SulawesiPos.com – Sebanyak 50 siswa SMAN 5 Makassar mengikuti kampanye literasi Zero Food Waste yang digelar Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) bersama Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (20/10/2026).
Kegiatan bertema Langkah Kecil, Dampak Global tersebut berlangsung di Aula Prof. Syukur Abdullah, FISIP Unhas, Makassar.
Para siswa diajak memahami dampak sampah makanan terhadap ketahanan pangan dan perubahan iklim, sekaligus mengenali langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi limbah makanan dari lingkungan terdekat.
Dalam kegiatan itu, Asra Virgianita, Ph.D., Associate Professor sekaligus Ketua Klaster Solidaritas Selatan Departemen HI FISIP UI, menyebut literasi sampah makanan perlu dibangun sejak dini.
Menurutnya, kebiasaan mengurangi sampah dapat dimulai dari rumah tangga melalui perubahan perilaku konsumsi.
“Langkah kecil itu bisa dimulai dari rumah, dari rumah tangga teman-teman sendiri,” ujar Asra.
Ia menjelaskan, sampah makanan berkaitan dengan penggunaan air, energi, dan lahan. Sisa makanan yang membusuk di tempat pemrosesan akhir juga menghasilkan emisi gas rumah kaca.
Dalam pemaparannya bertajuk SDGs 12 Campaign: Zero Food Waste Literacy, Small Steps: Global Impact, Asra menyebut Indonesia menghasilkan sampah makanan hingga 14,73 juta ton per tahun dan menjadi negara penghasil sampah makanan terbesar di Asia Tenggara.
Siswa Bahas Tanggung Jawab Industri hingga Kebijakan Sampah
Selain memahami dampak sampah makanan, para siswa berdiskusi mengenai tanggung jawab berbagai pihak dalam mengurangi limbah.
Delapan siswa, termasuk Ketua OSIS SMAN 5 Makassar, mengajukan pertanyaan tentang pola konsumsi, kontribusi industri besar terhadap limbah makanan, kebutuhan regulasi, hingga cara melibatkan orang tua dan kelompok marginal.
Sejumlah peserta juga berbagi praktik pengelolaan sampah yang telah dilakukan. Di antaranya, pemanfaatan sisa makanan dari usaha kuliner untuk budidaya maggot serta program OSIS yang mengolah sampah menjadi kompos.
Menanggapi hal tersebut, Asra menilai penanganan sampah makanan perlu mempertimbangkan dimensi sosial, hukum, dan politik.
Ia juga menekankan pentingnya advokasi kepada pemerintah untuk mendorong regulasi terkait pengelolaan sampah makanan.
Sementara itu, dosen Departemen HI FISIP Unhas, Pusparida Syahdan, S.Sos., M.Si., memaparkan Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah Kota Makassar.
Melalui kebijakan tersebut, rumah tangga diharapkan memilah sampah menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.
“Kita tidak perlu menstigma sampah, karena sampah adalah bagian dari kita juga. Yang penting adalah bagaimana kita mengelola sampah yang kita hasilkan sendiri dan bertanggung jawab atas konsumsi kita,” kata Pusparida.
Ia juga mendorong siswa mengambil peran dalam advokasi kebijakan lingkungan, termasuk dengan menyampaikan pertanyaan kritis kepada calon anggota legislatif saat masa kampanye.
Kegiatan ini turut diisi permainan edukatif dan kuis mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman sebelum dan setelah kegiatan.
Sebelumnya, sambutan disampaikan Ketua Program Studi Sarjana Hubungan Internasional FISIP Unhas, Prof. Seniwati Ismail, M.Hum., Ph.D., serta Guru Besar Departemen HI FISIP UI, Prof. Dr. Fredy Buhama Lumban Tobing.
Keduanya menyoroti pentingnya pengabdian kepada masyarakat dan kolaborasi perguruan tinggi dengan sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 5 Makassar, Dra. Rondiyah, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai ruang berbagi pengetahuan dan dialog bagi siswa.
Kampanye ini merupakan seri ketiga program literasi Zero Food Waste Departemen HI FISIP UI. Program serupa sebelumnya dilaksanakan di Depok bersama Yonsei University dan Ban Ki-moon Foundation, serta di Denpasar melalui kerja sama dengan Universitas Udayana.
Melalui kolaborasi UI, Unhas, dan SMAN 5 Makassar, kegiatan ini diharapkan mendorong generasi muda menerapkan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab serta berkontribusi dalam mengurangi sampah makanan.


