SulawesiPos.com – Rekomendasi saham hari ini untuk Rabu (26/8/2026) menempatkan ANTM, PGAS, PTBA, dan TINS dalam pantauan setelah Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terakhir ditutup melemah 24,26 poin atau 0,37 persen ke level 6.501,67 pada Senin (24/8/2026).
Acuan itu dipakai karena Bursa Efek Indonesia libur pada Selasa (25/8/2026), sehingga perdagangan reguler baru kembali berjalan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Pada penutupan terakhir itu, IHSG nyaris berhenti di area terendah harian 6.474,57 setelah sempat menyentuh puncak intraday 6.551 pada pagi sesi. Volume perdagangan mencapai 35,88 miliar saham, nilai transaksi Rp14,29 triliun, dan frekuensi 2,19 juta kali.
Breadth pasar menunjukkan tekanan jual masih dominan. Sebanyak 367 saham melemah, 259 saham menguat, dan 166 saham stagnan.
Tekanan terbesar datang dari sektor properti yang turun 1,66 persen, disusul kesehatan 1,59 persen dan transportasi 0,91 persen.
Struktur ini menunjukkan pelemahan IHSG belum sepenuhnya ditopang rotasi sektor yang solid, meski sejumlah saham komoditas dan energi masih mendapat perhatian selektif.
Dari sisi domestik, pasar masih mencerna keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur 19 Agustus 2026.
Dari eksternal, perhatian bergeser ke agenda Jackson Hole, arah imbal hasil obligasi Amerika Serikat, dan laporan keuangan Nvidia, sementara harga minyak Brent yang turun dalam tiga hari beruntun ikut membentuk ulang minat pada saham energi.
Skenario teknikal pertama datang dari MNC Sekuritas yang masih melihat peluang penguatan lanjutan, tetapi dengan jeda koreksi jangka pendek lebih dulu.
Dalam skenario ini, area 6.429-6.453 menjadi zona yang perlu dicermati sebelum IHSG berupaya menuju 6.570-6.600, dengan support lebih lebar di 6.373 dan 6.272 serta resistance 6.599 dan 6.705.
Skenario kedua datang dari Phintraco Sekuritas yang menilai IHSG masih bertahan di atas MA100 dan histogram MACD tetap positif, meski Stochastic RSI mulai mendekati area overbought.
Dengan pembacaan itu, indeks diperkirakan bergerak sideways pada rentang 6.450-6.570 selama belum ada sentimen baru yang cukup kuat.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Di luar radar utama MNC Sekuritas, Pilarmas Investindo Sekuritas juga menempatkan TOWR, TINS, dan ADRO sebagai saham pilihan untuk perdagangan Rabu (26/8/2026).
Dari sekuritas lain, Ajaib Sekuritas menyoroti ANTM, ADMR, dan KLBF, sehingga ruang seleksi pasar hari ini tetap terbuka pada saham komoditas, energi, dan defensif.
ANTM
Saham PT Aneka Tambang Tbk ditutup menguat 0,63 persen ke level 3.190 pada perdagangan terakhir. Secara teknikal, ANTM masih didominasi volume pembelian, meski ukurannya mulai mengecil, dan posisinya dinilai masih berada dalam fase kenaikan lanjutan.
Area buy on weakness berada di kisaran 3.100-3.160. Target harga dipatok di 3.300 dan 3.450, sedangkan stop loss berada di bawah 3.010.
PGAS
Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk menguat 1,32 persen ke level 1.540 dan bergerak di atas MA60 dengan dukungan volume pembelian. Struktur teknikal ini menempatkan PGAS dalam fase awal kenaikan baru selama harga bertahan di area akumulasi.
Area buy on weakness berada di kisaran 1.520-1.535. Target harga berada di 1.585 dan 1.650, dengan stop loss di bawah 1.500.
PTBA
Saham PT Bukit Asam Tbk menguat 3,33 persen ke level 2.480 disertai peningkatan volume pembelian dan tembus di atas MA60. Posisi ini membuat PTBA masuk radar lanjutan untuk trader yang mencari saham batu bara dengan momentum relatif lebih kuat.
Area buy on weakness berada di kisaran 2.440-2.470. Target harga dipasang di 2.520 dan 2.570, sedangkan stop loss berada di bawah 2.390.
TINS
Saham PT Timah Tbk naik 2,48 persen ke level 4.130 dengan volume pembelian yang ikut meningkat. Selama penguatan itu tidak kembali jatuh di bawah area jaga, TINS masih masuk radar trading jangka pendek.
Area beli berada di kisaran 4.080-4.130. Target harga ada di 4.300 dan 4.420, dengan stop loss di bawah 3.990.
Daftar rekomendasi saham hari ini ini menjadi panduan pantauan aktif di tengah peluang technical rebound yang masih terbuka, tetapi risiko profit taking belum hilang sepenuhnya selama IHSG belum lepas tegas dari area resistance terdekat.
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing.

