Rybakina Juara US Open 2026, Gagalkan Three-Peat Sabalenka

SulawesiPos.com – Elena Rybakina menjuarai US Open 2026 setelah mengalahkan juara bertahan Aryna Sabalenka 6-4, 5-7, 6-2 pada final di Arthur Ashe Stadium, New York, Sabtu (12/9/2026) waktu setempat atau Minggu (13/9/2026) Wita.

Petenis Kazakhstan itu meraih gelar pertamanya di New York sekaligus menggagalkan upaya Sabalenka mencetak three-peat.

Rybakina menuntaskan pertandingan selama dua jam 21 menit dengan ace pada championship point keduanya.

Kemenangan itu memberinya gelar Grand Slam ketiga setelah Wimbledon 2022 dan Australian Open 2026.

Petenis berusia 27 tahun tersebut juga akan menempati peringkat satu dunia untuk pertama kalinya ketika daftar WTA diperbarui pada Senin.

Posisi itu sebenarnya telah diamankan Rybakina sejak mencapai semifinal, tetapi ia melengkapi pencapaiannya dengan merebut trofi yang dikuasai Sabalenka dalam dua edisi sebelumnya.

“Sulit menemukan kata-kata sekarang, sejujurnya. Saya tidak mengharapkan hal seperti ini ketika datang ke turnamen ini. Saya sempat mengalami sedikit cedera, tetapi entah bagaimana semuanya berpihak kepada saya,” kata Rybakina seusai pertandingan, dalam terjemahan bahasa Indonesia.

BACA JUGA:  Debut IKA Unhas Langsung Juara, Tumbangkan KAGAMA UGM di Final Turnamen Tenis Antar Alumni Nasional

Rybakina mencatat 36 winner dan 24 kesalahan sendiri.

Meskipun persentase servis pertamanya berada di bawah 50 persen, ia memenangi 71 persen poin servis, hanya sekali kehilangan gim servis, dan mengonversi tiga dari 12 peluang break.

Rybakina Bangkit setelah Set Kedua Lepas

Kedua pemain mempertahankan servis dalam empat gim awal sebelum Rybakina mematahkan servis Sabalenka untuk unggul 3-2.

Double fault Sabalenka pada break point memberi keuntungan yang dipertahankan Rybakina hingga menutup set pertama 6-4.

Sabalenka meningkatkan tekanan pada set kedua.

Rybakina sempat menggagalkan dua set point ketika tertinggal 4-5, tetapi juara dua edisi terakhir itu kembali mendapatkan peluang saat Rybakina melakukan servis pada kedudukan 5-6.

Pengembalian dalam Sabalenka memaksa Rybakina melakukan kesalahan dan membuat set kedua berakhir 7-5. Pertandingan pun berlanjut ke set penentuan.

Rybakina merespons dengan memenangi 12 dari 15 poin pertama pada set ketiga.

Ia dua kali mematahkan servis Sabalenka untuk membangun keunggulan 5-2 sebelum menutup pertandingan dengan ace ke-12.

BACA JUGA:  Rybakina Tembus Semifinal Toronto usai Taklukkan Osaka, Posisi No. 1 Sabalenka Tetap Aman

“Aryna, kamu adalah juara yang hebat. Sangat sulit bermain melawanmu. Kamu mendorong saya hingga batas kemampuan. Saya berjuang di lapangan dan hanya berusaha mengembalikan setiap bola yang mungkin,” ujar Rybakina saat seremoni trofi, dalam terjemahan bahasa Indonesia.

Kemenangan tersebut menjadi hasil terbaik Rybakina di US Open setelah sebelumnya tidak pernah melewati babak keempat.

Ia mengaku pengalamannya selama dua pekan mengubah hubungannya dengan turnamen di New York.

“Sejujurnya, saya datang ke sini selama 10 tahun terakhir dan tidak pernah berhasil—tidak pernah mendekati hasil seperti ini. Ini luar biasa. Saya semakin jatuh cinta kepada New York,” katanya.

Sabalenka Kehilangan Gelar dan Peringkat Satu

Kekalahan menghentikan dominasi Sabalenka di Flushing Meadows setelah menjadi juara pada 2024 dan 2025.

Ia gagal menjadi petenis tunggal putri pertama sejak Serena Williams pada 2012-2014 yang memenangi US Open tiga tahun berturut-turut.

Sabalenka melempar raket setelah berjabat tangan dan berpelukan dengan Rybakina di net.

BACA JUGA:  Final Australian Open: Emosi Sabalenka, Momen Emas Rybakina Jadi Sorotan Dunia

Dalam konferensi pers, ia menjelaskan reaksi itu sebagai cara melepaskan kekecewaan setelah gagal menyelesaikan misi three-peat.

“Sangat sulit mengendalikan emosi ketika kalah di final Grand Slam dan sedang mencoba meraih three-peat. Saya hanya ingin melepaskannya karena jika saya menahannya, saya tidak akan mampu mengatakan sepatah kata pun,” kata Sabalenka, dalam terjemahan bahasa Indonesia.

Petenis Belarus tersebut tetap memberi selamat kepada Rybakina saat seremoni.

Ia juga menyampaikan keinginannya kembali ke New York pada musim berikutnya.

“Saya kecewa, tetapi ingin mengucapkan selamat kepada Elena atas tahun dan hasil yang luar biasa. Saya berharap bisa tampil sedikit lebih baik, tetapi saya kira masih ada tahun depan,” ujarnya.

Rybakina memperoleh hadiah US2,8 juta.

Gelar itu juga membuat Rybakina menguasai Australian Open dan US Open pada tahun yang sama, serta hanya membutuhkan trofi French Open untuk melengkapi career Grand Slam.

SulawesiPos.com – Elena Rybakina menjuarai US Open 2026 setelah mengalahkan juara bertahan Aryna Sabalenka 6-4, 5-7, 6-2 pada final di Arthur Ashe Stadium, New York, Sabtu (12/9/2026) waktu setempat atau Minggu (13/9/2026) Wita.

Petenis Kazakhstan itu meraih gelar pertamanya di New York sekaligus menggagalkan upaya Sabalenka mencetak three-peat.

Rybakina menuntaskan pertandingan selama dua jam 21 menit dengan ace pada championship point keduanya.

Kemenangan itu memberinya gelar Grand Slam ketiga setelah Wimbledon 2022 dan Australian Open 2026.

Petenis berusia 27 tahun tersebut juga akan menempati peringkat satu dunia untuk pertama kalinya ketika daftar WTA diperbarui pada Senin.

Posisi itu sebenarnya telah diamankan Rybakina sejak mencapai semifinal, tetapi ia melengkapi pencapaiannya dengan merebut trofi yang dikuasai Sabalenka dalam dua edisi sebelumnya.

“Sulit menemukan kata-kata sekarang, sejujurnya. Saya tidak mengharapkan hal seperti ini ketika datang ke turnamen ini. Saya sempat mengalami sedikit cedera, tetapi entah bagaimana semuanya berpihak kepada saya,” kata Rybakina seusai pertandingan, dalam terjemahan bahasa Indonesia.

BACA JUGA:  Sabalenka Kian Tak Terbendung di Miami Open 2026, Rybakina Tersingkir Dua Set Langsung

Rybakina mencatat 36 winner dan 24 kesalahan sendiri.

Meskipun persentase servis pertamanya berada di bawah 50 persen, ia memenangi 71 persen poin servis, hanya sekali kehilangan gim servis, dan mengonversi tiga dari 12 peluang break.

Rybakina Bangkit setelah Set Kedua Lepas

Kedua pemain mempertahankan servis dalam empat gim awal sebelum Rybakina mematahkan servis Sabalenka untuk unggul 3-2.

Double fault Sabalenka pada break point memberi keuntungan yang dipertahankan Rybakina hingga menutup set pertama 6-4.

Sabalenka meningkatkan tekanan pada set kedua.

Rybakina sempat menggagalkan dua set point ketika tertinggal 4-5, tetapi juara dua edisi terakhir itu kembali mendapatkan peluang saat Rybakina melakukan servis pada kedudukan 5-6.

Pengembalian dalam Sabalenka memaksa Rybakina melakukan kesalahan dan membuat set kedua berakhir 7-5. Pertandingan pun berlanjut ke set penentuan.

Rybakina merespons dengan memenangi 12 dari 15 poin pertama pada set ketiga.

Ia dua kali mematahkan servis Sabalenka untuk membangun keunggulan 5-2 sebelum menutup pertandingan dengan ace ke-12.

BACA JUGA:  Debut IKA Unhas Langsung Juara, Tumbangkan KAGAMA UGM di Final Turnamen Tenis Antar Alumni Nasional

“Aryna, kamu adalah juara yang hebat. Sangat sulit bermain melawanmu. Kamu mendorong saya hingga batas kemampuan. Saya berjuang di lapangan dan hanya berusaha mengembalikan setiap bola yang mungkin,” ujar Rybakina saat seremoni trofi, dalam terjemahan bahasa Indonesia.

Kemenangan tersebut menjadi hasil terbaik Rybakina di US Open setelah sebelumnya tidak pernah melewati babak keempat.

Ia mengaku pengalamannya selama dua pekan mengubah hubungannya dengan turnamen di New York.

“Sejujurnya, saya datang ke sini selama 10 tahun terakhir dan tidak pernah berhasil—tidak pernah mendekati hasil seperti ini. Ini luar biasa. Saya semakin jatuh cinta kepada New York,” katanya.

Sabalenka Kehilangan Gelar dan Peringkat Satu

Kekalahan menghentikan dominasi Sabalenka di Flushing Meadows setelah menjadi juara pada 2024 dan 2025.

Ia gagal menjadi petenis tunggal putri pertama sejak Serena Williams pada 2012-2014 yang memenangi US Open tiga tahun berturut-turut.

Sabalenka melempar raket setelah berjabat tangan dan berpelukan dengan Rybakina di net.

BACA JUGA:  Aryna Sabalenka ke Final US Open 2026, Bidik Three-Peat

Dalam konferensi pers, ia menjelaskan reaksi itu sebagai cara melepaskan kekecewaan setelah gagal menyelesaikan misi three-peat.

“Sangat sulit mengendalikan emosi ketika kalah di final Grand Slam dan sedang mencoba meraih three-peat. Saya hanya ingin melepaskannya karena jika saya menahannya, saya tidak akan mampu mengatakan sepatah kata pun,” kata Sabalenka, dalam terjemahan bahasa Indonesia.

Petenis Belarus tersebut tetap memberi selamat kepada Rybakina saat seremoni.

Ia juga menyampaikan keinginannya kembali ke New York pada musim berikutnya.

“Saya kecewa, tetapi ingin mengucapkan selamat kepada Elena atas tahun dan hasil yang luar biasa. Saya berharap bisa tampil sedikit lebih baik, tetapi saya kira masih ada tahun depan,” ujarnya.

Rybakina memperoleh hadiah US2,8 juta.

Gelar itu juga membuat Rybakina menguasai Australian Open dan US Open pada tahun yang sama, serta hanya membutuhkan trofi French Open untuk melengkapi career Grand Slam.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru