Laba Bersih Erajaya Swasembada Melonjak 38 Persen pada Semester I 2026, Saham ERAA Ikut Menguat

SulawesiPos.com – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester I 2026. Emiten ritel tersebut membukukan lonjakan laba bersih hampir 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan penjualan konsolidasi yang menembus Rp42,89 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih Erajaya Swasembada mencapai Rp784,02 miliar atau tumbuh 37,96 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, pendapatan meningkat dari Rp35,04 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp42,89 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan Erajaya Swasembada masih berasal dari segmen telepon seluler dan tablet yang mencatatkan penjualan sebesar Rp32,45 triliun.

Selain itu, pendapatan juga ditopang oleh penjualan aksesoris dan produk lainnya senilai Rp6,30 triliun.

Segmen komputer dan elektronik konsumen menyumbang Rp2,40 triliun, sedangkan lini active dan lifestyle memberikan kontribusi Rp1,74 triliun.

Di sisi lain, nilai eliminasi antar-segmen penjualan tercatat sebesar Rp32,31 triliun.

Beban Operasional Naik, Laba Tetap Tumbuh

Seiring ekspansi bisnis dan bertambahnya jaringan gerai baru, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp38,09 triliun.

BACA JUGA:  IHSG Menguat 1,67 Persen ke 7.703 pada Sesi I, 607 Saham Menghijau Hari Ini

Beban penjualan dan distribusi juga naik dari Rp1,70 triliun menjadi Rp2,28 triliun.

Sementara itu, beban umum dan administrasi meningkat dari Rp1,37 triliun menjadi Rp1,51 triliun.

Meski demikian, efisiensi operasional mampu menjaga profitabilitas perusahaan.

Laba operasional Erajaya Swasembada melonjak 28,26 persen menjadi Rp1,44 triliun.

Laba per saham dasar (EPS) juga meningkat dari Rp36,00 menjadi Rp50,09.

Adapun laba periode berjalan mencapai Rp872,12 miliar.

Per Juni 2026, total aset perseroan tercatat sebesar Rp29,34 triliun.

Ekuitas meningkat menjadi Rp10,94 triliun dari Rp10,17 triliun pada akhir 2025, sedangkan total liabilitas turun menjadi Rp18,40 triliun.

Saham ERAA Menguat, Investor Asing Catatkan Net Buy

Kinerja fundamental yang positif turut mendorong minat investor terhadap saham ERAA.

SulawesiPos.com – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester I 2026. Emiten ritel tersebut membukukan lonjakan laba bersih hampir 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan penjualan konsolidasi yang menembus Rp42,89 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih Erajaya Swasembada mencapai Rp784,02 miliar atau tumbuh 37,96 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, pendapatan meningkat dari Rp35,04 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp42,89 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan Erajaya Swasembada masih berasal dari segmen telepon seluler dan tablet yang mencatatkan penjualan sebesar Rp32,45 triliun.

Selain itu, pendapatan juga ditopang oleh penjualan aksesoris dan produk lainnya senilai Rp6,30 triliun.

Segmen komputer dan elektronik konsumen menyumbang Rp2,40 triliun, sedangkan lini active dan lifestyle memberikan kontribusi Rp1,74 triliun.

Di sisi lain, nilai eliminasi antar-segmen penjualan tercatat sebesar Rp32,31 triliun.

Beban Operasional Naik, Laba Tetap Tumbuh

Seiring ekspansi bisnis dan bertambahnya jaringan gerai baru, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp38,09 triliun.

BACA JUGA:  Rekomendasi Saham Hari Ini 18 Agustus 2026, Cermati AADI hingga XMIG

Beban penjualan dan distribusi juga naik dari Rp1,70 triliun menjadi Rp2,28 triliun.

Sementara itu, beban umum dan administrasi meningkat dari Rp1,37 triliun menjadi Rp1,51 triliun.

Meski demikian, efisiensi operasional mampu menjaga profitabilitas perusahaan.

Laba operasional Erajaya Swasembada melonjak 28,26 persen menjadi Rp1,44 triliun.

Laba per saham dasar (EPS) juga meningkat dari Rp36,00 menjadi Rp50,09.

Adapun laba periode berjalan mencapai Rp872,12 miliar.

Per Juni 2026, total aset perseroan tercatat sebesar Rp29,34 triliun.

Ekuitas meningkat menjadi Rp10,94 triliun dari Rp10,17 triliun pada akhir 2025, sedangkan total liabilitas turun menjadi Rp18,40 triliun.

Saham ERAA Menguat, Investor Asing Catatkan Net Buy

Kinerja fundamental yang positif turut mendorong minat investor terhadap saham ERAA.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru