Legenda PSM Syamsuddin Umar Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia, Argentina Tetap Berbahaya Lewat Messi

SulawesiPos.com – Legenda PSM Makassar dan mantan pelatih PSM serta Timnas Garuda U-20, Syamsuddin Umar, memprediksi Spanyol akan keluar sebagai juara pada final Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Penilaian itu ia dasarkan pada soliditas pertahanan Spanyol, kekuatan lini tengah, dan kemampuan La Roja melakukan tekanan cepat ketika kehilangan bola.

Jelang final yang dimainkan pada Senin dini hari, 20 Juli 2026, Syamsuddin menilai Spanyol memiliki struktur permainan yang lebih rapi dari belakang sampai depan. Menurut dia, tim itu ditopang kendali Rodri di area sentral, dukungan Marc Cucurella dari sisi pertahanan, serta peran Pedri sebagai pengatur serangan.

Di lini depan, Spanyol juga dinilai memiliki komposisi pemain yang komplet lewat Dani Olmo, Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, dan Nico Williams. Selain itu, produktivitas pertahanan Spanyol sepanjang turnamen disebut menjadi nilai lebih karena baru kebobolan satu gol.

Kolektivitas Spanyol Jadi Nilai Lebih

Syamsuddin melihat kekuatan utama Spanyol terletak pada kolektivitas permainan, terutama di lapangan tengah. Saat kehilangan bola, para pemain Spanyol dinilai sangat cepat melakukan pressing untuk merebut kembali kontrol laga, bahkan dengan jumlah pemain yang lebih banyak di titik perebutan bola.

BACA JUGA:  Lionel Messi Pecahkan Rekor Gol Terbanyak Sepanjang Masa Piala Dunia, Lampaui Miroslav Klose

Menurut dia, secara teknik, kualitas, dan kebugaran, Spanyol dan Argentina relatif berimbang. Namun, Spanyol dinilai sedikit lebih unggul karena kerja sama antarlini mereka lebih padu dan transisi bertahannya lebih cepat.

Di sisi lain, Argentina tetap disebut memiliki kualitas individu yang sangat berbahaya. Tim Tango dinilai bertumpu pada pemain seperti Enzo Fernandez, Julian Alvarez, Lautaro Martinez, Nicolas Gonzalez, dan Lionel Messi sebagai kreator serangan sekaligus pembeda di momen genting.

Messi Bisa Jadi Pembeda, Penalti Bisa Terjadi

Syamsuddin menilai ruang gerak Messi akan sangat menentukan wajah pertandingan. Jika Messi mampu bergerak leluasa, Argentina bisa memecah kebuntuan lewat akselerasi, umpan terobosan, atau solo run yang menembus pertahanan lawan. Sebaliknya, bila Messi ditempel ketat, Argentina diperkirakan tidak akan sebebas biasanya dalam membangun serangan.

Ia juga menilai pertandingan ini bisa ditentukan oleh detail kecil seperti salah passing, salah posisi, hingga rotasi pemain pada menit-menit akhir. Karena kedua tim sama-sama punya kualitas membaca permainan, laga final bahkan dinilai berpeluang berlanjut hingga adu penalti.

BACA JUGA:  Prancis Umumkan Skuad Piala Dunia 2026: Camavinga & Kolo Muani Resmi Dicoret!

Syamsuddin turut menyoroti catatan sejarah yang membuat tantangan Argentina semakin berat. Sejak Brasil menjadi juara dunia dua edisi beruntun pada 1958 dan 1962, belum ada lagi tim yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia dalam dua turnamen berturut-turut.

SulawesiPos.com – Legenda PSM Makassar dan mantan pelatih PSM serta Timnas Garuda U-20, Syamsuddin Umar, memprediksi Spanyol akan keluar sebagai juara pada final Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Penilaian itu ia dasarkan pada soliditas pertahanan Spanyol, kekuatan lini tengah, dan kemampuan La Roja melakukan tekanan cepat ketika kehilangan bola.

Jelang final yang dimainkan pada Senin dini hari, 20 Juli 2026, Syamsuddin menilai Spanyol memiliki struktur permainan yang lebih rapi dari belakang sampai depan. Menurut dia, tim itu ditopang kendali Rodri di area sentral, dukungan Marc Cucurella dari sisi pertahanan, serta peran Pedri sebagai pengatur serangan.

Di lini depan, Spanyol juga dinilai memiliki komposisi pemain yang komplet lewat Dani Olmo, Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, dan Nico Williams. Selain itu, produktivitas pertahanan Spanyol sepanjang turnamen disebut menjadi nilai lebih karena baru kebobolan satu gol.

Kolektivitas Spanyol Jadi Nilai Lebih

Syamsuddin melihat kekuatan utama Spanyol terletak pada kolektivitas permainan, terutama di lapangan tengah. Saat kehilangan bola, para pemain Spanyol dinilai sangat cepat melakukan pressing untuk merebut kembali kontrol laga, bahkan dengan jumlah pemain yang lebih banyak di titik perebutan bola.

BACA JUGA:  Ghana Taklukkan Panama 1-0, Gol Telat Caleb Yirenkyi Jadi Penentu

Menurut dia, secara teknik, kualitas, dan kebugaran, Spanyol dan Argentina relatif berimbang. Namun, Spanyol dinilai sedikit lebih unggul karena kerja sama antarlini mereka lebih padu dan transisi bertahannya lebih cepat.

Di sisi lain, Argentina tetap disebut memiliki kualitas individu yang sangat berbahaya. Tim Tango dinilai bertumpu pada pemain seperti Enzo Fernandez, Julian Alvarez, Lautaro Martinez, Nicolas Gonzalez, dan Lionel Messi sebagai kreator serangan sekaligus pembeda di momen genting.

Messi Bisa Jadi Pembeda, Penalti Bisa Terjadi

Syamsuddin menilai ruang gerak Messi akan sangat menentukan wajah pertandingan. Jika Messi mampu bergerak leluasa, Argentina bisa memecah kebuntuan lewat akselerasi, umpan terobosan, atau solo run yang menembus pertahanan lawan. Sebaliknya, bila Messi ditempel ketat, Argentina diperkirakan tidak akan sebebas biasanya dalam membangun serangan.

Ia juga menilai pertandingan ini bisa ditentukan oleh detail kecil seperti salah passing, salah posisi, hingga rotasi pemain pada menit-menit akhir. Karena kedua tim sama-sama punya kualitas membaca permainan, laga final bahkan dinilai berpeluang berlanjut hingga adu penalti.

BACA JUGA:  Skuad Piala Dunia 2026 Belgia: Perjudian Besar Rudi Garcia dan Babak Terakhir Generasi Emas

Syamsuddin turut menyoroti catatan sejarah yang membuat tantangan Argentina semakin berat. Sejak Brasil menjadi juara dunia dua edisi beruntun pada 1958 dan 1962, belum ada lagi tim yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia dalam dua turnamen berturut-turut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru