2 Remaja Tewas Tabrakan dengan Damkar di Parepare

SulawesiPos.com – Dua remaja tewas dalam kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan mobil dinas pemadam kebakaran di pertigaan Jalan Gelora Mandiri-Jalan Lamihade, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 10.30 Wita.

Kecelakaan itu menewaskan Arga Prasetio (11) dan Dirga yang saat kejadian berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z tanpa tanda nomor kendaraan bermotor atau TNKB.

Satu korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan korban lainnya sempat dibawa ke RSUD Andi Makkasau sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat perawatan.

Kasat Lantas Polres Parepare, AKP Rusdi Yunus, mengatakan kecelakaan bermula ketika sepeda motor korban bergerak dari arah timur atau Jalan Lamihade menuju selatan Jalan Gelora Mandiri.

“Sepeda motor Yamaha Jupiter Z tanpa TNKB yang dikendarai oleh Arga Prasetio (11) berboncengan dengan Dirga bergerak dari arah timur ke selatan,” kata Rusdi dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Setibanya di pertigaan, sepeda motor tersebut disebut melebar ke sisi kanan.

BACA JUGA:  Ini Lawan Politik Andi Tenri Walinonong, Adriani Page dan Jejak Empat Periode di DPRD Bone

Pada saat bersamaan, truk damkar Hino yang dikemudikan Saenal (40) melintas dari arah berlawanan.

“Pada saat bergerak, sepeda motor melebar ke samping kanan sehingga bertabrakan dengan mobil truk pemadam kebakaran yang dikemudikan Saenal yang sementara bergerak dari arah selatan ke utara,” ungkap Rusdi.

Benturan Keras di Pertigaan

Benturan keras membuat sepeda motor korban mengalami kerusakan parah.

Mobil damkar yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan pada bagian depan, termasuk kaca yang pecah sebagian.

Di sekitar lokasi, puing kaca kendaraan dan sandal milik korban terlihat berserakan di jalan.

Bekas darah di atas aspal juga telah ditutupi pasir oleh warga sekitar.

Salah seorang warga, Rusli, mengaku baru mengetahui kecelakaan itu ketika warga mulai ramai berdatangan ke lokasi.

Ia melihat dua korban sudah tergeletak sebelum dievakuasi menggunakan ambulans.

“Saya baru lihat pas ramai-ramai orang singgah. Ada dua anak-anak berboncengan motor yang tergeletak. Infonya meninggal dunia, sudah dibawa ambulans ke rumah sakit,” ujar Rusli di lokasi.

BACA JUGA:  Polisi Jeneponto Tantang Duel Pendemo, Ini Pemicu dan Respons Polres

Rusli menyebut mobil damkar tersebut bergerak setelah mengambil pasokan air sebelum tabrakan terjadi di pertigaan.

SulawesiPos.com – Dua remaja tewas dalam kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan mobil dinas pemadam kebakaran di pertigaan Jalan Gelora Mandiri-Jalan Lamihade, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 10.30 Wita.

Kecelakaan itu menewaskan Arga Prasetio (11) dan Dirga yang saat kejadian berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z tanpa tanda nomor kendaraan bermotor atau TNKB.

Satu korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan korban lainnya sempat dibawa ke RSUD Andi Makkasau sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat perawatan.

Kasat Lantas Polres Parepare, AKP Rusdi Yunus, mengatakan kecelakaan bermula ketika sepeda motor korban bergerak dari arah timur atau Jalan Lamihade menuju selatan Jalan Gelora Mandiri.

“Sepeda motor Yamaha Jupiter Z tanpa TNKB yang dikendarai oleh Arga Prasetio (11) berboncengan dengan Dirga bergerak dari arah timur ke selatan,” kata Rusdi dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Setibanya di pertigaan, sepeda motor tersebut disebut melebar ke sisi kanan.

BACA JUGA:  Solid! Mayoritas IKA Unhas Sepakat Dukung Amran Sulaiman Lanjutkan Kepemimpinan

Pada saat bersamaan, truk damkar Hino yang dikemudikan Saenal (40) melintas dari arah berlawanan.

“Pada saat bergerak, sepeda motor melebar ke samping kanan sehingga bertabrakan dengan mobil truk pemadam kebakaran yang dikemudikan Saenal yang sementara bergerak dari arah selatan ke utara,” ungkap Rusdi.

Benturan Keras di Pertigaan

Benturan keras membuat sepeda motor korban mengalami kerusakan parah.

Mobil damkar yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan pada bagian depan, termasuk kaca yang pecah sebagian.

Di sekitar lokasi, puing kaca kendaraan dan sandal milik korban terlihat berserakan di jalan.

Bekas darah di atas aspal juga telah ditutupi pasir oleh warga sekitar.

Salah seorang warga, Rusli, mengaku baru mengetahui kecelakaan itu ketika warga mulai ramai berdatangan ke lokasi.

Ia melihat dua korban sudah tergeletak sebelum dievakuasi menggunakan ambulans.

“Saya baru lihat pas ramai-ramai orang singgah. Ada dua anak-anak berboncengan motor yang tergeletak. Infonya meninggal dunia, sudah dibawa ambulans ke rumah sakit,” ujar Rusli di lokasi.

BACA JUGA:  Bank Sulselbar Serahkan Tiga Unit Mobil Sampah, Dukung Program BerAmal Bone Bersih

Rusli menyebut mobil damkar tersebut bergerak setelah mengambil pasokan air sebelum tabrakan terjadi di pertigaan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru