Sampai Kapan Pemadaman Listrik Bergilir Makassar, PLN Belum Punya Batas Waktu

SulawesiPos.com – Pemadaman bergilir Makassar masih berlangsung pada Kamis (29/10/2026) dan jadwal hari ini berakhir paling lambat pukul 00.00 WITA. Namun, PLN UID Sulselrabar belum menetapkan tanggal penghentian permanen karena sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) belum sepenuhnya pulih dan pengaturan beban masih ditentukan berdasarkan kondisi sistem secara real time.

Untuk Kamis ini, pengaturan beban dan pemeliharaan PLN ULP Karebosi dibagi dalam 11 sesi mulai pukul 12.00 hingga tengah malam. PLN menyebut jadwal tersebut merupakan estimasi awal sehingga waktu padam maupun nyala dapat berubah mengikuti kebutuhan pemeliharaan, keselamatan petugas, dan keseimbangan pasokan dengan beban listrik.

Keterangan PLN mengenai belum adanya batas waktu pemulihan permanen telah disampaikan ketika pengaturan pasokan masih berlangsung di sejumlah wilayah Sulsel. Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan mengatakan pemulihan bergantung pada perkembangan pembangkit serta keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di sistem Sulbagsel.

“Saat ini PLN terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Sulbagsel. Pengaturan pasokan listrik masih diperlukan karena daya mampu pasok sistem belum sepenuhnya kembali optimal,” kata Niki, sebagaimana diberitakan Tribun-Timur pada 23 September 2026.

Dengan kondisi tersebut, pukul 24.00 WITA pada 29 Oktober merupakan batas akhir sesi jadwal harian, bukan kepastian bahwa seluruh pemadaman bergilir di Makassar berhenti setelah waktu itu. Untuk jadwal berikutnya, warga perlu menunggu pengumuman ULP atau kanal resmi PLN sesuai wilayah layanan masing-masing.

Hingga informasi yang tersedia pada 29 Oktober 2026, belum ada tanggal resmi yang diumumkan PLN sebagai batas akhir seluruh pengaturan beban di Makassar. Jadwal 30 Oktober dan hari-hari berikutnya dapat diterbitkan atau diubah berdasarkan kondisi sistem, sehingga pelanggan tidak sebaiknya menjadikan jadwal satu hari sebagai jaminan normalisasi permanen.

Mengapa Pemadaman Bergilir Belum Berakhir?

PLN sebelumnya menjelaskan sistem Sulbagsel masih membutuhkan pengaturan beban karena daya mampu sejumlah pembangkit belum kembali optimal. Satu unit PLTU Jeneponto berkapasitas 125 megawatt telah kembali menyuplai listrik, tetapi pembangkit lain masih dioptimalkan dan diperbaiki.

Pada September, PLN menyebut daya mampu pembangkit hidro Sulbagsel turun dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW. Penurunan sekitar 600 MW itu dikaitkan dengan kondisi hidrologi yang memengaruhi produksi PLTA Poso, Bakaru, Malea, serta sejumlah PLTM.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Gerak Cepat Atasi Krisis Air Bersih, PDAM Fokus Benahi Distribusi di Wilayah Utara

PLN kemudian menyiapkan tambahan pasokan hingga 627 MW, mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto, mengoptimalkan pembangkit yang tersedia, dan berkoordinasi untuk mitigasi kondisi hidrologi. Perusahaan juga menyebut Teknologi Modifikasi Cuaca sebagai salah satu langkah yang dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Pada 27 Oktober, PLN UID Sulselrabar melaporkan tambahan kapasitas 62 MW dari tiga PLTD, yakni 20 MW di Bulukumba, 20 MW di Sidera, Sulawesi Tengah, dan 22 MW di Ladumpi, Sulawesi Tenggara. Penguatan itu ditujukan untuk mengurangi potensi pemadaman, tetapi tidak serta-merta menghapus kebutuhan pemeliharaan dan pengaturan beban di penyulang tertentu.

Direktur Utama PLN sebelumnya menargetkan pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel berangsur seimbang pada akhir September 2026. Pemadaman yang masih terjadi pada akhir Oktober menunjukkan bahwa proses pemulihan dan optimalisasi sistem tetap berlangsung, sedangkan target tersebut tidak dapat dipakai sebagai tanggal pasti berakhirnya pemadaman.

Jadwal Pemadaman Makassar 29 Oktober

Berikut sesi pemeliharaan dan pengaturan beban yang diumumkan untuk wilayah ULP Karebosi pada Kamis (29/10/2026):

1. Pukul 12.00–15.30 WITA — Maccini dan sekitarnya. Wilayahnya mencakup Jalan Urip Sumoharjo, Maccini Baru, Maccini Kidul, Maccini Raya, Maccini Sawah, Maccini Tengah, Kebangkitan, Cumi-Cumi, Masjid Raya, Bawakaraeng, Veteran Utara, Lure, Balana, Kerung-Kerung, Maccini Gusung, Muh Yamin, Abu Bakar Lambogo, Sepakat, AP Pettarani, Bakti, Gotong Royong, Inspeksi Kanal Ablam, Abadi, Maccini, dan Kelapa Tiga.

1. Pukul 12.30–16.00 WITA — Ahmad Yani dan Jalan Irian. Daftarnya meliputi Jalan Ahmad Yani, Nusakambangan, HOS Cokroaminoto, Bulusaraung, KH Ramli, KH Wahid Hasyim, Dr Wahidin Sudirohusodo atau Jalan Irian, Banda, Buru, Sangir, Diponegoro, Lembeh, Lombok, Bali, Butung, dan Tentara Pelajar.

1. Pukul 13.00–16.30 WITA — Gunung Latimojong hingga Lompobattang. Lokasi yang berpotensi terdampak meliputi Jalan Gunung Latimojong, Sungai Poso, Sungai Pareman, Sungai Saddang, Abu Bakar Lambogo, Veteran Utara, Ablam Barat, Gunung Nona, Sungai Limboto, Gunung Salahutu, sebagian Jalan Sudirman, Ince Nurdin, Buntu Torpedo, dan Lompobattang. Fasilitas yang tercantum ialah Hotel Novotel, Hotel Horison, Immim, Manunggal, dan RSIA Sentosa.

BACA JUGA:  Jadwal Pemadaman Listrik Makassar Malam Ini 9 Oktober, Cek Lokasinya

1. Pukul 14.00–17.30 WITA — Tinumbu dan Masjid Raya. Wilayahnya mencakup Jalan Buru, Tinumbu, Tinumbu Lorong 132, Tinumbu Lorong 148, Tinumbu 149A, Andalas, Satanga, Diponegoro, Pajenekang, Laiya, Bontosua, Bulusaraung, dan Masjid Raya.

1. Pukul 15.00–18.30 WITA — Pusat Kota Makassar. Pemeliharaan mencakup Jalan Sultan Hasanuddin, Ali Malaka, Botolempangan, Chairil Anwar, Ince Nurdin, Ranggong, Karunrung, Lasinrang, Lagaligo, Jenderal Sudirman, Dr Sutomo, Emmy Saelan, Sawerigading, Muchtar Lutfi, dan Lamadukelleng.

1. Pukul 15.30–18.30 WITA — Gunung Merapi dan kawasan Sunu. Daftar lokasinya meliputi Jalan Gunung Latimojong, Gunung Merapi, Sungai Pareman, Veteran Utara, Gunung Nona, Sungai Limboto, Bulusalaka, Bambangpuang, Teuku Umar Raya, Sunu 3, Sunu, Sunu 1, Kompleks Unhas, Datuk Patimang, Pongtiku, Datuk Sitiro, Muh Jufri, Adipura, dan Andi Tade.

1. Pukul 16.00–19.00 WITA — Yos Sudarso hingga Panampu. Wilayahnya mencakup Jalan Yos Sudarso, Cakalang, Cakalang 2, Tinumbu, Ujung, Indah, Lembo, Barukang, Galangan Kapal, Sultan Abdullah, Kelurahan, Butta-Butta Cadi, Teuku Umar, Sunu, dan Panampu.

1. Pukul 18.00–21.00 WITA — Ahmad Yani dan Maccini. Lokasinya meliputi Jalan Ahmad Yani, Kajaolalido, Kartini, Sudirman, Bawakaraeng, Sungai Cerekang, Amanagappa, Usman Jafar, Sultan Hasanuddin, Bau Massepe, Andi Makassau, Bulugading, Maccini Raya, Maccini Sawah, Maccini Tengah, Maccini Pasar Malam, Rehabilitasi Cacat, dan Masjid Muhajirin.

1. Pukul 18.30–21.30 WITA — Kawasan pelabuhan dan Jalan Kalimantan. Wilayah yang masuk daftar ialah Jalan Kalimantan, Tentara Pelajar, Butung, Sarappo, Banda, Sulawesi, Nusantara, Lembeh, Timor, Bali, Serui, Sumba, dan Riburanne.

1. Pukul 20.30–23.30 WITA — Rappokalling hingga Lamuru. Pemadaman berpotensi menyasar Jalan Rappokalling, Darul Ma’arif, Ujung Pandang Baru, Korban 40.000 Jiwa, Regge 3, Regge, Ade Irma Nasution, AR Hakim, Tendean, Gatot Subroto, Gatot Subroto 1, Sunu, Panampu, Galangan Kapal, Teuku Umar Raya, Sinassara, Ir Juanda, Teuku Umar 13, Teuku Umar 14, dan Gatot Subroto Baru. Fasilitas dan ruas lain yang tercantum ialah Gedung DPRD Sulsel, Gedung Keuangan, sebagian Jalan Masjid Raya, Jalan Lobak, Kandea, Bandang, Bayam, Sembilan, dan Lamuru.

1. Pukul 21.00–00.00 WITA — Pongtiku, Al Markaz, dan sekitarnya. Lokasinya mencakup Jalan Sunu, Kompleks Unhas, Langgau, Sultan Daeng Raja, Pongtiku, Maccini Raya, Rehabilitasi Cacat, Urip Sumoharjo, Urip Sumoharjo Lorong 2, Adipura, Cumi-Cumi, Al Markaz, Inspeksi Kanal Al Markaz, Perkebunan, dan Karantina.

BACA JUGA:  Makassar Terancam Krisis Air Bersih, 12.717 Rumah di 6 Kecamatan Mulai Terdampak

Daftar sesi terakhir juga mencakup Jalan Kalimantan, Satando, Dakwah, Cakalang, Tarakang, Salemo, Barang Caddi, Barang Lompo, Kodingareng, Muhammadiyah, Andalas, Ujung, Tentara Pelajar, Yos Sudarso, Dr Wahidin Sudirohusodo, sebagian Jalan Urip Sumoharjo, Universitas Muslim Indonesia, serta Jalan Angkasa 1, Jalan Angkasa 2, Jalan Angkasa 3, dan Jalan Angkasa 4.

Dampak Ikutan pada Distribusi Air

Gangguan listrik juga berdampak pada layanan air bersih. Perumda Air Minum Kota Makassar mengumumkan normalisasi tekanan distribusi di sejumlah wilayah pada 28–30 Oktober 2026 setelah pemadaman listrik mengganggu operasional IPA 5 Somba Opu.

Wilayah yang disebut berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Rappocini, Tamalate, Manggala, Mamarajang, Panakkukang, Mariso, serta sebagian Kecamatan Makassar. Warga diminta menyiapkan cadangan air dan mengatur pemakaian untuk kebutuhan memasak, mencuci, serta aktivitas rumah tangga.

Batas 30 Oktober yang disebut PDAM merupakan jadwal normalisasi tekanan distribusi air, bukan pengumuman bahwa pemadaman listrik PLN pasti berakhir pada tanggal tersebut. Pemulihan air dan pemulihan sistem kelistrikan berjalan dalam penanganan yang berbeda.

Cara Memantau Perubahan Jadwal

PLN mengimbau pelanggan memperoleh informasi melalui aplikasi PLN Mobile dan kanal resmi ULP masing-masing. Pengaduan dapat disampaikan melalui Contact Center PLN 123 dengan mencantumkan lokasi, waktu gangguan, dan kondisi jaringan.

Pelanggan rumah sakit, hotel, kampus, kantor, pelaku usaha, serta pengelola fasilitas publik perlu menyiapkan sumber listrik cadangan sesuai kebutuhan. Peralatan elektronik sensitif sebaiknya dimatikan saat listrik padam dan dinyalakan kembali setelah tegangan stabil.

Masyarakat juga diminta tidak menyentuh kabel, gardu, atau jaringan yang terganggu. Penanganan instalasi hanya boleh dilakukan petugas PLN atau tenaga berwenang.

Jawaban atas pertanyaan sampai kapan pemadaman bergilir Makassar berlangsung adalah: jadwal 29 Oktober berakhir hingga sesi terakhir pukul 00.00 WITA, tetapi PLN belum mengumumkan tanggal final berakhirnya pengaturan beban secara keseluruhan. Durasi dan wilayah pemadaman berikutnya tetap bergantung pada pemulihan pembangkit, kapasitas pasokan, pemeliharaan jaringan, dan kondisi sistem Sulbagsel.*

SulawesiPos.com – Pemadaman bergilir Makassar masih berlangsung pada Kamis (29/10/2026) dan jadwal hari ini berakhir paling lambat pukul 00.00 WITA. Namun, PLN UID Sulselrabar belum menetapkan tanggal penghentian permanen karena sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) belum sepenuhnya pulih dan pengaturan beban masih ditentukan berdasarkan kondisi sistem secara real time.

Untuk Kamis ini, pengaturan beban dan pemeliharaan PLN ULP Karebosi dibagi dalam 11 sesi mulai pukul 12.00 hingga tengah malam. PLN menyebut jadwal tersebut merupakan estimasi awal sehingga waktu padam maupun nyala dapat berubah mengikuti kebutuhan pemeliharaan, keselamatan petugas, dan keseimbangan pasokan dengan beban listrik.

Keterangan PLN mengenai belum adanya batas waktu pemulihan permanen telah disampaikan ketika pengaturan pasokan masih berlangsung di sejumlah wilayah Sulsel. Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan mengatakan pemulihan bergantung pada perkembangan pembangkit serta keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di sistem Sulbagsel.

“Saat ini PLN terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Sulbagsel. Pengaturan pasokan listrik masih diperlukan karena daya mampu pasok sistem belum sepenuhnya kembali optimal,” kata Niki, sebagaimana diberitakan Tribun-Timur pada 23 September 2026.

Dengan kondisi tersebut, pukul 24.00 WITA pada 29 Oktober merupakan batas akhir sesi jadwal harian, bukan kepastian bahwa seluruh pemadaman bergilir di Makassar berhenti setelah waktu itu. Untuk jadwal berikutnya, warga perlu menunggu pengumuman ULP atau kanal resmi PLN sesuai wilayah layanan masing-masing.

Hingga informasi yang tersedia pada 29 Oktober 2026, belum ada tanggal resmi yang diumumkan PLN sebagai batas akhir seluruh pengaturan beban di Makassar. Jadwal 30 Oktober dan hari-hari berikutnya dapat diterbitkan atau diubah berdasarkan kondisi sistem, sehingga pelanggan tidak sebaiknya menjadikan jadwal satu hari sebagai jaminan normalisasi permanen.

Mengapa Pemadaman Bergilir Belum Berakhir?

PLN sebelumnya menjelaskan sistem Sulbagsel masih membutuhkan pengaturan beban karena daya mampu sejumlah pembangkit belum kembali optimal. Satu unit PLTU Jeneponto berkapasitas 125 megawatt telah kembali menyuplai listrik, tetapi pembangkit lain masih dioptimalkan dan diperbaiki.

Pada September, PLN menyebut daya mampu pembangkit hidro Sulbagsel turun dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW. Penurunan sekitar 600 MW itu dikaitkan dengan kondisi hidrologi yang memengaruhi produksi PLTA Poso, Bakaru, Malea, serta sejumlah PLTM.

BACA JUGA:  Jadwal Pemadaman Listrik Makassar Malam Ini 9 Oktober, Cek Lokasinya

PLN kemudian menyiapkan tambahan pasokan hingga 627 MW, mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto, mengoptimalkan pembangkit yang tersedia, dan berkoordinasi untuk mitigasi kondisi hidrologi. Perusahaan juga menyebut Teknologi Modifikasi Cuaca sebagai salah satu langkah yang dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Pada 27 Oktober, PLN UID Sulselrabar melaporkan tambahan kapasitas 62 MW dari tiga PLTD, yakni 20 MW di Bulukumba, 20 MW di Sidera, Sulawesi Tengah, dan 22 MW di Ladumpi, Sulawesi Tenggara. Penguatan itu ditujukan untuk mengurangi potensi pemadaman, tetapi tidak serta-merta menghapus kebutuhan pemeliharaan dan pengaturan beban di penyulang tertentu.

Direktur Utama PLN sebelumnya menargetkan pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel berangsur seimbang pada akhir September 2026. Pemadaman yang masih terjadi pada akhir Oktober menunjukkan bahwa proses pemulihan dan optimalisasi sistem tetap berlangsung, sedangkan target tersebut tidak dapat dipakai sebagai tanggal pasti berakhirnya pemadaman.

Jadwal Pemadaman Makassar 29 Oktober

Berikut sesi pemeliharaan dan pengaturan beban yang diumumkan untuk wilayah ULP Karebosi pada Kamis (29/10/2026):

1. Pukul 12.00–15.30 WITA — Maccini dan sekitarnya. Wilayahnya mencakup Jalan Urip Sumoharjo, Maccini Baru, Maccini Kidul, Maccini Raya, Maccini Sawah, Maccini Tengah, Kebangkitan, Cumi-Cumi, Masjid Raya, Bawakaraeng, Veteran Utara, Lure, Balana, Kerung-Kerung, Maccini Gusung, Muh Yamin, Abu Bakar Lambogo, Sepakat, AP Pettarani, Bakti, Gotong Royong, Inspeksi Kanal Ablam, Abadi, Maccini, dan Kelapa Tiga.

1. Pukul 12.30–16.00 WITA — Ahmad Yani dan Jalan Irian. Daftarnya meliputi Jalan Ahmad Yani, Nusakambangan, HOS Cokroaminoto, Bulusaraung, KH Ramli, KH Wahid Hasyim, Dr Wahidin Sudirohusodo atau Jalan Irian, Banda, Buru, Sangir, Diponegoro, Lembeh, Lombok, Bali, Butung, dan Tentara Pelajar.

1. Pukul 13.00–16.30 WITA — Gunung Latimojong hingga Lompobattang. Lokasi yang berpotensi terdampak meliputi Jalan Gunung Latimojong, Sungai Poso, Sungai Pareman, Sungai Saddang, Abu Bakar Lambogo, Veteran Utara, Ablam Barat, Gunung Nona, Sungai Limboto, Gunung Salahutu, sebagian Jalan Sudirman, Ince Nurdin, Buntu Torpedo, dan Lompobattang. Fasilitas yang tercantum ialah Hotel Novotel, Hotel Horison, Immim, Manunggal, dan RSIA Sentosa.

BACA JUGA:  Warga Keluhkan Pemadaman Bergilir, Appi Langsung Undang Manajemen PLN ke Balai Kota Bahas Solusi

1. Pukul 14.00–17.30 WITA — Tinumbu dan Masjid Raya. Wilayahnya mencakup Jalan Buru, Tinumbu, Tinumbu Lorong 132, Tinumbu Lorong 148, Tinumbu 149A, Andalas, Satanga, Diponegoro, Pajenekang, Laiya, Bontosua, Bulusaraung, dan Masjid Raya.

1. Pukul 15.00–18.30 WITA — Pusat Kota Makassar. Pemeliharaan mencakup Jalan Sultan Hasanuddin, Ali Malaka, Botolempangan, Chairil Anwar, Ince Nurdin, Ranggong, Karunrung, Lasinrang, Lagaligo, Jenderal Sudirman, Dr Sutomo, Emmy Saelan, Sawerigading, Muchtar Lutfi, dan Lamadukelleng.

1. Pukul 15.30–18.30 WITA — Gunung Merapi dan kawasan Sunu. Daftar lokasinya meliputi Jalan Gunung Latimojong, Gunung Merapi, Sungai Pareman, Veteran Utara, Gunung Nona, Sungai Limboto, Bulusalaka, Bambangpuang, Teuku Umar Raya, Sunu 3, Sunu, Sunu 1, Kompleks Unhas, Datuk Patimang, Pongtiku, Datuk Sitiro, Muh Jufri, Adipura, dan Andi Tade.

1. Pukul 16.00–19.00 WITA — Yos Sudarso hingga Panampu. Wilayahnya mencakup Jalan Yos Sudarso, Cakalang, Cakalang 2, Tinumbu, Ujung, Indah, Lembo, Barukang, Galangan Kapal, Sultan Abdullah, Kelurahan, Butta-Butta Cadi, Teuku Umar, Sunu, dan Panampu.

1. Pukul 18.00–21.00 WITA — Ahmad Yani dan Maccini. Lokasinya meliputi Jalan Ahmad Yani, Kajaolalido, Kartini, Sudirman, Bawakaraeng, Sungai Cerekang, Amanagappa, Usman Jafar, Sultan Hasanuddin, Bau Massepe, Andi Makassau, Bulugading, Maccini Raya, Maccini Sawah, Maccini Tengah, Maccini Pasar Malam, Rehabilitasi Cacat, dan Masjid Muhajirin.

1. Pukul 18.30–21.30 WITA — Kawasan pelabuhan dan Jalan Kalimantan. Wilayah yang masuk daftar ialah Jalan Kalimantan, Tentara Pelajar, Butung, Sarappo, Banda, Sulawesi, Nusantara, Lembeh, Timor, Bali, Serui, Sumba, dan Riburanne.

1. Pukul 20.30–23.30 WITA — Rappokalling hingga Lamuru. Pemadaman berpotensi menyasar Jalan Rappokalling, Darul Ma’arif, Ujung Pandang Baru, Korban 40.000 Jiwa, Regge 3, Regge, Ade Irma Nasution, AR Hakim, Tendean, Gatot Subroto, Gatot Subroto 1, Sunu, Panampu, Galangan Kapal, Teuku Umar Raya, Sinassara, Ir Juanda, Teuku Umar 13, Teuku Umar 14, dan Gatot Subroto Baru. Fasilitas dan ruas lain yang tercantum ialah Gedung DPRD Sulsel, Gedung Keuangan, sebagian Jalan Masjid Raya, Jalan Lobak, Kandea, Bandang, Bayam, Sembilan, dan Lamuru.

1. Pukul 21.00–00.00 WITA — Pongtiku, Al Markaz, dan sekitarnya. Lokasinya mencakup Jalan Sunu, Kompleks Unhas, Langgau, Sultan Daeng Raja, Pongtiku, Maccini Raya, Rehabilitasi Cacat, Urip Sumoharjo, Urip Sumoharjo Lorong 2, Adipura, Cumi-Cumi, Al Markaz, Inspeksi Kanal Al Markaz, Perkebunan, dan Karantina.

BACA JUGA:  Makassar Terancam Krisis Air Bersih, 12.717 Rumah di 6 Kecamatan Mulai Terdampak

Daftar sesi terakhir juga mencakup Jalan Kalimantan, Satando, Dakwah, Cakalang, Tarakang, Salemo, Barang Caddi, Barang Lompo, Kodingareng, Muhammadiyah, Andalas, Ujung, Tentara Pelajar, Yos Sudarso, Dr Wahidin Sudirohusodo, sebagian Jalan Urip Sumoharjo, Universitas Muslim Indonesia, serta Jalan Angkasa 1, Jalan Angkasa 2, Jalan Angkasa 3, dan Jalan Angkasa 4.

Dampak Ikutan pada Distribusi Air

Gangguan listrik juga berdampak pada layanan air bersih. Perumda Air Minum Kota Makassar mengumumkan normalisasi tekanan distribusi di sejumlah wilayah pada 28–30 Oktober 2026 setelah pemadaman listrik mengganggu operasional IPA 5 Somba Opu.

Wilayah yang disebut berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Rappocini, Tamalate, Manggala, Mamarajang, Panakkukang, Mariso, serta sebagian Kecamatan Makassar. Warga diminta menyiapkan cadangan air dan mengatur pemakaian untuk kebutuhan memasak, mencuci, serta aktivitas rumah tangga.

Batas 30 Oktober yang disebut PDAM merupakan jadwal normalisasi tekanan distribusi air, bukan pengumuman bahwa pemadaman listrik PLN pasti berakhir pada tanggal tersebut. Pemulihan air dan pemulihan sistem kelistrikan berjalan dalam penanganan yang berbeda.

Cara Memantau Perubahan Jadwal

PLN mengimbau pelanggan memperoleh informasi melalui aplikasi PLN Mobile dan kanal resmi ULP masing-masing. Pengaduan dapat disampaikan melalui Contact Center PLN 123 dengan mencantumkan lokasi, waktu gangguan, dan kondisi jaringan.

Pelanggan rumah sakit, hotel, kampus, kantor, pelaku usaha, serta pengelola fasilitas publik perlu menyiapkan sumber listrik cadangan sesuai kebutuhan. Peralatan elektronik sensitif sebaiknya dimatikan saat listrik padam dan dinyalakan kembali setelah tegangan stabil.

Masyarakat juga diminta tidak menyentuh kabel, gardu, atau jaringan yang terganggu. Penanganan instalasi hanya boleh dilakukan petugas PLN atau tenaga berwenang.

Jawaban atas pertanyaan sampai kapan pemadaman bergilir Makassar berlangsung adalah: jadwal 29 Oktober berakhir hingga sesi terakhir pukul 00.00 WITA, tetapi PLN belum mengumumkan tanggal final berakhirnya pengaturan beban secara keseluruhan. Durasi dan wilayah pemadaman berikutnya tetap bergantung pada pemulihan pembangkit, kapasitas pasokan, pemeliharaan jaringan, dan kondisi sistem Sulbagsel.*

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru