SulawesiPos.com – Momen mengharukan diperlihatkan Nico Williams sesaat setelah Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026.
Usai menerima medali juara, pemain sayap Athletic Bilbao itu langsung berlari menuju tribun dan menyerahkan medali emasnya kepada sang ibu, MarÃa Arthuer, yang menyaksikan langsung final melawan Argentina di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, Senin (20/7/2026) WITA.
Aksi tersebut viral di berbagai platform media sosial dan menjadi salah satu momen paling banyak dibicarakan setelah Spanyol memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu.
Media resmi beIN SPORTS menggambarkan momen itu sebagai bentuk penghormatan Nico kepada ibunya yang telah berjuang keras demi masa depan keluarga.
“Nico melepas medali emasnya dan menyerahkannya kepada sang ibu. Ia mendedikasikan kerja keras dan keberhasilannya sebagai penghormatan atas pengorbanan ibunya yang meninggalkan Ghana demi membangun kehidupan baru di Spanyol,” dikutip dari beIN SPORTS.
Kisah Perjuangan Keluarga Williams Kembali Dikenang
Viralnya momen tersebut membuat kisah keluarga Williams kembali menjadi perhatian publik dunia.
Orang tua Nico diketahui meninggalkan Ghana pada era 1990-an demi mencari kehidupan yang lebih baik di Spanyol.
Dalam wawancara kakaknya, Iñaki Williams, dengan The Guardian beberapa tahun lalu, diceritakan bahwa kedua orang tua mereka harus menempuh perjalanan berat melintasi Gurun Sahara sebelum akhirnya tiba di wilayah Melilla, Spanyol.
Mereka kemudian memulai hidup baru dengan bekerja serabutan demi membesarkan keluarga.
Perjalanan penuh pengorbanan itulah yang diyakini menjadi alasan Nico memilih memberikan medali juara dunia kepada ibunya, bukan menyimpannya untuk dirinya sendiri.
Nico: Saya Tidak Bisa Berlari Secepat Ibu Saya
Di tengah viralnya video tersebut, kembali beredar kutipan emosional dari Nico Williams yang menjelaskan alasan di balik tindakannya.
“Saya berlari sangat cepat, tetapi saya tidak bisa berlari secepat ibu saya. Karena beliau pernah melarikan diri dari kematian dan menyeberangi Gurun Sahara dari Ghana ke Spanyol agar saya bisa menjadi seperti sekarang. Saya memberikan medali ini kepada ibu saya karena beliau lebih pantas menerimanya daripada siapa pun,” ujar Nico.
Pernyataan tersebut memperkuat makna simbolis di balik selebrasi Spanyol.
Bagi Nico, trofi dan medali juara bukan hanya hasil perjuangannya di lapangan, tetapi juga buah dari pengorbanan orang tuanya selama puluhan tahun.
Selain berkontribusi membawa Spanyol menjadi juara dunia, Nico Williams juga berperan penting pada laga final dengan memberikan assist untuk gol kemenangan Ferran Torres yang memastikan La Roja mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah.


