kampus bukan hanya berada di tangan Plt Rektor, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif seluruh unsur pimpinan.

“Saya mengharapkan dukungan, kerja sama, loyalitas terhadap institusi, serta komitmen yang kuat dari seluruh pimpinan. Mari kita bekerja secara profesional, cepat, tepat, dan tetap berhati-hati sesuai ketentuan yang berlaku,” tandas Prof Jamaluddin Jompa.

SulawesiPos.com – Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. baru tiba di Universitas Sam Ratulangi atau Unsrat, Manado, lalu langsung memimpin rapat pimpinan pada Rabu, 5 Agustus 2026 dan mengeluarkan tujuh arahan penting untuk seluruh jajaran kampus. Dalam langkah awalnya sebagai Pelaksana Tugas atau Plt Rektor Unsrat, ia menekankan bahwa pelayanan akademik harus tetap berjalan lancar, aktivitas universitas tetap tertib, dan situasi kampus tetap aman serta kondusif.

Arahan itu disampaikan setelah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan surat perintah penugasan kepada Jamaluddin Jompa sebagai Plt Rektor Unsrat. Karena itu, fokus rapat perdana bukan hanya menandai transisi kepemimpinan, tetapi juga memastikan roda kampus tidak tersendat pada masa pergantian pucuk pimpinan.

Fokus pertama Jamaluddin Jompa ialah layanan akademik. Ia meminta seluruh fakultas, program pascasarjana, program studi, biro, dan unit pelayanan memastikan mahasiswa tetap mendapat layanan cepat, tepat, dan transparan. Karena itu, seluruh proses mulai dari perkuliahan, registrasi, pengisian KRS, bimbingan akademik, ujian, seminar, penelitian mahasiswa, penyelesaian tugas akhir, yudisium, hingga kelulusan diminta tetap berjalan sesuai kalender akademik.

BACA JUGA:  Unhas Dipercaya Produksi Drone Pertanian Rp11 Miliar, Kementan Siapkan Distribusi ke 46 Daerah

Arahan kedua menyasar aktivitas kampus secara keseluruhan. Ia menegaskan urusan administrasi, keuangan, kepegawaian, kemahasiswaan, serta kerja sama dengan berbagai pihak harus tetap berlangsung normal agar pelayanan kepada sivitas akademika tidak ikut terganggu.

Koordinasi Cepat dan Laporan Berkala

Arahan berikutnya berkaitan dengan pola kerja pimpinan. Jamaluddin Jompa meminta para pimpinan tidak bergerak sendiri-sendiri selama masa tugasnya sebagai Plt Rektor. “Setiap persoalan yang bersifat lintas unit harus diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang cepat,” tegasnya.

Ia juga meminta wakil rektor, dekan, direktur, ketua lembaga, hingga kepala biro rutin menyampaikan laporan perkembangan program kerja, kendala yang muncul, dan langkah penyelesaiannya. Masalah yang bisa dituntaskan di tingkat fakultas atau unit diminta segera diselesaikan, sedangkan persoalan strategis yang berdampak luas harus cepat dilaporkan untuk dibahas bersama.

Selain itu, Jamaluddin Jompa mengingatkan seluruh pimpinan agar menjaga tata kelola dan integritas universitas. Setiap keputusan administratif diminta tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan ketentuan internal kampus, dengan penekanan pada akuntabilitas dan kepatuhan.

BACA JUGA:  PT Industri Padi Nusantara dan Unhas Teken MoU, Dorong Ekosistem Industri Padi dari Hulu ke Hilir

Kampus Diminta Tetap Tenang

Arahan lain yang ia tekankan adalah menjaga suasana kampus tetap aman, damai, saling menghormati, dan bebas dari intimidasi maupun konflik yang tidak produktif. Perbedaan pandangan, menurut dia, harus diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme kelembagaan yang tersedia agar tidak mengganggu pelayanan akademik.

Pada saat yang sama, ia meminta seluruh program strategis universitas yang sudah direncanakan maupun sedang berjalan tetap dilanjutkan selama sesuai ketentuan dan memberi manfaat bagi kemajuan Unsrat. Dalam penutup arahannya, Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keberlangsungan kampus bukan hanya berada di tangan Plt Rektor, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif seluruh unsur pimpinan.

“Saya mengharapkan dukungan, kerja sama, loyalitas terhadap institusi, serta komitmen yang kuat dari seluruh pimpinan. Mari kita bekerja secara profesional, cepat, tepat, dan tetap berhati-hati sesuai ketentuan yang berlaku,” tandas Prof Jamaluddin Jompa.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru