Cekcok Teman Kos di Pasar Terong Makassar Berujung Maut, Korban Tewas Ditikam Badik

SulawesiPos.com – Cekcok antara dua rekan di sebuah tempat kos kawasan Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berujung maut.

Muhammad Alif alias Koko (25) tewas setelah ditikam badik oleh rekannya, Dirga (22). Peristiwa tersebut terjadi setelah keduanya terlibat pertengkaran di depan kamar korban.

Warga sekitar indekos dikejutkan dengan korban yang tergeletak tak berdaya usai terlibat cekcok dengan pelaku.

Polisi dari Polsek Bontoala, Polrestabes Makassar, hingga Resmob Polda Sulsel kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Korban diketahui merupakan penghuni kos di lantai dua. Kamar korban dan pelaku berada berdekatan sehingga keduanya sudah saling mengenal dan berteman.

Kapolsek Bontoala Makassar Kompol Abdul Samad mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika Dirga menyapa Koko.

Namun, jawaban korban yang dinilai kasar membuat pelaku tersinggung.

“Untuk sementara ketersinggungan ini tersangka naik di kos dan menyapalah, karena antara korban dengan tersangka berteman dia menyapa koko tapi koko menjawab demgan kasar,” ujar Kompol Abdul Samad.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Hari Ini, Minggu 9 Agustus 2026: Mayoritas Wilayah Cerah

Pelaku Pulang Ambil Badik

Kompol Abdul Samad menuturkan, setelah tersinggung, Dirga kemudian pulang ke rumah untuk mengambil sebilah badik.

Pelaku selanjutnya kembali ke tempat kos dan mendatangi korban. Keduanya kemudian terlibat cekcok di depan kamar korban.

Pertengkaran tersebut berakhir tragis. Dirga menikam Koko menggunakan badik hingga korban mengalami dua luka pada bagian leher dan belakang telinga.

Korban kemudian terkapar dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Setelah mendapat inforamsi terjadi penganiayaan saya bersama Reskrim Polsek Bontoala langsung ke TKP dan setelah melihat korban itu sudah terkapar,” katanya.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi kejadian. Badik yang diduga digunakan untuk menikam korban ditemukan di kamar kos pelaku.

“Tadi kami dapat di WC sudah kami amankan,” ucapnya.

Usai Menikam, Pelaku Serahkan Diri

Dirga tidak melarikan diri setelah menikam Koko. Pelaku justru mendatangi Polsek Bontoala dan menyerahkan diri.

Pelaku kini menjalani pemeriksaan dan penahanan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.

BACA JUGA:  Demi Konten Medsos, Tiga Remaja di Makassar Ditangkap Usai Serang Permukiman Warga di Tallo

“Jadi hasil dari pada tadi itu usai menikam pelakunya menyerahkan diri ke polsek bontoala,” katanya.

Sementara itu, jenazah Muhammad Alif alias Koko dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Biddokkes Polda Sulsel untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Polisi masih mendalami motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan pertikaian antara kedua rekan tersebut berujung maut.

Atas perbuatannya, Dirga dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

SulawesiPos.com – Cekcok antara dua rekan di sebuah tempat kos kawasan Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berujung maut.

Muhammad Alif alias Koko (25) tewas setelah ditikam badik oleh rekannya, Dirga (22). Peristiwa tersebut terjadi setelah keduanya terlibat pertengkaran di depan kamar korban.

Warga sekitar indekos dikejutkan dengan korban yang tergeletak tak berdaya usai terlibat cekcok dengan pelaku.

Polisi dari Polsek Bontoala, Polrestabes Makassar, hingga Resmob Polda Sulsel kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Korban diketahui merupakan penghuni kos di lantai dua. Kamar korban dan pelaku berada berdekatan sehingga keduanya sudah saling mengenal dan berteman.

Kapolsek Bontoala Makassar Kompol Abdul Samad mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika Dirga menyapa Koko.

Namun, jawaban korban yang dinilai kasar membuat pelaku tersinggung.

“Untuk sementara ketersinggungan ini tersangka naik di kos dan menyapalah, karena antara korban dengan tersangka berteman dia menyapa koko tapi koko menjawab demgan kasar,” ujar Kompol Abdul Samad.

BACA JUGA:  Pria di Makassar Ditangkap usai Diduga Perkosa Pacar di Hotel, Rekaman Dikirim ke Orang Tua Korban

Pelaku Pulang Ambil Badik

Kompol Abdul Samad menuturkan, setelah tersinggung, Dirga kemudian pulang ke rumah untuk mengambil sebilah badik.

Pelaku selanjutnya kembali ke tempat kos dan mendatangi korban. Keduanya kemudian terlibat cekcok di depan kamar korban.

Pertengkaran tersebut berakhir tragis. Dirga menikam Koko menggunakan badik hingga korban mengalami dua luka pada bagian leher dan belakang telinga.

Korban kemudian terkapar dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Setelah mendapat inforamsi terjadi penganiayaan saya bersama Reskrim Polsek Bontoala langsung ke TKP dan setelah melihat korban itu sudah terkapar,” katanya.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi kejadian. Badik yang diduga digunakan untuk menikam korban ditemukan di kamar kos pelaku.

“Tadi kami dapat di WC sudah kami amankan,” ucapnya.

Usai Menikam, Pelaku Serahkan Diri

Dirga tidak melarikan diri setelah menikam Koko. Pelaku justru mendatangi Polsek Bontoala dan menyerahkan diri.

Pelaku kini menjalani pemeriksaan dan penahanan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.

BACA JUGA:  Demi Konten Medsos, Tiga Remaja di Makassar Ditangkap Usai Serang Permukiman Warga di Tallo

“Jadi hasil dari pada tadi itu usai menikam pelakunya menyerahkan diri ke polsek bontoala,” katanya.

Sementara itu, jenazah Muhammad Alif alias Koko dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Biddokkes Polda Sulsel untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Polisi masih mendalami motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan pertikaian antara kedua rekan tersebut berujung maut.

Atas perbuatannya, Dirga dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru