SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan sekitar 100 gedung permanen Sekolah Rakyat dari Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).
Sekolah Rakyat Sudiang dipilih sebagai pusat kegiatan, sementara sekolah di daerah lain akan mengikuti prosesi peresmian secara daring.
Agenda tersebut menjadi bagian dari refleksi satu tahun pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial.
Namun, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut jadwal peresmian masih menyesuaikan agenda Presiden.
“kami memang mengundang Bapak Presiden untuk bisa mendapatkan laporan secara langsung tentang perkembangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” kata Saifullah Yusuf saat ditemui di Makassar, Senin (26/10/2026).
Saifullah mengatakan pemerintah berharap Presiden dapat meresmikan gedung-gedung permanen yang telah selesai maupun yang berada pada tahap penyelesaian.
Ia kembali menegaskan bahwa waktu pelaksanaan masih menunggu kepastian dari agenda kepresidenan.
“Kita masih menyesuaikan agenda Bapak Presiden,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di kawasan Sekolah Rakyat Sudiang. Lokasi seremoni utama disiapkan di gedung olahraga (GOR) yang berada di sekitar kompleks sekolah, bukan di dalam gedung sekolah.
Sekitar 7.000 orang diperkirakan hadir di lokasi. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebelumnya menyebut GOR Sudiang disiapkan sebagai tempat peresmian karena mampu menampung peserta dalam jumlah besar.
“Ada berapa ribu orang itu, sekitar 7 ribu orang akan berada di situ,” kata Dody saat meninjau Sekolah Rakyat Sudiang, September 2026.
Peresmian akan menghubungkan lokasi utama di Makassar dengan sekolah-sekolah lain di berbagai daerah melalui siaran daring.
Masyarakat juga dapat mengikuti rangkaian acara melalui layanan live streaming yang disiapkan penyelenggara.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Selain pembelajaran akademik, siswa mendapat pendampingan untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan kemandirian.
Kemensos menyebut program tersebut menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai dasar sasaran penerima.
Pada tahun ajaran 2026/2027, program ini telah menjaring puluhan ribu siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Pemerintah menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat terus diperluas.
Fasilitas tersebut diarahkan untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mendukung upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.


