Fenomena El Nino di Sulsel, BMKG: Kini Masuk Kategori Sangat Kuat

SulawesiPos.com – Fenomena El Nino di Sulawesi Selatan (Sulsel) kini meningkat ke kategori sangat kuat. Kondisi ini mulai berdampak pada sejumlah wilayah, terutama Sulsel bagian barat dan selatan yang mengalami periode tanpa hujan cukup panjang.

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, mengatakan penguatan El Nino terjadi seiring peningkatan suhu permukaan laut di kawasan Pasifik.

Puncak kondisi tersebut diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

“Jadi untuk suhu itu mengalami puncak sekitar di bulan Agustus hingga bulan September,” jelas Rizky saat ditemui SulawesiPos.com, Jumat (4/9/2026) di kantornya.

Berdasarkan pemantauan BMKG, beberapa wilayah di Sulsel bagian barat dan selatan telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.

Kondisi terpanjang tercatat di wilayah Maros yang telah mengalami lebih dari 90 hari tanpa hujan.

“Berdasarkan pantauan hari tanpa hujan yang kami kumpulkan, itu memang khususnya di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan bagian selatan, ini sudah tidak turun hujan lebih dari 60 hari. Bahkan ada di wilayah Maros itu sudah tidak turun hujan lebih dari 90 hari, seperti itu,” kata Rizky.

BACA JUGA:  BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Pesisir Utara dan Timur Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Petir

Menurutnya, durasi hari tanpa hujan menjadi salah satu indikator yang digunakan BMKG untuk menentukan terjadinya kekeringan meteorologis.

Wilayah yang tidak mengalami hujan selama lebih dari 60 hari dikategorikan mengalami kondisi tersebut.

“Jadi kalau misalkan wilayah tersebut sudah tidak turun hujan lebih dari 60 hari, itu kami sebut sebagai wilayah mengalami kekeringan meteorologis,” ujarnya.

El Nino Bukan Berarti Tidak Hujan

Rizky menegaskan, peningkatan kategori El Nino bukan berarti hujan sama sekali tidak akan turun di Sulsel.

Kondisi atmosfer tertentu tetap dapat memicu pertumbuhan awan hujan, termasuk ketika terjadi gelombang Kelvin atau Rossby maupun pertemuan angin.

Hujan yang muncul pada periode kemarau saat El Nino umumnya bersifat ringan dan hanya terjadi secara lokal.

“Kurang tepat (El Nino disebut sama sekali tidak hujan). Meskipun biasanya hujan yang turun pada periode-periode musim kemarau yang disertai dengan El Nino itu hanya hujan-hujan ringan berskala lokal,” jelasnya.

BACA JUGA:  Peringatan Dini! Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Sulsel

SulawesiPos.com – Fenomena El Nino di Sulawesi Selatan (Sulsel) kini meningkat ke kategori sangat kuat. Kondisi ini mulai berdampak pada sejumlah wilayah, terutama Sulsel bagian barat dan selatan yang mengalami periode tanpa hujan cukup panjang.

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, mengatakan penguatan El Nino terjadi seiring peningkatan suhu permukaan laut di kawasan Pasifik.

Puncak kondisi tersebut diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

“Jadi untuk suhu itu mengalami puncak sekitar di bulan Agustus hingga bulan September,” jelas Rizky saat ditemui SulawesiPos.com, Jumat (4/9/2026) di kantornya.

Berdasarkan pemantauan BMKG, beberapa wilayah di Sulsel bagian barat dan selatan telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.

Kondisi terpanjang tercatat di wilayah Maros yang telah mengalami lebih dari 90 hari tanpa hujan.

“Berdasarkan pantauan hari tanpa hujan yang kami kumpulkan, itu memang khususnya di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan bagian selatan, ini sudah tidak turun hujan lebih dari 60 hari. Bahkan ada di wilayah Maros itu sudah tidak turun hujan lebih dari 90 hari, seperti itu,” kata Rizky.

BACA JUGA:  Angin Kencang Terjang Cibinong, Atap Stadion Pakansari Rusak Parah

Menurutnya, durasi hari tanpa hujan menjadi salah satu indikator yang digunakan BMKG untuk menentukan terjadinya kekeringan meteorologis.

Wilayah yang tidak mengalami hujan selama lebih dari 60 hari dikategorikan mengalami kondisi tersebut.

“Jadi kalau misalkan wilayah tersebut sudah tidak turun hujan lebih dari 60 hari, itu kami sebut sebagai wilayah mengalami kekeringan meteorologis,” ujarnya.

El Nino Bukan Berarti Tidak Hujan

Rizky menegaskan, peningkatan kategori El Nino bukan berarti hujan sama sekali tidak akan turun di Sulsel.

Kondisi atmosfer tertentu tetap dapat memicu pertumbuhan awan hujan, termasuk ketika terjadi gelombang Kelvin atau Rossby maupun pertemuan angin.

Hujan yang muncul pada periode kemarau saat El Nino umumnya bersifat ringan dan hanya terjadi secara lokal.

“Kurang tepat (El Nino disebut sama sekali tidak hujan). Meskipun biasanya hujan yang turun pada periode-periode musim kemarau yang disertai dengan El Nino itu hanya hujan-hujan ringan berskala lokal,” jelasnya.

BACA JUGA:  BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Pesisir Utara dan Timur Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Petir

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru