SulawesiPos.com – Keluarga Ashari Samadikun, kapten kapal tanker Honour 25, yang dibajak perompak Somalia, sejak Selasa pekan lalu (21/4/2026), sangat menantikan kabar terbaru dari Samadikun, yang saat ini masih disandera di perairan Somalia.
Syamsuddin (67) ayah Samadikun, saat dihubungi Sulawesi Pos, Kamis (30/4/2026), mengatakan sangat ingin mengetahui nasib putra ketiganya, yang sekitar 10 tahun terakhir lebih sering berlayar di luar negeri.
“Terakhir komunikasi dengan anak saya sejak Sabtu lalu, sudah 5 hari kami di sini sangat menantikan kabar beritanya, semoga selalu dalam lindungan Allah bersama rekan-rekannya,” tutur Syamsuddin.
Saat ditelepon, lanjut Syamsuddin, alumni Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar ini meminta seluruh keluarganya di Gowa agar tabah, sabar, dan selalu mendoakannya agar para pembajak kapal diberi petunjuk oleh Allah dan seluruh ABK kapal tanker Honour 25 segera dilepas.
Syamsuddin juga mengungkapkan, saat pertama kali disandera, putranya mengaku pada para perompak bahwa dirinya juga seorang muslim, sama dengan para perompak yang diduga berasal dari Somalia.
“Anak saya bilang ke perompaknya: jangan tembak, saya juga muslim. Setelah itu sikap perompak mulai melunak, tapi mungkin perompaknya sudah menyita semua handphone di kapal, sehingga tidak ada lagi komunikasi,” ujar Syamsuddin.
Syamsuddin menambahkan, terkait penyanderaan putranya bersama 16 rekan ABK lainnya, rumahnya di Kec. Patalassang, Gowa, sempat didatangi pegawai Dinas Ketenagakerjaan Sulsel yang diutus Gubernur Sulsel, yang ingin memastikan informasi putranya warga asal Sulsel.
Syamsuddin juga tidak berhenti berharap pada Presiden Prabowo, agar pemerintah Indonesia dapat membantu proses pembebasan anaknya bersama rekan-rekannya yang sekarang disandera oleh para perompak. (mn abdurrahman)

