Sulawesipos.com – Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama sedang berada di Indonesia setelah menuntaskan rangkaian balapan Moto3 Hungaria 2026. Pembalap Honda Team Asia itu memanfaatkan jeda kompetisi untuk pulang ke Tanah Air, bertemu keluarga, dan mengisi ulang semangat sebelum kembali melanjutkan musim balap dunia dengan berlaga di Moto3 Ceko pada 19-21 Juni 2026.
Kepulangan Veda Pratama menjadi perhatian karena berlangsung di tengah jadwal padat Moto3 2026.
Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu dilaporkan tiba di Indonesia bersama pembalap Moto2 Indonesia, Mario Suryo Aji, yang juga memanfaatkan jeda untuk bertemu keluarga.
Veda Pratama mengaku senang akhirnya bisa kembali menginjakkan kaki di Indonesia setelah cukup lama menjalani balapan di luar negeri.
Momen ini juga menjadi kesempatan untuk menikmati makanan khas Indonesia yang selama ini dirindukannya selama berkompetisi di Eropa.
“Ini lebaran yang ketiga nggak pulang, tapi Mas Mario kayaknya lebih. Seneng bisa balik bisa ngerasain masakan Indonesia lagi. Kemarin makan Coto dan, ya, seneng,” kata Veda Pratama di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Kepulangan Veda Pratama ke Indonesia tidak berlangsung lama karena agenda balap musim 2026 masih berlanjut.
Veda Pratama hanya memiliki waktu sekitar satu pekan sebelum kembali mengurus visa dan melanjutkan rangkaian kompetisi.
Dalam waktu singkat itu, Veda Pratama berencana menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga di Yogyakarta.
Veda Pratama juga disebut ingin mengunjungi Pasar Sapi Siyono Harjo, lokasi yang memiliki kenangan tersendiri dalam perjalanan karier balapnya.
Bagi Veda Pratama, pulang ke Indonesia bukan sekadar melepas rindu setelah lama berada di luar negeri.
Momen tersebut juga menjadi pengingat bahwa posisinya di level kejuaraan dunia harus terus dibayar dengan latihan dan kerja keras.
Veda Pratama Tetap dekat dengan identitas Indonesia saat berkarier di Eropa
Di tengah kariernya sebagai pembalap Moto3, Veda tetap membawa identitas Indonesia dalam kehidupan sehari-hari di Eropa.
Veda dilaporkan nkerap berkomunikasi dengan rekan sesama pembalap Indonesia, termasuk Mario Suryo Aji dan Kiandra Ramadhipa.
Veda Pratama dan Kiandra bahkan sering berbicara menggunakan bahasa Jawa karena sama-sama berasal dari Yogyakarta.
Kebiasaan itu mencuri perhatian warganet Indonesia setelah beberapa momen mereka diunggah melalui akun Instagram Astra Honda Racing Team.
“Sebenarnya kita banyak ngobrol pakai bahasa Indonesia sih. Cuma kalau kita lagi pengin yang lainnya nggak tau (percakapan kita), kita ngobrol pakai bahasa Jawa,” ujar Veda Pratama.
Kedekatan Veda dengan bahasa daerah dan lingkungan asalnya memberi sisi human interest dalam perjalanan kariernya. Ia bukan hanya tampil sebagai pembalap muda di arena global, tetapi juga tetap menunjukkan kedekatan dengan akar sosial dan budaya asalnya.
Veda Pratama Datang sebagai pembalap Indonesia pembuat sejarah di Moto3
Kepulangan Veda Pratama ke Indonesia terjadi setelah namanya semakin menonjol di Moto3 2026.
Laman resmi MotoGP menyebut Veda Pratama sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium Grand Prix prototype setelah finis ketiga di Grand Prix Brasil 2026.
Capaian itu membuat Veda Pratama menjadi salah satu figur penting dalam sejarah balap motor Indonesia.
Veda Pratama tampil bersama Honda Team Asia pada musim 2026 dan menggunakan nomor balap 9 di kelas Moto3.
MotoGP mencatat Veda Pratama lahir di Wonosari, Gunungkidul, pada 23 November 2008.
Perjalanan karier Veda Pratama dibangun dari pembinaan usia muda, termasuk Asia Talent Cup, sebelum naik ke level yang lebih tinggi dan akhirnya menembus Kejuaraan Dunia Moto3.
Veda pernah menjuarai Asia Talent Cup 2023 dan menjadi runner-up Red Bull Rookies Cup 2025.
Jalur pembinaan tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta muda Indonesia yang paling menonjol di balap motor dunia.
Persaingan Moto3 2026 masih ketat bagi Veda Pratama
Meski sedang menikmati waktu singkat di Indonesia, Veda tetap berada dalam tekanan persaingan Moto3 2026.
Berdasarkan data klasemen sementara, Veda Pratama berada di peringkat keenam dengan 71 poin setelah rangkaian awal musim.
Posisi tersebut menempatkan Veda Pratama sangat dekat dengan lima besar klasemen. Ia hanya tertinggal satu poin dari Brian Uriarte yang berada di posisi kelima dengan 72 poin, sementara Marco Morelli di peringkat ketiga mengoleksi 77 poin.
Jarak poin yang rapat membuat setiap seri berikutnya menjadi sangat penting bagi Veda Pratama.
Hasil positif dapat langsung mengangkat posisinya, sedangkan kegagalan menambah poin bisa membuatnya kehilangan momentum di papan atas.
Pada seri sebelumnya di Hungaria, Veda gagal meraih poin setelah finis di posisi ke-16. Karena itu, rangkaian balapan berikutnya menjadi kesempatan penting untuk bangkit dan kembali menjaga konsistensi di musim debutnya bersama Honda Team Asia.
Jeda di Indonesia jadi bekal Veda Pratama sebelum kembali ke lintasan
Jeda singkat di Indonesia dapat menjadi bekal mental bagi Veda sebelum kembali menghadapi tekanan lintasan internasional.
Bertemu keluarga, menikmati makanan Indonesia, dan kembali ke lingkungan asal bisa memberi energi baru di tengah musim yang panjang.
Veda juga menyampaikan pesan kepada pembalap muda Indonesia agar terus berlatih dan tidak menyerah.
Menurutnya, jalur menuju Grand Prix sudah terbuka melalui pembinaan yang ada di Indonesia, termasuk dukungan Astra Honda Racing Team.
“Latihan terus. Pokoknya terus berusaha keras karena ya udah ada jalannya lah di Indonesia kayak dari Astra. Terus nanti udah di support Astra (Astra Honda Racing Team) sampai bisa ke Grand Prix gitu ya,” kata Veda.
“Udah ada jalannya yang penting semangat terus,” lanjutnya.
Kisah Veda saat berada di Indonesia memperlihatkan dua sisi penting dalam kariernya saat ini.
Di satu sisi, ia tetap remaja Indonesia yang rindu keluarga dan makanan rumah; di sisi lain, ia membawa beban besar sebagai harapan baru balap motor Indonesia di panggung dunia.
Setelah jeda singkat ini, perhatian publik akan kembali tertuju pada kiprah Veda di Moto3 2026.
Konsistensi, adaptasi lintasan, dan kemampuan menjaga tekanan akan menentukan sejauh mana ia bisa mempertahankan posisinya di papan atas klasemen musim ini.


