El Nino Bikin Kekeringan Panjang dan Cuaca Makin Panas di Sulsel, Ini Penjelasan BMKG

SulawesiPos.com – Dampak El Nino kategori sangat kuat mulai terasa di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Selain memicu kekeringan akibat panjangnya periode tanpa hujan, kondisi cuaca saat ini juga membuat suhu tinggi terasa semakin panas di tubuh.

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, mengatakan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Sulsel merupakan dampak musim kemarau yang berlangsung bersamaan dengan El Nino kategori sangat kuat pada 2026.

“Iya, betul. Jadi kekeringan yang terjadi ini juga merupakan dampak dari musim kemarau yang bersamaan dengan El Nino dengan kategori sangat kuat pada tahun 2026 ini,” kata Rizky kepada SulawesiPos.com, Jumat (4/9/2026) saat dikunjungi di kantornya.

Berdasarkan pemantauan BMKG, sejumlah wilayah Sulsel bagian barat dan selatan telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.

Bahkan, di beberapa wilayah Maros, periode tanpa hujan telah mencapai lebih dari 90 hari.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Hari Ini di Makassar: Langit Berawan, Suhu Capai 34°C

Kondisi tersebut kemudian berdampak pada ketersediaan air dan membuat masyarakat merasakan cuaca yang lebih panas dalam aktivitas sehari-hari.

Suhu Tinggi Terasa Makin Menyengat

Selain dipengaruhi tingginya suhu udara, Rizky menjelaskan, rasa panas bisa dirasakan juga dari kombinasi suhu tinggi dengan kelembapan udara yang rendah dan kondisi angin yang bertiup.

“Itu akan terasa lebih panas di tubuh manusia dibandingkan saat anginnya kencang,” jelasnya.

Kondisi tersebut dirasakan langsung warga Maros, salah satu wilayah yang mengalami periode tanpa hujan cukup panjang, yakni lebih dari 90 hari.

Salah satu warga, Andi Budiman Utomo, mengaku panas dalam beberapa waktu terakhir terasa berbeda dibandingkan biasanya.

“Panas sekali memang sekarang, apalagi lama tidak turun hujan. Kalau mau ke kantor, saya pilih datang lebih pagi, bahkan pulang malam untuk hindari matahari,” katanya.

BMKG sebelumnya memprediksi fenomena El Nino masih berlangsung hingga April 2027.

Namun, pengaruhnya terhadap Sulsel diperkirakan berangsur berkurang ketika memasuki periode angin monsun Asia pada Desember, Januari, dan Februari yang membawa lebih banyak uap air.

BACA JUGA:  BPS: Produksi Beras Awal 2026 Naik Jadi 14,03 Juta Ton, Luas Panen Ikut Tumbuh

SulawesiPos.com – Dampak El Nino kategori sangat kuat mulai terasa di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Selain memicu kekeringan akibat panjangnya periode tanpa hujan, kondisi cuaca saat ini juga membuat suhu tinggi terasa semakin panas di tubuh.

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, mengatakan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Sulsel merupakan dampak musim kemarau yang berlangsung bersamaan dengan El Nino kategori sangat kuat pada 2026.

“Iya, betul. Jadi kekeringan yang terjadi ini juga merupakan dampak dari musim kemarau yang bersamaan dengan El Nino dengan kategori sangat kuat pada tahun 2026 ini,” kata Rizky kepada SulawesiPos.com, Jumat (4/9/2026) saat dikunjungi di kantornya.

Berdasarkan pemantauan BMKG, sejumlah wilayah Sulsel bagian barat dan selatan telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.

Bahkan, di beberapa wilayah Maros, periode tanpa hujan telah mencapai lebih dari 90 hari.

BACA JUGA:  Cuaca Makassar Hari Ini Didominasi Cerah Berawan, BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang

Kondisi tersebut kemudian berdampak pada ketersediaan air dan membuat masyarakat merasakan cuaca yang lebih panas dalam aktivitas sehari-hari.

Suhu Tinggi Terasa Makin Menyengat

Selain dipengaruhi tingginya suhu udara, Rizky menjelaskan, rasa panas bisa dirasakan juga dari kombinasi suhu tinggi dengan kelembapan udara yang rendah dan kondisi angin yang bertiup.

“Itu akan terasa lebih panas di tubuh manusia dibandingkan saat anginnya kencang,” jelasnya.

Kondisi tersebut dirasakan langsung warga Maros, salah satu wilayah yang mengalami periode tanpa hujan cukup panjang, yakni lebih dari 90 hari.

Salah satu warga, Andi Budiman Utomo, mengaku panas dalam beberapa waktu terakhir terasa berbeda dibandingkan biasanya.

“Panas sekali memang sekarang, apalagi lama tidak turun hujan. Kalau mau ke kantor, saya pilih datang lebih pagi, bahkan pulang malam untuk hindari matahari,” katanya.

BMKG sebelumnya memprediksi fenomena El Nino masih berlangsung hingga April 2027.

Namun, pengaruhnya terhadap Sulsel diperkirakan berangsur berkurang ketika memasuki periode angin monsun Asia pada Desember, Januari, dan Februari yang membawa lebih banyak uap air.

BACA JUGA:  Kementan dan Pemda Perkuat Antisipasi Kemarau, Pastikan Pertanaman Padi Gunungkidul Tetap Aman Hingga Masa Panen

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru