SulawesiPos.com – Delegasi Baptist World Alliance (BWA) yang dipimpin Sekretaris Jenderal dan CEO BWA, Elijah M. Brown, melakukan kunjungan ke Mesir, Lebanon, Suriah, dan Yordania untuk memperkuat persatuan umat Kristen, mendorong dialog lintas agama, menjalin komunikasi dengan para pemimpin agama dan politik, serta mempersiapkan rangkaian peringatan 2.000 tahun kehidupan, pelayanan, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus yang akan diperingati secara global pada periode 2030–2033 sebagai momentum besar memperkokoh perdamaian, rekonsiliasi, dan kerja sama antarumat beragama di dunia, sebagaimana dilaporkan oleh Christian Daily International pada Selasa (16/6/2026).
Delegasi tersebut juga diikuti Presiden European Baptist Federation Charlie Costa serta Presiden Gereja Baptis Yordania dan Duta BWA untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Nabih Abbasi.
Menurut Costa, situasi ekonomi dan sosial yang berat di Lebanon dan Suriah menjadi salah satu perhatian utama selama kunjungan tersebut.
Ia menyebut penderitaan ekonomi, rasa frustrasi, dan keputusasaan masyarakat terlihat jelas dalam berbagai pertemuan yang dilakukan selama perjalanan.
Mesir: Dialog Kristen–Islam dan Persatuan Gereja
Di Mesir, delegasi BWA mengadakan pertemuan dengan Paus Tawadros II, Patriark Gereja Ortodoks Koptik Alexandria, serta Menteri Wakaf Mesir Dr. Osama Al-Azhari.
Pembicaraan berfokus pada isu persatuan umat Kristen, dialog lintas agama, kebebasan beragama, dan peluang kerja sama antarlembaga keagamaan.
Salah satu usulan penting yang dibahas adalah pembentukan dialog resmi antara komunitas Baptis dan Gereja Ortodoks Koptik.
Delegasi juga mengusulkan nota kesepahaman antara Baptist World Alliance dan Kementerian Wakaf Islam Mesir.
Paus Tawadros II menyambut baik kedua inisiatif tersebut dan menekankan pentingnya dialog serta pembangunan hubungan yang lebih erat antar gereja.
BWA turut memaparkan rencana penyelenggaraan peringatan dua milenium kebangkitan Yesus Kristus pada tahun 2033 yang diharapkan mempertemukan para pemimpin gereja dari seluruh dunia di Yerusalem.
Acara tersebut direncanakan menjadi simbol persatuan gereja-gereja Kristen global sekaligus kesaksian bersama mengenai nilai-nilai iman dan perdamaian.
Lebanon: Meneguhkan Peran Gereja dalam Kehidupan Publik
Di Lebanon, delegasi Baptist World Alliance bertemu Presiden Lebanon, Jenderal Joseph Aoun.
Dalam pertemuan itu, BWA memperkenalkan misi global organisasi serta berbagai aktivitas gereja-gereja Baptis di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan pembangunan masyarakat.
Delegasi juga menekankan pentingnya keterlibatan umat Kristen secara bertanggung jawab dalam kehidupan sosial dan politik kawasan Timur Tengah.
Para peserta pertemuan membahas peran gereja dalam mempromosikan cinta kasih, perdamaian, hidup berdampingan secara damai, serta membangun jembatan dialog dan kerja sama di tengah berbagai tantangan kawasan.
Presiden Aoun menegaskan bahwa Lebanon tetap menjadi model keberagaman dan koeksistensi di Timur Tengah.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas Lebanon sebagai ruang kebebasan, pluralisme, dan keseimbangan politik di kawasan.
Yordania: Kebebasan Beragama dan Pelayanan Sosial

Delegasi Baptist World Alliance bertemu dengan Dr. Osama Al-Azhari, Menteri Wakaf Agama Mesir, untuk membahas usulan nota kesepahaman antara BWA dan Kementerian Wakaf Islam. (Foto: Baptist World Alliance).
Di Yordania, delegasi BWA menyoroti kontribusi gereja-gereja Baptis melalui jaringan sekolah, pusat kesehatan, lembaga kemanusiaan, dan berbagai program pelayanan masyarakat.
Mereka memandang kebebasan beragama dan pluralisme yang berkembang di Kerajaan Hasyimiyah Yordania sebagai bagian dari budaya perdamaian dan kerja sama yang patut dipertahankan.
Delegasi juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan sosial melalui berbagai program pelayanan kemanusiaan.
Suriah: Menyaksikan Perubahan dan Harapan Baru
Di Suriah, Nabih Abbasi menggambarkan kunjungan tersebut sebagai pengalaman yang penuh kejutan positif.
Ia menyatakan bahwa perubahan yang terjadi di negara itu memberikan harapan baru bagi banyak pihak.
Delegasi mendapatkan kesempatan mengunjungi berbagai lokasi bersejarah di Damaskus, termasuk kawasan kota tua dan Masjid Umayyah yang menjadi salah satu simbol penting peradaban Islam.
Mereka juga bertemu sejumlah tokoh agama, pemimpin masyarakat, dan pejabat pemerintah setempat.
Menurut Abbasi, keterbukaan yang ditunjukkan para tuan rumah memberikan kesan mendalam mengenai upaya membangun masa depan yang lebih baik bagi Suriah.
Komitmen BWA untuk Perdamaian Global
Menutup rangkaian kunjungan tersebut, Elijah M. Brown menyatakan bahwa tujuan utama delegasi adalah menghadirkan dukungan moral dan semangat persaudaraan bagi gereja-gereja serta masyarakat di kawasan Timur Tengah.
Ia menegaskan bahwa setiap pertemuan yang dilakukan membawa pesan yang sama, yakni mendorong perdamaian bagi semua orang, melindungi hak setiap individu untuk beribadah kepada Tuhan, dan mempersiapkan perayaan besar umat Kristen menjelang dua milenium perjalanan kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus.
Brown menambahkan bahwa BWA berharap momentum menuju tahun 2033 dapat menjadi kesempatan bersejarah untuk memperkuat persatuan umat Kristen sekaligus memperluas kerja sama lintas agama demi terciptanya perdamaian dunia yang lebih berkelanjutan . (Ali)


