SulawesiPos.com — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menyiapkan langkah pembinaan terpadu bagi kelompok pemuda yang kerap terlibat keributan dan mengganggu keamanan di Kota Makassar. Program ini mengombinasikan pelatihan mental di Sekolah Polisi Negara (SPN) hingga pembukaan akses peluang kerja bersama pengusaha lokal.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Awal Chairuddin, menyatakan penanganan pembuat onar tidak cukup dengan penegakan hukum semata, melainkan membutuhkan perubahan pola pikir dan pembinaan karakter.
“Selama ini mungkin berpikir keras, cepat emosi dengan undangan di medsos itu. Tidak pikir nanti ada korban jiwa, ada korban harta benda,” ujar Awal Chairuddin, menyoroti maraknya aksi kekerasan yang dipicu provokasi media sosial.
Dalam program ini, para pemuda yang diamankan akan diarahkan mengikuti pendidikan dan pelatihan kesadaran diri di SPN. Proses pembinaan juga melibatkan orang tua, ketua RT/RW, hingga lurah setempat guna memastikan pengawasan lanjutan di lingkungan tempat tinggal.
Sebagai bentuk dorongan moral, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Sulsel bersama pihak SPN akan menerbitkan sertifikat kesadaran diri bagi para peserta agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.
Sebagai langkah jangka panjang untuk mencegah residivisme, kepolisian berencana menggandeng pengusaha lokal guna membuka peluang kerja—baik sebagai tenaga harian maupun pekerja proyek—bagi para peserta yang telah menyelesaikan pembinaan.
Polda Sulsel turut mengimbau masyarakat Makassar agar berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan melaporkan potensi bentrokan atau ajakan tawuran melalui layanan Call Center Polri 110 yang beroperasi 24 jam.


