Hari Kelima, SAR Kerahkan 14 Kapal dan Helikopter Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

SulawesiPos.com – Delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih dalam pencarian hingga Sabtu (12/9/2026).

Memasuki hari kelima, Tim SAR gabungan memperluas operasi dengan mengerahkan 14 kapal dan helikopter HR-3604.

Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal. Mereka berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Delapan orang yang masih dicari yakni Warta (55), kapten kapal; Sukarman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima jurnalis, yaitu M Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Arie Basuki (52) dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

SAR Bagi Pencarian ke Enam Sektor

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan operasi pencarian diperluas dengan membagi wilayah laut menjadi enam sektor, yakni Sektor T, U, Z, W, X, dan Y.

BACA JUGA:  Mahasiswi Telkom University Nadira Az-Zahra Masih Hilang, Keluarga Bantah Kabar Sudah Ditemukan

Total area pencarian melalui jalur laut mencapai sekitar 2.537 nautical mile persegi dengan dukungan 14 kapal.

“Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian,” ujar Al Amrad, Sabtu (12/9/2026).

Pencarian juga dilakukan dari udara menggunakan helikopter HR-3604 di Sektor H dengan cakupan sekitar 2.063 nautical mile persegi. Helikopter tersebut membawa enam personel, yakni Kapten Pnb Dimas, Kapten Pnb Zulham, Lettu Pnb Garini, Peltu Nurdin, Sertu Henri, dan Prada Prasetyo. Tidak ada penumpang dalam penerbangan tersebut.

“Pengerahan helikopter HR-3604 merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pencarian melalui udara,” kata Al Amrad.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan operasi pencarian yang dilakukan hingga Sabtu belum menemukan keberadaan delapan orang tersebut.

Ia menyebut tim menempuh perjalanan sekitar 80 mil atau kurang lebih 140 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar delapan jam.

“Kami memantau sekaligus mencari keberadaan rekan-rekan kita, dan kembali ke sini dengan perjalanan selama 8 jam selepas 80 mil dengan jarak kurang lebih 140 kilometer. Hasil hari ini masih nihil, kita tidak menjumpai keberadaan mereka,” ujar Hengki seusai melakukan operasi pencarian di Dermaga Ciwandan, Banten, Sabtu (12/9/2026).

BACA JUGA:  Masuki Hari Keempat Pencarian 5 Jurnalis Hilang, 11 Kapal Dikerahkan

Tim SAR gabungan juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi gelombang serta arah angin selama operasi berlangsung.

SulawesiPos.com – Delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih dalam pencarian hingga Sabtu (12/9/2026).

Memasuki hari kelima, Tim SAR gabungan memperluas operasi dengan mengerahkan 14 kapal dan helikopter HR-3604.

Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal. Mereka berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Delapan orang yang masih dicari yakni Warta (55), kapten kapal; Sukarman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima jurnalis, yaitu M Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Arie Basuki (52) dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

SAR Bagi Pencarian ke Enam Sektor

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan operasi pencarian diperluas dengan membagi wilayah laut menjadi enam sektor, yakni Sektor T, U, Z, W, X, dan Y.

BACA JUGA:  Pencarian Pria Hilang di Waduk Nipa-Nipa Masih Berlangsung, Tim SAR Perluas Area Penyisiran

Total area pencarian melalui jalur laut mencapai sekitar 2.537 nautical mile persegi dengan dukungan 14 kapal.

“Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian,” ujar Al Amrad, Sabtu (12/9/2026).

Pencarian juga dilakukan dari udara menggunakan helikopter HR-3604 di Sektor H dengan cakupan sekitar 2.063 nautical mile persegi. Helikopter tersebut membawa enam personel, yakni Kapten Pnb Dimas, Kapten Pnb Zulham, Lettu Pnb Garini, Peltu Nurdin, Sertu Henri, dan Prada Prasetyo. Tidak ada penumpang dalam penerbangan tersebut.

“Pengerahan helikopter HR-3604 merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pencarian melalui udara,” kata Al Amrad.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan operasi pencarian yang dilakukan hingga Sabtu belum menemukan keberadaan delapan orang tersebut.

Ia menyebut tim menempuh perjalanan sekitar 80 mil atau kurang lebih 140 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar delapan jam.

“Kami memantau sekaligus mencari keberadaan rekan-rekan kita, dan kembali ke sini dengan perjalanan selama 8 jam selepas 80 mil dengan jarak kurang lebih 140 kilometer. Hasil hari ini masih nihil, kita tidak menjumpai keberadaan mereka,” ujar Hengki seusai melakukan operasi pencarian di Dermaga Ciwandan, Banten, Sabtu (12/9/2026).

BACA JUGA:  Basarnas Makassar Terjunkan Tim Rescue Cari Lansia 70 Tahun yang Hilang di Arasoe Bone

Tim SAR gabungan juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi gelombang serta arah angin selama operasi berlangsung.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru