Influencer TikTok Ditemukan Tewas 12 Hari Usai Tuduh Suami Lecehkan Anak

SulawesiPos.com – Influencer Amerika Serikat Sara Gilson ditemukan tewas bersama suaminya, Jeremiah Duffy, di Oklahoma pada Kamis (23/7/2026), hanya 12 hari setelah ia mengunggah tuduhan bahwa suaminya telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak, sementara polisi menduga Duffy menembak Gilson sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.

Kasus itu kembali menyedot perhatian publik setelah mantan suami Gilson, Lyle Landers, mengungkap bahwa perempuan berusia 43 tahun itu selama bertahun-tahun sulit melepaskan diri dari hubungan yang disebutnya abusif.

Dalam wawancara yang dikutip Guardian dari People, Landers mengatakan Duffy seolah memiliki kendali kuat atas Gilson hingga ia tak benar-benar bisa keluar dari hubungan tersebut.

She couldn’t seem to get away,” kata Landers.

Gilson sebelumnya dikenal luas di TikTok lewat konten tentang kehidupan keluarga, mode, dan kesehariannya sebagai ibu dari dua anak.

Namun pada 11 Juli 2026, ia mengunggah video bernada gelap yang menyinggung dugaan bahwa suaminya adalah seorang pedofil dan menulis, “I wish I was joking.”

BACA JUGA:  Istri Korban Ungkap Detik-detik Pria di Makassar Tewas Ditikam Teman saat Pesta Miras

Tuduhan Muncul sebelum Penembakan

Catatan pengadilan yang dikutip Guardian menunjukkan Gilson sempat dua kali mengajukan protective order pada 2021, tetapi keduanya gugur setelah ia tidak hadir di persidangan.

Pada Juni 2026, Gilson kembali mengajukan protective order dan permohonannya kali ini dikabulkan pengadilan.

Hakim memerintahkan Duffy keluar dari rumah Gilson serta menjaga jarak sedikitnya 100 yard dari perempuan itu dan rumahnya.

Dalam dokumen permohonannya, Gilson juga menuliskan bahwa Duffy mengancam bunuh diri dan memiliki senjata api.

Kasus itu berkembang di saat Duffy juga menghadapi tuduhan terpisah dari ibu seorang remaja perempuan berusia 15 tahun.

SulawesiPos.com – Influencer Amerika Serikat Sara Gilson ditemukan tewas bersama suaminya, Jeremiah Duffy, di Oklahoma pada Kamis (23/7/2026), hanya 12 hari setelah ia mengunggah tuduhan bahwa suaminya telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak, sementara polisi menduga Duffy menembak Gilson sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.

Kasus itu kembali menyedot perhatian publik setelah mantan suami Gilson, Lyle Landers, mengungkap bahwa perempuan berusia 43 tahun itu selama bertahun-tahun sulit melepaskan diri dari hubungan yang disebutnya abusif.

Dalam wawancara yang dikutip Guardian dari People, Landers mengatakan Duffy seolah memiliki kendali kuat atas Gilson hingga ia tak benar-benar bisa keluar dari hubungan tersebut.

She couldn’t seem to get away,” kata Landers.

Gilson sebelumnya dikenal luas di TikTok lewat konten tentang kehidupan keluarga, mode, dan kesehariannya sebagai ibu dari dua anak.

Namun pada 11 Juli 2026, ia mengunggah video bernada gelap yang menyinggung dugaan bahwa suaminya adalah seorang pedofil dan menulis, “I wish I was joking.”

BACA JUGA:  Washington Kobarkan Perang Baru, Iran Balas Gempuran AS dan Kunci Urat Nadi Energi Dunia

Tuduhan Muncul sebelum Penembakan

Catatan pengadilan yang dikutip Guardian menunjukkan Gilson sempat dua kali mengajukan protective order pada 2021, tetapi keduanya gugur setelah ia tidak hadir di persidangan.

Pada Juni 2026, Gilson kembali mengajukan protective order dan permohonannya kali ini dikabulkan pengadilan.

Hakim memerintahkan Duffy keluar dari rumah Gilson serta menjaga jarak sedikitnya 100 yard dari perempuan itu dan rumahnya.

Dalam dokumen permohonannya, Gilson juga menuliskan bahwa Duffy mengancam bunuh diri dan memiliki senjata api.

Kasus itu berkembang di saat Duffy juga menghadapi tuduhan terpisah dari ibu seorang remaja perempuan berusia 15 tahun.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru