SulawesiPos.com – Aksi unik bek kiri Tim Nasional Spanyol, Marc Cucurella, yang terekam kamera menunduk dan mengubur koin di tepi lapangan New York New Jersey Stadium sesaat sebelum kick-off final Piala Dunia 2026, Senin, 20 Juli 2026, mendadak viral di media sosial.
Usai La Roja memastikan gelar juara dunia kedua mereka lewat kemenangan 1-0 atas Argentina lewat gol Ferran Torres, misteri di balik tindakan tersebut akhirnya terkuak.
Aksi Cucurella tersebut rupanya bukan sekadar gerakan acak, melainkan sebuah ritual lama yang diwariskan langsung oleh Joan Capdevila, bek kiri legendaris yang membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 silam.
Amanat Capdevila dari Final Johannesburg 2010
Media olahraga Spanyol, Cadena SER, melaporkan bahwa Joan Capdevila secara pribadi menghubungi dan meminta Cucurella untuk mengulang kebiasaan unik yang pernah ia lakukan sebelum laga final Piala Dunia 2010 melawan Belanda di Johannesburg, Afrika Selatan.
Kala itu, Spanyol berhasil keluar sebagai juara dunia untuk pertama kalinya usai menang tipis 1-0 lewat babak perpanjangan waktu (extra time).
Uniknya, skenario tersebut terulang persis di tahun 2026 lewat gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106.
“Saya yang meminta Marc Cucurella untuk mengulangi kebiasaan mengubur koin di pinggir lapangan, persis seperti yang pernah saya lakukan sebelum final Piala Dunia 2010 di Johannesburg,” ungkap Joan Capdevila via Cadena SER.
Laporan dari The Independent dan The Guardian turut mengonfirmasi bahwa koin tersebut dikubur sebagai simbol penyerahan ‘keberuntungan’ dan warisan tradisi dari generasi emas 2010 kepada skuad asuhan Luis de la Fuente.
“Koin yang dikubur Cucurella di tepi lapangan merupakan simbol keberuntungan yang diteruskan dari generasi emas 2010 ke skuad Spanyol saat ini. Ini menyambungkan dua final yang sama-sama berakhir 1-0 lewat babak perpanjangan waktu,” tulis laporan The Guardian.
Estafet Generasi dan Bintang Kedua La Roja
Marc Cucurella sendiri tampil sangat solid dan vital di lini pertahanan Spanyol sepanjang turnamen.
Keberhasilannya mengawal sisi kiri pertahanan La Roja membantu Spanyol mencatatkan rekor pertahanan terbaik sekaligus menambah bintang kedua di atas logo jersey mereka, persis 16 tahun setelah era Capdevila.
Nilai berita dari momen ini bukan sekadar terletak pada unsur takhayul di atas lapangan hijau, melainkan bagaimana skuad muda Spanyol mampu merawat kesinambungan emosional dan simbolis dengan para senior pendahulunya.
Di tengah ketegangan laga final yang sangat intensif, ritual kecil Cucurella memberi warna unik dalam perjalanan sejarah Spanyol merengkuh takhta tertinggi sepak bola dunia.


