Panjat Tebing dan Bulutangkis Dicoret dari SEA Games 2027, Indonesia Kehilangan Lumbung Emas

SulawesiPos.com – Indonesia kehilangan salah satu sumber medali setelah panjat tebing tidak masuk dalam program final SEA Games 2027 di Malaysia. Komite Eksekutif Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) menetapkan turnamen itu terdiri atas 43 cabang olahraga dan 473 nomor pertandingan yang akan berlangsung pada 18-29 September 2027.

Keputusan tersebut membuat cabang yang selama ini menjadi andalan kontingen Indonesia absen dari ajang olahraga Asia Tenggara. Malaysia tetap menjadi tuan rumah dengan penyelenggaraan tersebar di Kuala Lumpur, Sarawak, Penang, dan Johor.

Sekretaris Umum PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Wahyu Pristiawan Buntoro menilai absennya panjat tebing bukan hanya mengurangi peluang medali, tetapi juga memengaruhi jalur pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi.

“Ini bukan soal untung rugi bagi panjat tebing, yang pasti perolehan medali Indonesia akan berkurang tanpa cabor panjat tebing di SEA Games 2027,” kata Pristiawan.

Indonesia memiliki catatan kuat di cabang tersebut. Pada SEA Games 2011, Indonesia meraih sembilan emas dari 10 nomor panjat tebing. Pada SEA Games 2025 di Thailand, atlet Indonesia kembali merebut empat emas dari enam nomor yang dipertandingkan.

BACA JUGA:  Andi Amar Dorong Integrasi Data Rumah Sakit, Pasien Tak Perlu Ulang Pemeriksaan

FPTI juga memandang SEA Games sebagai salah satu tahap penting bagi atlet muda sebelum naik ke Asian Games dan Olimpiade. Kompetisi domestik dan internasional lain kini menjadi ruang penting untuk menjaga jam terbang atlet Indonesia.

Program SEA Games Dipangkas dan Diubah

Selain panjat tebing, daftar final 43 cabang olahraga tidak memuat sejumlah olahraga yang tercantum dalam materi awal atau edisi sebelumnya, termasuk gulat, dayung, kano, dan handball. Futsal putri juga tidak masuk dalam program final, sementara beberapa cabang lain mengalami penyesuaian nomor pertandingan.

Materi carousel yang diunggah akun @ina_badminton turut menyoroti penghapusan atau perubahan pada catur, jiu-jitsu, kickboxing, triathlon, wushu, anggar, serta nomor beregu putra dan putri dalam bulu tangkis.

Rincian nomor pertandingan tetap perlu merujuk pada daftar teknis resmi penyelenggara karena tidak seluruh perubahan dijelaskan terpisah dalam pengumuman program 43 cabang olahraga.

Pemangkasan itu tidak berarti seluruh program SEA Games berkurang tanpa tambahan. Lima cabang—padel, dancesport, teqball, hoki es, dan kabaddi dimasukkan setelah proses pengajuan ulang dari negara peserta.

BACA JUGA:  Terduga Pencuri Spesialis Rumah Kosong Dibekuk Resmob Polres Bone, Kerugian Rp369 Juta

Jalur Pembinaan Atlet Sulsel Ikut Diuji

Perubahan program tersebut memiliki konteks bagi Sulawesi Selatan, yang terus menyiapkan atlet panjat tebing melalui kompetisi daerah dan nasional. FPTI Makassar sebelumnya mengirim atlet mengikuti kejuaraan di luar daerah sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan 2026.

Koordinator Bidang Pembinaan dan Prestasi FPTI Makassar Nurmansyah mengatakan sejumlah atlet baru pulang dari kejuaraan di Bandung dan diberi waktu untuk memulihkan kondisi sebelum mengikuti agenda berikutnya.

“Sejumlah atlet baru saja kembali usai mengikuti salah satu kejuaraan panjat tebing yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, dan saat ini diberikan masa istirahat untuk pemulihan,” ujar Nurmansyah.

Konteks itu menunjukkan pembinaan atlet di Makassar tetap berjalan melalui kompetisi berjenjang. Namun, pencoretan panjat tebing dari SEA Games 2027 berarti atlet Sulsel dan daerah lain tidak memiliki jalur pertandingan di pesta olahraga tersebut. Daftar calon atlet Indonesia untuk SEA Games 2027 sendiri belum diumumkan.

BACA JUGA:  Tiga Pelaku Penyerangan Rumah Kontrakan di Makassar Ditangkap, Polisi Buru Pelempar Bom Molotov

SEA Games 2027 dijadwalkan berlangsung di Malaysia pada 18-29 September. Jadwal pertandingan setiap nomor dan komposisi kontingen Indonesia masih menunggu keputusan teknis lanjutan.

SulawesiPos.com – Indonesia kehilangan salah satu sumber medali setelah panjat tebing tidak masuk dalam program final SEA Games 2027 di Malaysia. Komite Eksekutif Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) menetapkan turnamen itu terdiri atas 43 cabang olahraga dan 473 nomor pertandingan yang akan berlangsung pada 18-29 September 2027.

Keputusan tersebut membuat cabang yang selama ini menjadi andalan kontingen Indonesia absen dari ajang olahraga Asia Tenggara. Malaysia tetap menjadi tuan rumah dengan penyelenggaraan tersebar di Kuala Lumpur, Sarawak, Penang, dan Johor.

Sekretaris Umum PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Wahyu Pristiawan Buntoro menilai absennya panjat tebing bukan hanya mengurangi peluang medali, tetapi juga memengaruhi jalur pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi.

“Ini bukan soal untung rugi bagi panjat tebing, yang pasti perolehan medali Indonesia akan berkurang tanpa cabor panjat tebing di SEA Games 2027,” kata Pristiawan.

Indonesia memiliki catatan kuat di cabang tersebut. Pada SEA Games 2011, Indonesia meraih sembilan emas dari 10 nomor panjat tebing. Pada SEA Games 2025 di Thailand, atlet Indonesia kembali merebut empat emas dari enam nomor yang dipertandingkan.

BACA JUGA:  Cari SPBU Saat Melintas di Bone? Ini Beberapa Lokasinya

FPTI juga memandang SEA Games sebagai salah satu tahap penting bagi atlet muda sebelum naik ke Asian Games dan Olimpiade. Kompetisi domestik dan internasional lain kini menjadi ruang penting untuk menjaga jam terbang atlet Indonesia.

Program SEA Games Dipangkas dan Diubah

Selain panjat tebing, daftar final 43 cabang olahraga tidak memuat sejumlah olahraga yang tercantum dalam materi awal atau edisi sebelumnya, termasuk gulat, dayung, kano, dan handball. Futsal putri juga tidak masuk dalam program final, sementara beberapa cabang lain mengalami penyesuaian nomor pertandingan.

Materi carousel yang diunggah akun @ina_badminton turut menyoroti penghapusan atau perubahan pada catur, jiu-jitsu, kickboxing, triathlon, wushu, anggar, serta nomor beregu putra dan putri dalam bulu tangkis.

Rincian nomor pertandingan tetap perlu merujuk pada daftar teknis resmi penyelenggara karena tidak seluruh perubahan dijelaskan terpisah dalam pengumuman program 43 cabang olahraga.

Pemangkasan itu tidak berarti seluruh program SEA Games berkurang tanpa tambahan. Lima cabang—padel, dancesport, teqball, hoki es, dan kabaddi dimasukkan setelah proses pengajuan ulang dari negara peserta.

BACA JUGA:  Andi Amar Dorong Integrasi Data Rumah Sakit, Pasien Tak Perlu Ulang Pemeriksaan

Jalur Pembinaan Atlet Sulsel Ikut Diuji

Perubahan program tersebut memiliki konteks bagi Sulawesi Selatan, yang terus menyiapkan atlet panjat tebing melalui kompetisi daerah dan nasional. FPTI Makassar sebelumnya mengirim atlet mengikuti kejuaraan di luar daerah sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan 2026.

Koordinator Bidang Pembinaan dan Prestasi FPTI Makassar Nurmansyah mengatakan sejumlah atlet baru pulang dari kejuaraan di Bandung dan diberi waktu untuk memulihkan kondisi sebelum mengikuti agenda berikutnya.

“Sejumlah atlet baru saja kembali usai mengikuti salah satu kejuaraan panjat tebing yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, dan saat ini diberikan masa istirahat untuk pemulihan,” ujar Nurmansyah.

Konteks itu menunjukkan pembinaan atlet di Makassar tetap berjalan melalui kompetisi berjenjang. Namun, pencoretan panjat tebing dari SEA Games 2027 berarti atlet Sulsel dan daerah lain tidak memiliki jalur pertandingan di pesta olahraga tersebut. Daftar calon atlet Indonesia untuk SEA Games 2027 sendiri belum diumumkan.

BACA JUGA:  Eks Kepsek SMAN 5 Makassar Mengadu ke Prabowo Usai Dipecat, Minta Status ASN Dipulihkan

SEA Games 2027 dijadwalkan berlangsung di Malaysia pada 18-29 September. Jadwal pertandingan setiap nomor dan komposisi kontingen Indonesia masih menunggu keputusan teknis lanjutan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru