Pertamina Tambah 193.200 Tabung LPG 3 Kg di Sulselbar, Penyaluran Capai 109,6 Persen

SulawesiPos.com – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat penyaluran LPG 3 Kg di sejumlah wilayah Sulawesi sepanjang September 2026.

Di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, tambahan pasokan mencapai 193.200 tabung pada periode 14-19 September 2026.

Tambahan tersebut disalurkan melalui skema extra dropping untuk merespons peningkatan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan LPG 3 Kg di jaringan resmi.

Di Sulawesi Selatan, tambahan pasokan di Kota Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar mencapai 100 persen di atas rata-rata penyaluran harian.

Sementara di wilayah Sulselbar lainnya, tambahan pasokan diberikan sekitar 50 persen di atas rata-rata penyaluran normal.

Namun, tambahan distribusi tersebut berbeda dengan penambahan kuota tahunan.

Data Pertamina hingga 15 September 2026 menunjukkan realisasi penyaluran LPG 3 Kg di Sulawesi Selatan telah mencapai 224.233 metrik ton, sedangkan kuota berjalan tercatat 204.608 metrik ton atau sekitar 109,6 persen.

Tambahan Pasokan di Sejumlah Wilayah Sulawesi

Penguatan distribusi juga dilakukan di sejumlah provinsi lain dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.

Di Sulawesi Tengah, Pertamina menambah suplai LPG 3 Kg sekitar 66 persen dari rata-rata penyaluran normal untuk wilayah Morowali.

Sementara di Sulawesi Utara dan Gorontalo, penyesuaian dilakukan berdasarkan kondisi di masing-masing daerah.

BACA JUGA:  Geopolitik Memanas, Indonesia Perkuat Benteng Pangan dan Energi dari Sawit hingga Singkong

Salah satunya di Kota Tomohon, dengan tambahan suplai mencapai 46,9 persen dari rata-rata penyaluran normal.

Adapun di Sulawesi Tenggara, penyaluran LPG 3 Kg pada September masih berjalan sesuai alokasi normal.

Pertamina tetap memantau perkembangan kebutuhan dan kondisi distribusi di lapangan untuk menentukan penyesuaian apabila diperlukan.

Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo mengatakan penguatan distribusi dilakukan agar LPG bersubsidi tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak.

“Kami terus memperkuat kembali penyaluran LPG 3 Kg di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Saat ini kami menyalurkan extra dropping sebanyak 193.200 tabung atau sekitar 50-100 persen di atas rerata penyaluran harian. Kami ingin memastikan pasokan tetap tersedia dan dapat diterima masyarakat yang memang berhak,” ujar Okky.

Penyaluran Makassar Diperkuat Bertahap

Khusus Kota Makassar, tambahan pasokan sepanjang 10-17 September telah mencapai lebih dari 60.000 tabung.

Penyaluran dilakukan secara bertahap. Pada 10-13 September, tambahan diberikan sebesar 50 persen dari rata-rata harian.

Kemudian pada 14-17 September, tambahan dinaikkan menjadi 100 persen di atas rata-rata penyaluran harian.

BACA JUGA:  Perahu Terbalik, Penonton Terpingkal! Lomba Dayung Antar OPD Bone Penuh Gelak Tawa

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan LPG 3 Kg di tingkat pangkalan dan memastikan distribusi tetap berjalan melalui jaringan resmi.

Kuota Sulsel Berpotensi Habis November

Di tengah tambahan pasokan tersebut, realisasi penyaluran LPG 3 Kg di Sulawesi Selatan telah melampaui kuota berjalan.

Manager Retail Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Mardian mengatakan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena jika pola penyaluran terus berlangsung, kuota berjalan berpotensi habis sebelum akhir tahun.

“Kalau diturutin kuota saat ini, elpiji mungkin November sudah habis. Tapi walau sudah over quota, kami tetap menyalurkan,” ujar Mardian.

Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan masih mendorong pengajuan tambahan kuota kepada BPH Migas.

Pengajuan tersebut membutuhkan data riil mengenai kebutuhan LPG bersubsidi, termasuk penggunaan oleh nelayan, angkutan umum, dan kelompok masyarakat lain yang masuk kategori penerima subsidi.

Mardian menyebut kebutuhan LPG di wilayah timur Sulawesi Selatan cukup besar dari sektor nelayan.

“Konsumsi kita untuk daerah timur, seperti Bone dan Wajo, justru sebagian besar untuk nelayan bisa mencapai 50 hingga 60 persen, lebih besar dari kendaraan umum,” jelasnya.

Pertamina Evaluasi Penyaluran Setiap Wilayah

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto mengatakan penyesuaian pasokan dilakukan berdasarkan karakteristik kebutuhan di setiap daerah.

BACA JUGA:  Baku Hantam Massallo HUT RI di Soppeng, Tim PN dan Setda Didiskualifikasi

“Penyaluran LPG 3 Kg kami evaluasi secara berkala berdasarkan kondisi masing-masing wilayah. Ketika terdapat peningkatan kebutuhan, kami melakukan penyesuaian alokasi dan menambah suplai agar distribusi melalui jaringan resmi tetap berjalan dengan baik,” ujar Lilik.

Menurut Lilik, pemantauan juga dilakukan bersama agen dan pangkalan untuk melihat realisasi penyaluran di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

“Setiap wilayah memiliki karakteristik kebutuhan yang berbeda. Karena itu, alokasi kami sesuaikan berdasarkan kondisi di lapangan. Kami juga terus memantau penyaluran bersama agen dan pangkalan agar distribusi LPG 3 Kg berjalan secara tertib hingga ke masyarakat,” tambahnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengimbau masyarakat membeli LPG 3 Kg melalui pangkalan resmi dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan.

LPG 3 Kg merupakan produk bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertamina juga akan terus memantau perkembangan kebutuhan LPG 3 Kg di seluruh wilayah Sulawesi dan melakukan evaluasi secara berkala.

Penyesuaian alokasi dapat dilakukan berdasarkan perkembangan kebutuhan serta kondisi distribusi di masing-masing daerah.

SulawesiPos.com – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat penyaluran LPG 3 Kg di sejumlah wilayah Sulawesi sepanjang September 2026.

Di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, tambahan pasokan mencapai 193.200 tabung pada periode 14-19 September 2026.

Tambahan tersebut disalurkan melalui skema extra dropping untuk merespons peningkatan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan LPG 3 Kg di jaringan resmi.

Di Sulawesi Selatan, tambahan pasokan di Kota Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar mencapai 100 persen di atas rata-rata penyaluran harian.

Sementara di wilayah Sulselbar lainnya, tambahan pasokan diberikan sekitar 50 persen di atas rata-rata penyaluran normal.

Namun, tambahan distribusi tersebut berbeda dengan penambahan kuota tahunan.

Data Pertamina hingga 15 September 2026 menunjukkan realisasi penyaluran LPG 3 Kg di Sulawesi Selatan telah mencapai 224.233 metrik ton, sedangkan kuota berjalan tercatat 204.608 metrik ton atau sekitar 109,6 persen.

Tambahan Pasokan di Sejumlah Wilayah Sulawesi

Penguatan distribusi juga dilakukan di sejumlah provinsi lain dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.

Di Sulawesi Tengah, Pertamina menambah suplai LPG 3 Kg sekitar 66 persen dari rata-rata penyaluran normal untuk wilayah Morowali.

Sementara di Sulawesi Utara dan Gorontalo, penyesuaian dilakukan berdasarkan kondisi di masing-masing daerah.

BACA JUGA:  ITS Berhasil Kembangkan Bensin Sawit Rendah Emisi, Solusi Baru Hadapi Krisis BBM dan Ketergantungan Impor Energi

Salah satunya di Kota Tomohon, dengan tambahan suplai mencapai 46,9 persen dari rata-rata penyaluran normal.

Adapun di Sulawesi Tenggara, penyaluran LPG 3 Kg pada September masih berjalan sesuai alokasi normal.

Pertamina tetap memantau perkembangan kebutuhan dan kondisi distribusi di lapangan untuk menentukan penyesuaian apabila diperlukan.

Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo mengatakan penguatan distribusi dilakukan agar LPG bersubsidi tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak.

“Kami terus memperkuat kembali penyaluran LPG 3 Kg di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Saat ini kami menyalurkan extra dropping sebanyak 193.200 tabung atau sekitar 50-100 persen di atas rerata penyaluran harian. Kami ingin memastikan pasokan tetap tersedia dan dapat diterima masyarakat yang memang berhak,” ujar Okky.

Penyaluran Makassar Diperkuat Bertahap

Khusus Kota Makassar, tambahan pasokan sepanjang 10-17 September telah mencapai lebih dari 60.000 tabung.

Penyaluran dilakukan secara bertahap. Pada 10-13 September, tambahan diberikan sebesar 50 persen dari rata-rata harian.

Kemudian pada 14-17 September, tambahan dinaikkan menjadi 100 persen di atas rata-rata penyaluran harian.

BACA JUGA:  Balai Kota Makassar Dihiasi Cahaya Sambut HUT ke-81 RI

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan LPG 3 Kg di tingkat pangkalan dan memastikan distribusi tetap berjalan melalui jaringan resmi.

Kuota Sulsel Berpotensi Habis November

Di tengah tambahan pasokan tersebut, realisasi penyaluran LPG 3 Kg di Sulawesi Selatan telah melampaui kuota berjalan.

Manager Retail Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Mardian mengatakan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena jika pola penyaluran terus berlangsung, kuota berjalan berpotensi habis sebelum akhir tahun.

“Kalau diturutin kuota saat ini, elpiji mungkin November sudah habis. Tapi walau sudah over quota, kami tetap menyalurkan,” ujar Mardian.

Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan masih mendorong pengajuan tambahan kuota kepada BPH Migas.

Pengajuan tersebut membutuhkan data riil mengenai kebutuhan LPG bersubsidi, termasuk penggunaan oleh nelayan, angkutan umum, dan kelompok masyarakat lain yang masuk kategori penerima subsidi.

Mardian menyebut kebutuhan LPG di wilayah timur Sulawesi Selatan cukup besar dari sektor nelayan.

“Konsumsi kita untuk daerah timur, seperti Bone dan Wajo, justru sebagian besar untuk nelayan bisa mencapai 50 hingga 60 persen, lebih besar dari kendaraan umum,” jelasnya.

Pertamina Evaluasi Penyaluran Setiap Wilayah

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto mengatakan penyesuaian pasokan dilakukan berdasarkan karakteristik kebutuhan di setiap daerah.

BACA JUGA:  Geopolitik Memanas, Indonesia Perkuat Benteng Pangan dan Energi dari Sawit hingga Singkong

“Penyaluran LPG 3 Kg kami evaluasi secara berkala berdasarkan kondisi masing-masing wilayah. Ketika terdapat peningkatan kebutuhan, kami melakukan penyesuaian alokasi dan menambah suplai agar distribusi melalui jaringan resmi tetap berjalan dengan baik,” ujar Lilik.

Menurut Lilik, pemantauan juga dilakukan bersama agen dan pangkalan untuk melihat realisasi penyaluran di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

“Setiap wilayah memiliki karakteristik kebutuhan yang berbeda. Karena itu, alokasi kami sesuaikan berdasarkan kondisi di lapangan. Kami juga terus memantau penyaluran bersama agen dan pangkalan agar distribusi LPG 3 Kg berjalan secara tertib hingga ke masyarakat,” tambahnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengimbau masyarakat membeli LPG 3 Kg melalui pangkalan resmi dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan.

LPG 3 Kg merupakan produk bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertamina juga akan terus memantau perkembangan kebutuhan LPG 3 Kg di seluruh wilayah Sulawesi dan melakukan evaluasi secara berkala.

Penyesuaian alokasi dapat dilakukan berdasarkan perkembangan kebutuhan serta kondisi distribusi di masing-masing daerah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru