Mirip Mochi Jepang, Bayao Pannyu Jadi Kue Tradisional Khas Makassar yang Kembali Dilirik

SulawesiPos.com – Di tengah tren camilan modern dan dessert luar negeri yang semakin populer, Sulawesi Selatan ternyata memiliki kue tradisional dengan tampilan yang tak kalah menarik.

Namanya Bayao Pannyu, jajanan khas Bugis-Makassar yang sekilas menyerupai mochi Jepang.

Dalam bahasa Makassar, bayao pannyu berarti “telur penyu”. Nama tersebut muncul karena bentuk kuenya yang bulat kecil berwarna putih, menyerupai telur penyu atau bola pingpong.

Di beberapa daerah, kue ini juga dikenal dengan sebutan onde-onde tallo’ pannyu.

Sekilas Mirip Mochi, Tapi Punya Ciri Khas Sendiri

Bayao Pannyu dibuat dari adonan tepung ketan yang menghasilkan tekstur lembut dan kenyal. Sekilas, tampilannya memang mirip mochi atau klepon. Namun, yang membedakannya adalah bagian isi dan balurannya.

Secara tradisional, kue ini menggunakan isian unti kelapa yaitu campuran kelapa dan gula merah yang biasa ditemukan pada jajanan khas Bugis-Makassar.

Setelah direbus hingga matang, permukaannya dibaluri tepung beras sangrai sehingga tampilannya menyerupai bola salju kecil.

BACA JUGA: 
Mie Titi, Kuliner Legendaris Khas Makassar yang Tetap Eksis hingga Kini

Perpaduan tekstur kenyal di luar dan isian manis di dalam membuat kue ini tetap digemari hingga sekarang.

Kini Hadir dengan Variasi Modern

Seiring berkembangnya tren kuliner, Bayao Pannyu juga mulai hadir dengan berbagai inovasi rasa. Selain isian tradisional, kini beberapa kreasi menggunakan isian cokelat yang memberikan sensasi rasa lebih modern.

Bahkan, ada pula yang menyajikannya menggunakan tusukan sate kecil sehingga tampilannya menyerupai dango, jajanan khas Jepang.

Bentuk penyajian ini membuat Bayao Pannyu terlihat lebih kekinian tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya.

Cara Membuat yang Masih Sederhana

Meski tampil unik, proses pembuatan Bayao Pannyu sebenarnya cukup sederhana dan masih bisa dibuat sendiri di rumah. Salah satu resep yang banyak dibagikan berasal dari kreator kuliner Instagram @atikasumarsono.

Bahan-bahan

Kulit putih:

  • 150 gram tepung ketan
  • ⁠50 gram tepung beras
  • ⁠200–250 ml air
  • ⁠Tepung beras sangrai untuk baluran

Kulit cokelat:

  • 150 gram tepung ketan
  • 50 gram tepung beras
  • 15 gram cokelat bubuk
  • ⁠200–250 ml air
BACA JUGA: 
Roti Mantou, Kuliner Rumah Tangga yang Jadi Ikon Kota Parepare

Isian cokelat:

  • Mentega atau margarin
  • ⁠Tepung terigu
  • Susu bubuk
  • Cokelat bubuk
  • Air secukupnya

Isian tradisional:

  • Unti kelapa

Cara Membuat

  1. Buat adonan isi terlebih dahulu hingga teksturnya halus dan bisa dibentuk.
  2. Campurkan bahan kulit, lalu tambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonan kalis.
  3. ⁠Pipihkan adonan kulit dan isi bagian tengahnya sesuai selera.
  4. ⁠Bentuk bulat hingga menyerupai telur penyu kecil.
  5. Rebus dalam air mendidih hingga adonan mengapung, lalu tiriskan.
  6. Baluri dengan tepung beras sangrai atau cokelat bubuk sebelum disajikan.

Bayao Pannyu menjadi salah satu contoh bagaimana jajanan tradisional tetap bisa bertahan di tengah perubahan zaman.

Lewat variasi rasa dan tampilan yang lebih modern, kue khas Makassar ini perlahan kembali menarik perhatian, terutama di kalangan anak muda.

Meski tampil lebih kekinian, ciri khasnya sebagai kue tradisional Bugis-Makassar tetap terasa sederhana, manis, dan penuh cita rasa lokal.

SulawesiPos.com – Di tengah tren camilan modern dan dessert luar negeri yang semakin populer, Sulawesi Selatan ternyata memiliki kue tradisional dengan tampilan yang tak kalah menarik.

Namanya Bayao Pannyu, jajanan khas Bugis-Makassar yang sekilas menyerupai mochi Jepang.

Dalam bahasa Makassar, bayao pannyu berarti “telur penyu”. Nama tersebut muncul karena bentuk kuenya yang bulat kecil berwarna putih, menyerupai telur penyu atau bola pingpong.

Di beberapa daerah, kue ini juga dikenal dengan sebutan onde-onde tallo’ pannyu.

Sekilas Mirip Mochi, Tapi Punya Ciri Khas Sendiri

Bayao Pannyu dibuat dari adonan tepung ketan yang menghasilkan tekstur lembut dan kenyal. Sekilas, tampilannya memang mirip mochi atau klepon. Namun, yang membedakannya adalah bagian isi dan balurannya.

Secara tradisional, kue ini menggunakan isian unti kelapa yaitu campuran kelapa dan gula merah yang biasa ditemukan pada jajanan khas Bugis-Makassar.

Setelah direbus hingga matang, permukaannya dibaluri tepung beras sangrai sehingga tampilannya menyerupai bola salju kecil.

BACA JUGA: 
Sanggara Balanda Naik Level! Dari Kudapan Tradisional Kini Hadir dengan Varian Modern

Perpaduan tekstur kenyal di luar dan isian manis di dalam membuat kue ini tetap digemari hingga sekarang.

Kini Hadir dengan Variasi Modern

Seiring berkembangnya tren kuliner, Bayao Pannyu juga mulai hadir dengan berbagai inovasi rasa. Selain isian tradisional, kini beberapa kreasi menggunakan isian cokelat yang memberikan sensasi rasa lebih modern.

Bahkan, ada pula yang menyajikannya menggunakan tusukan sate kecil sehingga tampilannya menyerupai dango, jajanan khas Jepang.

Bentuk penyajian ini membuat Bayao Pannyu terlihat lebih kekinian tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya.

Cara Membuat yang Masih Sederhana

Meski tampil unik, proses pembuatan Bayao Pannyu sebenarnya cukup sederhana dan masih bisa dibuat sendiri di rumah. Salah satu resep yang banyak dibagikan berasal dari kreator kuliner Instagram @atikasumarsono.

Bahan-bahan

Kulit putih:

  • 150 gram tepung ketan
  • ⁠50 gram tepung beras
  • ⁠200–250 ml air
  • ⁠Tepung beras sangrai untuk baluran

Kulit cokelat:

  • 150 gram tepung ketan
  • 50 gram tepung beras
  • 15 gram cokelat bubuk
  • ⁠200–250 ml air
BACA JUGA: 
Rahasia Membuat Tumbuk, Makanan Tradisional Bugis-Makassar

Isian cokelat:

  • Mentega atau margarin
  • ⁠Tepung terigu
  • Susu bubuk
  • Cokelat bubuk
  • Air secukupnya

Isian tradisional:

  • Unti kelapa

Cara Membuat

  1. Buat adonan isi terlebih dahulu hingga teksturnya halus dan bisa dibentuk.
  2. Campurkan bahan kulit, lalu tambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonan kalis.
  3. ⁠Pipihkan adonan kulit dan isi bagian tengahnya sesuai selera.
  4. ⁠Bentuk bulat hingga menyerupai telur penyu kecil.
  5. Rebus dalam air mendidih hingga adonan mengapung, lalu tiriskan.
  6. Baluri dengan tepung beras sangrai atau cokelat bubuk sebelum disajikan.

Bayao Pannyu menjadi salah satu contoh bagaimana jajanan tradisional tetap bisa bertahan di tengah perubahan zaman.

Lewat variasi rasa dan tampilan yang lebih modern, kue khas Makassar ini perlahan kembali menarik perhatian, terutama di kalangan anak muda.

Meski tampil lebih kekinian, ciri khasnya sebagai kue tradisional Bugis-Makassar tetap terasa sederhana, manis, dan penuh cita rasa lokal.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru