SulawesiPos.com – Goncalo Ramos kembali menegaskan reputasinya sebagai striker penentu bagi Portugal setelah mencetak gol kemenangan 2-1 atas Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat, 3 Juli 2026 Wita. Penyerang itu masuk ke pusat perhatian setelah menanduk umpan Rafael Leao pada menit 90+4, memastikan Portugal lolos dari laga yang berjalan panas hingga detik akhir.
Gol itu bukan sekadar penutup pertandingan. Sundulan ke gawang Kroasia kembali menunjukkan ciri khas Ramos: muncul pada saat lawan mulai goyah, membaca arah bola lebih cepat, lalu menuntaskan peluang dengan sentuhan yang efisien.
Ramos lahir di Olhao, Portugal, pada 20 Juni 2001. Ia dibesarkan dalam akademi Benfica sebelum meledak di tim utama dan kemudian melanjutkan karier ke Paris Saint-Germain. Dalam pengumuman resmi perpisahan Ramos pekan ini, PSG mencatat sang striker menutup tiga musim dengan 131 penampilan, 45 gol, 10 assist, dan 12 trofi sebelum melanjutkan karier ke AC Milan.
Nama Ramos lebih dulu mendunia saat Piala Dunia 2022 di Qatar. Dalam turnamen itu, ia mencetak hattrick ke gawang Swiss di fase gugur dan langsung ditempatkan sebagai salah satu penyerang masa depan Portugal. Sejak saat itu, Ramos terus dikenal sebagai penyerang yang efektif di kotak penalti, rajin menekan lawan, dan sangat tajam membaca bola kedua.
Bukan Cuma Finisher, Tapi Pembunuh di Momen Akhir
Yang membuat Ramos menonjol bukan hanya jumlah golnya, tetapi waktu kemunculannya. PSG dalam catatan resminya menyebut Ramos berulang kali membuat perbedaan pada menit-menit akhir pertandingan. Klub itu bahkan mencatat enam dari 10 gol terakhir Ramos untuk PSG lahir setelah menit ke-90.
Salah satu contoh paling jelas terjadi saat PSG menang 1-0 atas Nice di Liga Prancis musim 2025-2026. Dalam laporan resmi klub, kemenangan itu lahir dari “bullet header” Ramos pada aksi terakhir pertandingan. Sebelumnya, ia juga mencetak gol menit ke-90 untuk mengunci kemenangan PSG 2-1 atas Barcelona di Liga Champions, lalu menyamakan skor pada menit 90+5 saat melawan Marseille di Trophee des Champions.
Rangkaian itu memperlihatkan satu pola yang sama: Ramos sangat berbahaya ketika pertandingan masuk fase paling tegang. Ia tidak selalu butuh banyak sentuhan. Dalam ruang sempit, duel udara, atau bola silang yang datang terlambat, Ramos sering lebih siap dibanding bek lawan.
Sundulan ke gawang Kroasia kini menambah daftar itu. Di tengah tekanan laga knockout Piala Dunia, Ramos lagi-lagi hadir sebagai eksekutor momen akhir. Portugal memiliki banyak nama besar di lini depan, tetapi untuk urusan membaca celah di kotak penalti dan menuntaskan bola-bola silang, Ramos kembali menunjukkan bahwa ia sering menjadi jawaban terakhir.
Siapa Goncalo Ramos
• Nama lengkap: Goncalo Matias Ramos
• Nama yang benar: Goncalo Ramos, bukan Gonzalo Ramos
• Tempat lahir: Olhao, Portugal
• Tanggal lahir: 20 Juni 2001
• Usia: 25 tahun
• Kebangsaan: Portugal
• Posisi: Penyerang tengah
• Kaki dominan: Kanan
• Tinggi badan: 1,85 meter
• Klub saat ini: AC Milan
• Gabung AC Milan: 30 Juni 2026
• Kontrak di AC Milan: sampai 30 Juni 2031
• Akademi: Olhanense dan Benfica
• Debut profesional: bersama Benfica pada 2019
• Catatan penting di Benfica: lebih dari 100 penampilan dan 41 gol
• Prestasi di Benfica: ikut membawa Benfica juara Primeira Liga 2022/2023
• Momen mendunia: cetak hattrick saat Portugal menang 6-1 atas Swiss di Piala Dunia 2022
• Karakter permainan: striker kotak penalti, agresif menekan, kuat membaca ruang, dan tajam menyambut umpan silang
• Keunggulan utama: finishing cepat, pergerakan tanpa bola, duel udara, dan sundulan kepala
• Peran di Timnas Portugal: jadi salah satu penyerang pelapis sekaligus pembeda di laga besar
• Gol terbaru paling menonjol: mencetak gol kemenangan Portugal atas Kroasia pada menit 90+4 di Piala Dunia 2026
• Pola yang sering muncul: Ramos kerap hadir sebagai penentu di menit akhir, terutama lewat penyelesaian satu sentuhan dan sundulan
• Nilai lebih Ramos: tidak selalu dominan sepanjang laga, tetapi sangat berbahaya saat ada ruang kecil di kotak penal


