SulawesiPos.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada area kuburan batu di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah berhasil dipadamkan. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas tujuh hektare.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan kebakaran terjadi pada 24 Oktober 2026. Api berhasil dipadamkan sekitar 16 jam setelah kejadian.
“Kami sampaikan bahwa kejadian ini sebenarnya sudah terjadi pada tanggal 24 Oktober yang lalu dan sudah dipadamkan 16 jam lebih setelah api mulai terjadi,” kata Berton dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Jakarta, belum lama ini.
Berton menjelaskan, total area yang terbakar mencapai tujuh hektare, termasuk kawasan kuburan batu yang turut terdampak.
Kebakaran tersebut melanda dua wilayah, yakni Lembang Rangri dan Lembang Ratte di Kabupaten Toraja Utara.
Informasi penanganan karhutla itu disampaikan BNPB menyusul pertanyaan media mengenai kebakaran yang berdampak pada salah satu kawasan pemakaman batu di Toraja Utara.
Meski api telah berhasil dipadamkan, BNPB menyebut kondisi fisik situs kuburan batu yang terdampak masih memerlukan informasi lebih lanjut dari pihak berwenang setempat.
Dengan demikian, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan pada situs pemakaman batu akibat kebakaran tersebut.


