Tawuran Warga Rajawali dan Kokolojia Pecah di Makassar, 100 Pemuda Bawa Senjata Tajam

SulawesiPos.com — Tawuran melibatkan warga Jalan Rajawali dan Kampung Kokolojia kembali pecah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (16/9/2026) dini hari. Sekitar 100 pemuda disebut datang membawa busur, parang, dan petasan hingga polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Peristiwa itu terjadi di pertigaan Jalan Garuda dan Jalan Ampera, Kecamatan Mariso, sekitar pukul 01.50 Wita. Tawuran melibatkan pemuda Jalan Rajawali Lorong 3 dengan pemuda dari Kampung Kokolojia.

Polisi dari Polsek Mariso, Polrestabes Makassar, hingga Polda Sulsel kemudian mendatangi lokasi setelah dua kelompok pemuda terlibat saling serang.

“Petugas kemudian membubarkan kedua kelompok yang terlibat,” ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Achmad kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).

Jafar mengatakan, keributan bermula ketika kelompok pemuda dari arah Kampung Kokolojia mendatangi kawasan Jalan Rajawali 3. Kelompok tersebut kemudian menyerang menggunakan petasan atau kembang api.

Pemuda di Jalan Rajawali 3 lalu keluar dan melakukan perlawanan. Berdasarkan keterangan saksi, penyerangan tersebut diduga merupakan aksi balasan atas kejadian pada malam sebelumnya.

BACA JUGA:  Polisi Ringkus 7 Remaja Tawuran di Jalan Maccini Makassar, Pelaku Gertak Lawan Pakai Senjata Mainan

“Saksi menduga penyerangan tersebut merupakan aksi balasan. Sebab, malam sebelumnya pemuda Jalan Rajawali 3 disebut melakukan penyerangan ke Kampung Kokolojia,” kata Jafar.

Sebelum tawuran pecah, saksi juga melihat sejumlah pemuda melakukan provokasi menggunakan sepeda motor di kawasan Jalan Rajawali.

Tidak lama berselang, kelompok dari arah Kampung Kokolojia datang dalam jumlah besar menuju Jalan Rajawali 3.

“Tak lama kemudian, sekitar 100 pemuda dari arah Pasar Kokolojia datang membawa anak panah atau busur, parang, dan petasan,” beber Jafar.

Petugas yang tiba di lokasi kemudian berupaya membubarkan kedua kelompok. Polisi bahkan melepaskan tembakan gas air mata sebelum melakukan penyisiran di sekitar lokasi tawuran.

“Pembubaran dilakukan menggunakan tembakan gas air mata. Setelah situasi berhasil dikendalikan, anggota kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi,” jelas Jafar.

Dalam penyisiran tersebut, polisi mengamankan tiga pemuda yang diduga terlibat dalam tawuran. Ketiganya masing-masing berinisial MRA (16), HR (32), dan AS (16).

BACA JUGA:  Kompolnas Pastikan Remaja di Makassar Tewas Akibat Tembakan Polisi, Tak Ada Memar

Selain mengamankan ketiga pemuda tersebut, polisi juga menemukan sejumlah busur panah di lokasi kejadian.

“Anggota juga mengamankan sembilan anak panah atau busur yang ditemukan di lokasi. Ketiga pemuda tersebut selanjutnya dibawa ke Polsek Mariso untuk menjalani proses lebih lanjut,” pungkasnya.

SulawesiPos.com — Tawuran melibatkan warga Jalan Rajawali dan Kampung Kokolojia kembali pecah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (16/9/2026) dini hari. Sekitar 100 pemuda disebut datang membawa busur, parang, dan petasan hingga polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Peristiwa itu terjadi di pertigaan Jalan Garuda dan Jalan Ampera, Kecamatan Mariso, sekitar pukul 01.50 Wita. Tawuran melibatkan pemuda Jalan Rajawali Lorong 3 dengan pemuda dari Kampung Kokolojia.

Polisi dari Polsek Mariso, Polrestabes Makassar, hingga Polda Sulsel kemudian mendatangi lokasi setelah dua kelompok pemuda terlibat saling serang.

“Petugas kemudian membubarkan kedua kelompok yang terlibat,” ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Achmad kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).

Jafar mengatakan, keributan bermula ketika kelompok pemuda dari arah Kampung Kokolojia mendatangi kawasan Jalan Rajawali 3. Kelompok tersebut kemudian menyerang menggunakan petasan atau kembang api.

Pemuda di Jalan Rajawali 3 lalu keluar dan melakukan perlawanan. Berdasarkan keterangan saksi, penyerangan tersebut diduga merupakan aksi balasan atas kejadian pada malam sebelumnya.

BACA JUGA:  Massa Tawuran di Ujung Bori Makassar Bubar, Jalan Dipenuhi Batu dan Pecahan Material

“Saksi menduga penyerangan tersebut merupakan aksi balasan. Sebab, malam sebelumnya pemuda Jalan Rajawali 3 disebut melakukan penyerangan ke Kampung Kokolojia,” kata Jafar.

Sebelum tawuran pecah, saksi juga melihat sejumlah pemuda melakukan provokasi menggunakan sepeda motor di kawasan Jalan Rajawali.

Tidak lama berselang, kelompok dari arah Kampung Kokolojia datang dalam jumlah besar menuju Jalan Rajawali 3.

“Tak lama kemudian, sekitar 100 pemuda dari arah Pasar Kokolojia datang membawa anak panah atau busur, parang, dan petasan,” beber Jafar.

Petugas yang tiba di lokasi kemudian berupaya membubarkan kedua kelompok. Polisi bahkan melepaskan tembakan gas air mata sebelum melakukan penyisiran di sekitar lokasi tawuran.

“Pembubaran dilakukan menggunakan tembakan gas air mata. Setelah situasi berhasil dikendalikan, anggota kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi,” jelas Jafar.

Dalam penyisiran tersebut, polisi mengamankan tiga pemuda yang diduga terlibat dalam tawuran. Ketiganya masing-masing berinisial MRA (16), HR (32), dan AS (16).

BACA JUGA:  Otak Penyerangan Geng Motor di GOR Sudiang Makassar Ditangkap, Total 13 Orang Diamankan

Selain mengamankan ketiga pemuda tersebut, polisi juga menemukan sejumlah busur panah di lokasi kejadian.

“Anggota juga mengamankan sembilan anak panah atau busur yang ditemukan di lokasi. Ketiga pemuda tersebut selanjutnya dibawa ke Polsek Mariso untuk menjalani proses lebih lanjut,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru