Pertamina Tambah 2.131 Tabung LPG 3 Kg di Empat Daerah Sulsel

SulawesiPos.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan LPG subsidi 3 kilogram sebanyak 2.131 tabung di empat kabupaten di Sulawesi Selatan sebagai langkah mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat. Penambahan atau extra dropping tersebut mulai berdampak pada membaiknya distribusi dan ketersediaan stok di pangkalan resmi.

Tambahan pasokan setara 34 persen dari rata-rata penyaluran harian itu didistribusikan ke Kabupaten Bone, Sidenreng Rappang (Sidrap), Soppeng, dan Wajo yang dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan konsumsi LPG 3 kilogram.

Kondisi penyaluran di wilayah tersebut kini berangsur normal. Stok di pangkalan kembali terjaga sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh LPG bersubsidi sesuai peruntukannya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan pasokan dilakukan segera setelah perusahaan mendeteksi adanya peningkatan kebutuhan di sejumlah daerah.

“Saat melihat adanya peningkatan kebutuhan di beberapa daerah, Pertamina segera menambah pasokan LPG 3 kg sebesar 34 persen dari rerata penyaluran harian di wilayah tersebut agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Apresiasi Langkah Polda Sulsel Dalam Penindakan Penyalahgunaan BBM Subsidi

Lilik menambahkan, hasil monitoring menunjukkan kondisi distribusi mulai membaik. Pertamina juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Hiswana Migas, agen, dan pangkalan resmi agar penyaluran tetap lancar.

Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

Pertamina memastikan akan terus mengevaluasi kebutuhan LPG bersubsidi di lapangan dan menyesuaikan penyaluran apabila terjadi peningkatan permintaan.

Perusahaan juga mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena pasokan terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah.

Selain itu, masyarakat diminta membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Pertamina kembali mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak sesuai ketentuan pemerintah.

Mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Migas Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022, LPG subsidi tidak diperuntukkan bagi usaha restoran, hotel, laundry, batik, peternakan, jasa las, maupun usaha pertanian di luar ketentuan yang berlaku.

Masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik diimbau beralih menggunakan LPG non-subsidi agar penyaluran LPG 3 kilogram tetap tepat sasaran.

BACA JUGA:  Penyebab Elpiji 3 Kg Langka di Bone, Pertamina Ungkap Lonjakan Konsumsi Pertanian

Untuk memperoleh informasi mengenai produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi MyPertamina.

Sementara itu, pengaduan maupun informasi terkait layanan LPG dapat disampaikan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135 yang beroperasi selama 24 jam.

SulawesiPos.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan LPG subsidi 3 kilogram sebanyak 2.131 tabung di empat kabupaten di Sulawesi Selatan sebagai langkah mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat. Penambahan atau extra dropping tersebut mulai berdampak pada membaiknya distribusi dan ketersediaan stok di pangkalan resmi.

Tambahan pasokan setara 34 persen dari rata-rata penyaluran harian itu didistribusikan ke Kabupaten Bone, Sidenreng Rappang (Sidrap), Soppeng, dan Wajo yang dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan konsumsi LPG 3 kilogram.

Kondisi penyaluran di wilayah tersebut kini berangsur normal. Stok di pangkalan kembali terjaga sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh LPG bersubsidi sesuai peruntukannya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan pasokan dilakukan segera setelah perusahaan mendeteksi adanya peningkatan kebutuhan di sejumlah daerah.

“Saat melihat adanya peningkatan kebutuhan di beberapa daerah, Pertamina segera menambah pasokan LPG 3 kg sebesar 34 persen dari rerata penyaluran harian di wilayah tersebut agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Penyebab Elpiji 3 Kg Langka di Bone, Pertamina Ungkap Lonjakan Konsumsi Pertanian

Lilik menambahkan, hasil monitoring menunjukkan kondisi distribusi mulai membaik. Pertamina juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Hiswana Migas, agen, dan pangkalan resmi agar penyaluran tetap lancar.

Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

Pertamina memastikan akan terus mengevaluasi kebutuhan LPG bersubsidi di lapangan dan menyesuaikan penyaluran apabila terjadi peningkatan permintaan.

Perusahaan juga mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena pasokan terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah.

Selain itu, masyarakat diminta membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Pertamina kembali mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak sesuai ketentuan pemerintah.

Mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Migas Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022, LPG subsidi tidak diperuntukkan bagi usaha restoran, hotel, laundry, batik, peternakan, jasa las, maupun usaha pertanian di luar ketentuan yang berlaku.

Masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik diimbau beralih menggunakan LPG non-subsidi agar penyaluran LPG 3 kilogram tetap tepat sasaran.

BACA JUGA:  Kepala BGN Larang Dapur MBG Pakai MinyaKita, Gas Melon, dan Beras SPHP

Untuk memperoleh informasi mengenai produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi MyPertamina.

Sementara itu, pengaduan maupun informasi terkait layanan LPG dapat disampaikan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135 yang beroperasi selama 24 jam.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru