SulawesiPos.com — Setelah vakum selama empat tahun sejak 2022, perhelatan musik tahunan Makassar Jazz Festival (MJF) dipastikan kembali menyapa para penikmat musik tanah air. Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 mendatang di kawasan cagar budaya Benteng Fort Rotterdam, salah satu ikon sejarah paling tersohor di Kota Makassar.
Ketua Makassar Jazz Society sekaligus Advisor MJF, Andi Mangara, mengungkapkan bahwa kembalinya gelaran ini akan membawa sentuhan istimewa.
Tidak sekadar menyuguhkan alunan musik jazz, festival ini dirancang untuk menonjolkan kekayaan warisan sejarah (heritage) serta ragam kuliner khas Makassar yang terkenal, seperti Coto Makassar, Konro, dan Pallubasa.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang mendorong MJF untuk naik kelas dan memperkuat posisi Makassar di peta musik nasional.
“Pak Wali menginginkan even MJF ini berkelas internasional dan Makassar menjadi kota jazz di Indonesia, seperti even Java Jazz di Jakarta, Ngayogjazz, atau Prambanan Jazz Festival di Jogja,” ujar Andi Mangara, Rabu (16/9/2026).
Sederet musisi papan atas nasional diproyeksikan mengisi panggung MJF 2026, di antaranya Indra Lesmana, Eva Celia, Nadhif Basalamah, hingga Wijaya 80. Tak ketinggalan, ruang ekspresi juga diberikan kepada musisi lokal, salah satunya Mangara Jazz Project, grup jazz bentukan Andi Mangara yang mengusung genre Ethno Jazz Fusion.
Perjalanan Makassar Jazz Festival di Benteng Fort Rotterdam memiliki rekam jejak panjang sejak pertama kali dihelat pada 20 November 2009. Kala itu, panggung perdana diwarnai kolaborasi spektakuler antara Gilang Ramadhan, Tohpati, dan maestro gendang kenamaan Makassar, Daeng Serang Dakko. Sepanjang sejarahnya, festival ini juga sempat menjadi panggung bagi legenda musik jazz Indonesia, seperti mendiang Idang Rasjidi, Idham Noorsaid, Fariz RM, hingga diva jazz Syaharani.

