Dalam pemeriksaan lanjutan, tersangka mengaku diminta seseorang membawa narkotika itu ke Jakarta. Ia juga disebut dijanjikan upah 50 ribu ringgit Malaysia.
“Tersangka Saufi disuruh oleh seseorang untuk membawa ekstasi tersebut ke Jakarta dengan upah RM 50.000,” imbuhnya.
Maskapai Lakukan Peninjauan Internal
Di tengah proses penyidikan di Indonesia, Malaysia Airlines menyatakan menanggapi serius tuduhan terhadap pilotnya dan menyebut akan kooperatif terhadap proses hukum yang berjalan. Maskapai itu menegaskan tidak akan menoleransi pelanggaran apa pun di lingkungan operasionalnya.
“Malaysia Airlines ingin menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut,” katanya dalam pernyataan yang dikutip media Malaysia.
Maskapai tersebut juga menyebut keselamatan, keamanan, dan integritas operasional tetap menjadi prioritas utama sambil menunggu hasil penyelidikan otoritas berwenang.

