Presiden Perintahkan Swasembada Gula Dua Tahun, Mentan Amran Lakukan Langkah Ini

“Swasembada gula adalah keharusan. Pemerintah fokus meningkatkan produktivitas tebu, memperluas areal, menyediakan benih unggul, serta melakukan modernisasi industri gula,” ujar Mentan Amran dalam keterangan resmi sebelumnya.

Perluasan areal tanam ikut menjadi bagian dari strategi. Selain mempertahankan sentra utama seperti Jawa Timur, Lampung, dan Jawa Tengah, pemerintah juga mendorong pengembangan kawasan tebu di provinsi lain seperti Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Hilir dan tata niaga ikut dibenahi

Pembenahan tidak berhenti di kebun. Pemerintah juga menyiapkan revitalisasi pabrik gula, termasuk peningkatan efisiensi melalui elektrifikasi, agar hasil tebu petani tidak berhenti pada kenaikan panen tetapi ikut mendorong kenaikan produksi gula nasional.

Di saat yang sama, Kementan menyoroti tata niaga gula yang dinilai masih bermasalah karena gula lokal kerap sulit terserap di tengah kebutuhan impor.

Karena itu, salah satu jurus yang disiapkan ialah pengendalian impor melalui kebijakan lartas, penguatan regulasi kemitraan antara petani dan pabrik gula, serta implementasi Cadangan Pangan Pemerintah atau CPP Gula.

BACA JUGA:  Aklamasi Bulat di Mubes, Andi Amran Sulaiman Kembali Pimpin IKA Unhas 2026–2030

Dukungan pembiayaan juga masuk dalam skema percepatan. Pemerintah sebelumnya menyiapkan KUR Khusus Tebu, menjaga harga gula petani, serta membuka akses pembiayaan agar petani bisa masuk ke fase peremajaan dan budidaya tanpa tekanan modal yang terlalu berat.

Dengan skema hulu-hilir itu, arah kebijakan Kementan bukan hanya mengejar kenaikan produksi, tetapi juga menekan ketergantungan pada impor gula konsumsi sembari menjaga posisi tawar petani tebu dalam rantai pasok nasional.**

“Swasembada gula adalah keharusan. Pemerintah fokus meningkatkan produktivitas tebu, memperluas areal, menyediakan benih unggul, serta melakukan modernisasi industri gula,” ujar Mentan Amran dalam keterangan resmi sebelumnya.

Perluasan areal tanam ikut menjadi bagian dari strategi. Selain mempertahankan sentra utama seperti Jawa Timur, Lampung, dan Jawa Tengah, pemerintah juga mendorong pengembangan kawasan tebu di provinsi lain seperti Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Hilir dan tata niaga ikut dibenahi

Pembenahan tidak berhenti di kebun. Pemerintah juga menyiapkan revitalisasi pabrik gula, termasuk peningkatan efisiensi melalui elektrifikasi, agar hasil tebu petani tidak berhenti pada kenaikan panen tetapi ikut mendorong kenaikan produksi gula nasional.

Di saat yang sama, Kementan menyoroti tata niaga gula yang dinilai masih bermasalah karena gula lokal kerap sulit terserap di tengah kebutuhan impor.

Karena itu, salah satu jurus yang disiapkan ialah pengendalian impor melalui kebijakan lartas, penguatan regulasi kemitraan antara petani dan pabrik gula, serta implementasi Cadangan Pangan Pemerintah atau CPP Gula.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Gula Dua Tahun, Pesan ke Mentan Amran: Jangan Masuk Rumah Sakit

Dukungan pembiayaan juga masuk dalam skema percepatan. Pemerintah sebelumnya menyiapkan KUR Khusus Tebu, menjaga harga gula petani, serta membuka akses pembiayaan agar petani bisa masuk ke fase peremajaan dan budidaya tanpa tekanan modal yang terlalu berat.

Dengan skema hulu-hilir itu, arah kebijakan Kementan bukan hanya mengejar kenaikan produksi, tetapi juga menekan ketergantungan pada impor gula konsumsi sembari menjaga posisi tawar petani tebu dalam rantai pasok nasional.**

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru