Buka Musda V Demokrat Sulsel, AHY Tekankan Integritas dan Empati Kader

SulawesiPos.com— Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-V yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, Jumat (24/10) malam.

Agenda rutin lima tahunan ini menjadi momentum krusial bagi konsolidasi dan penataan arah politik Partai Demokrat di kawasan timur Indonesia.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang hadir memberikan arahan secara virtual via video conference.

Pembukaan Musda V ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan daerah, seperti Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat Andi Alifian Mallarangeng, serta Ketua DPD I Demokrat Sulsel yang sebentar lagi demisioner, Ni’matullah.

Tampak hadir pula Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang baru saja resmi bergabung sebagai kader Demokrat sekaligus mendaftar sebagai Calon Ketua DPD Demokrat Sulsel, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, dua anggota DPR RI asal Sulsel yakni Andi Muzakkir dan Frederik Kalalembang, serta jajaran anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Sulsel.

Dalam pidato arahannya, Ketum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya konsolidasi organisasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Tiga Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Makassar Dibekuk Polisi

“Musyawarah daerah merupakan sebuah forum konsolidasi formal yang sejatinya setiap saat kita terus melakukan konsolidasi. Bukan hanya setiap 5 tahun sekali, tetapi setiap saat. Karena sejatinya kehidupan dan keberlangsungan organisasi ditentukan oleh seberapa solid hubungan antara kader, pimpinan dengan anggota,” ujar AHY dalam sambutannya.

AHY juga mengingatkan pentingnya belajar dari sejarah serta mendorong pembentukan SDM partai yang berintegritas dan berkompetensi tinggi di tengah tantangan zaman.

“Tunjukkan bahwa Demokrat memiliki sumber daya manusia yang unggul, memiliki kompetensi, tapi juga integritas. Ini dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Modal utama mendapatkan kepercayaan rakyat adalah integritas. Tapi tanpa kompetensi, kita tidak akan ke mana-mana. Sebaliknya, kompetensi tanpa integritas justru berbahaya,” tegas AHY.

Ia turut menginstruksikan kader untuk selalu hadir memberikan empati nyata kepada masyarakat.

“Jaga perasaan rakyat kita, terutama saat menghadapi kesulitan, permasalahan, apakah itu di bidang ekonomi, lapangan pekerjaan, daya beli, menghadapi bencana. Tunjukkan empati dan kepedulian. Jangan turun pada saat kita membutuhkan saja, setiap saat turun ke lapangan,” pesan Ketum Demokrat tersebut.

BACA JUGA:  Gratis! RSUD Daya-RSGM Unhas Buka Operasi Celah Bibir-Langit 7-9 November di Makassar

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengonfirmasi bahwa seluruh pemilik suara menyepakati nama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebagai calon tunggal dalam Musda V ini.

“Jadi mekanisme di Partai Demokrat seluruh pemilik suara diverifikasi atas keabsahan dan keberdukungannya dan setelah kami verifikasi hanya satu calon memang yang muncul dan didukung oleh seluruh pemilik suara. Ada 24 DPC dan satu suara DPD mendukung kepada Appi dan plus Orsap ya satu Orsap gabungan Orsap satu suara jadi ada 26,” ungkap Herman.

Herman menegaskan bahwa meskipun Ketum DPP memiliki hak suara berdasarkan AD/ART, DPP memilih mendorong proses demokrasi yang terbuka.

“Kami lebih mendorong kepada proses demokrasi, proses yang tentu kami ingin tetap menjaga ruang yang ini memberikan keleluasaan bagi siapapun kader baik yang lama maupun yang baru untuk turut serta berkontestasi di dalam proses musyawarah daerah maupun musyawarah cabang nanti pada waktunya,” jelas Sekjen DPP Demokrat itu.

Menyinggung target politik untuk kepengurusan baru di Sulsel, Herman optimistis Demokrat dapat mengembalikan masa kejayaannya di Sulawesi Selatan pada Pemilu mendatang.

BACA JUGA:  Wali Kota Minta Dishub Tampil Gagah di Jalan Raya, Upayakan Lalu Lintas Humanis

“Kalau sekarang tinggal dua, tentu kami paling tidak ingin memenuhi tiga dapil yang ada di sini, tiga kursi di DPR RI. Kemudian bisa menambah seluruh dapil di provinsi ada 11 dapil, kalau sekarang ada 7 kursi, kami ingin seluruh dapil terisi sehingga paling tidak DPRD provinsi 11 anggota. Khusus Makassar, ya karena ketua DPD-nya adalah Wali Kota Makassar, tentu kami optimis bahwa ke depan bisa meraih suara lebih besar dan membidik posisi Ketua DPRD Kota Makassar,” paparnya.

Adapun mengenai arah politik nasional maupun pembahasan figur capres/cawapres, Herman menegaskan bahwa Partai Demokrat saat ini masih fokus menuntaskan konsolidasi internal serta mendukung suksesnya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami belum membicarakan terkait dengan pencapresan. Kami baru pada tahap konsolidasi internal karena baru 20 provinsi yang melakukan Musda. Selain itu, kami sedang berfokus untuk membantu tugas-tugas pemerintahan, terutama menyukseskan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto supaya manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh rakyat,” pungkas Anggota DPR RI yang telah menjabat empat periode ini.

 

SulawesiPos.com— Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-V yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, Jumat (24/10) malam.

Agenda rutin lima tahunan ini menjadi momentum krusial bagi konsolidasi dan penataan arah politik Partai Demokrat di kawasan timur Indonesia.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang hadir memberikan arahan secara virtual via video conference.

Pembukaan Musda V ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan daerah, seperti Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat Andi Alifian Mallarangeng, serta Ketua DPD I Demokrat Sulsel yang sebentar lagi demisioner, Ni’matullah.

Tampak hadir pula Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang baru saja resmi bergabung sebagai kader Demokrat sekaligus mendaftar sebagai Calon Ketua DPD Demokrat Sulsel, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, dua anggota DPR RI asal Sulsel yakni Andi Muzakkir dan Frederik Kalalembang, serta jajaran anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Sulsel.

Dalam pidato arahannya, Ketum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya konsolidasi organisasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Siswi 14 Tahun yang Dilaporkan Hilang di Makassar Ditemukan di Rumah Pacar

“Musyawarah daerah merupakan sebuah forum konsolidasi formal yang sejatinya setiap saat kita terus melakukan konsolidasi. Bukan hanya setiap 5 tahun sekali, tetapi setiap saat. Karena sejatinya kehidupan dan keberlangsungan organisasi ditentukan oleh seberapa solid hubungan antara kader, pimpinan dengan anggota,” ujar AHY dalam sambutannya.

AHY juga mengingatkan pentingnya belajar dari sejarah serta mendorong pembentukan SDM partai yang berintegritas dan berkompetensi tinggi di tengah tantangan zaman.

“Tunjukkan bahwa Demokrat memiliki sumber daya manusia yang unggul, memiliki kompetensi, tapi juga integritas. Ini dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Modal utama mendapatkan kepercayaan rakyat adalah integritas. Tapi tanpa kompetensi, kita tidak akan ke mana-mana. Sebaliknya, kompetensi tanpa integritas justru berbahaya,” tegas AHY.

Ia turut menginstruksikan kader untuk selalu hadir memberikan empati nyata kepada masyarakat.

“Jaga perasaan rakyat kita, terutama saat menghadapi kesulitan, permasalahan, apakah itu di bidang ekonomi, lapangan pekerjaan, daya beli, menghadapi bencana. Tunjukkan empati dan kepedulian. Jangan turun pada saat kita membutuhkan saja, setiap saat turun ke lapangan,” pesan Ketum Demokrat tersebut.

BACA JUGA:  Sampah Menumpuk di Jalan Mallengkeri Makassar Dibersihkan, Lokasi Kerap Jadi Tempat Buang Sampah

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengonfirmasi bahwa seluruh pemilik suara menyepakati nama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebagai calon tunggal dalam Musda V ini.

“Jadi mekanisme di Partai Demokrat seluruh pemilik suara diverifikasi atas keabsahan dan keberdukungannya dan setelah kami verifikasi hanya satu calon memang yang muncul dan didukung oleh seluruh pemilik suara. Ada 24 DPC dan satu suara DPD mendukung kepada Appi dan plus Orsap ya satu Orsap gabungan Orsap satu suara jadi ada 26,” ungkap Herman.

Herman menegaskan bahwa meskipun Ketum DPP memiliki hak suara berdasarkan AD/ART, DPP memilih mendorong proses demokrasi yang terbuka.

“Kami lebih mendorong kepada proses demokrasi, proses yang tentu kami ingin tetap menjaga ruang yang ini memberikan keleluasaan bagi siapapun kader baik yang lama maupun yang baru untuk turut serta berkontestasi di dalam proses musyawarah daerah maupun musyawarah cabang nanti pada waktunya,” jelas Sekjen DPP Demokrat itu.

Menyinggung target politik untuk kepengurusan baru di Sulsel, Herman optimistis Demokrat dapat mengembalikan masa kejayaannya di Sulawesi Selatan pada Pemilu mendatang.

BACA JUGA:  Perbaikan Jalan Aroepala Makassar Dikebut, Lalu Lintas Tetap Berjalan Meski Ada Antrean

“Kalau sekarang tinggal dua, tentu kami paling tidak ingin memenuhi tiga dapil yang ada di sini, tiga kursi di DPR RI. Kemudian bisa menambah seluruh dapil di provinsi ada 11 dapil, kalau sekarang ada 7 kursi, kami ingin seluruh dapil terisi sehingga paling tidak DPRD provinsi 11 anggota. Khusus Makassar, ya karena ketua DPD-nya adalah Wali Kota Makassar, tentu kami optimis bahwa ke depan bisa meraih suara lebih besar dan membidik posisi Ketua DPRD Kota Makassar,” paparnya.

Adapun mengenai arah politik nasional maupun pembahasan figur capres/cawapres, Herman menegaskan bahwa Partai Demokrat saat ini masih fokus menuntaskan konsolidasi internal serta mendukung suksesnya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami belum membicarakan terkait dengan pencapresan. Kami baru pada tahap konsolidasi internal karena baru 20 provinsi yang melakukan Musda. Selain itu, kami sedang berfokus untuk membantu tugas-tugas pemerintahan, terutama menyukseskan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto supaya manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh rakyat,” pungkas Anggota DPR RI yang telah menjabat empat periode ini.

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru