SulawesiPos.com – Rekaman kapal tanker yang terlihat sandar di perairan Makassar beredar ketika antrean BBM masih terjadi di sejumlah SPBU, Minggu (13/9/2026).
Pertamina Patra Niaga menyatakan sedang meningkatkan pasokan ke terminal BBM untuk memperkuat suplai di Makassar, tetapi identitas kapal, lokasi dermaga, jenis, dan volume muatan dalam rekaman tersebut belum diumumkan secara resmi.
Rekaman yang diunggah akun Teropong Makassar memperlihatkan kapal berwarna gelap berada dekat pesisir dengan sejumlah tali tambat terpasang.
Takarir unggahan menyebut kapal tanker itu berperan dalam menjaga kelancaran rantai pasok BBM dan mendukung kebutuhan energi masyarakat.
Namun, gambar tidak menampilkan nama maupun nomor identifikasi kapal.
Tidak terlihat pula aktivitas bongkar muat yang dapat memastikan apakah kapal tersebut membawa Pertalite, Solar, Pertamax, minyak mentah, LPG, atau produk lain.
Karena itu, video tersebut hanya mengonfirmasi keberadaan kapal yang secara visual menyerupai tanker.
Hubungannya dengan penambahan pasokan BBM untuk mengatasi antrean di Makassar belum dapat dipastikan tanpa data pelayaran atau keterangan operator terminal.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan perusahaan menambah pasokan ke terminal sebagai respons terhadap kenaikan permintaan, terutama BBM bersubsidi.
“Pertamina terus meningkatkan pasokan BBM ke Terminal BBM untuk memperkuat suplai BBM ke Makassar agar ketersediaan dapat terjaga pada level yang aman,” kata Kitty dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/9/2026).
“Untuk merespons peningkatan permintaan tersebut, kami meningkatkan penyaluran, mengoptimalkan operasional SPBU, serta memperkuat distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Kami terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan penyesuaian pasokan secara cepat sesuai kebutuhan,” lanjutnya.
Kapal Tanker Bagian dari Rantai Distribusi Nasional
Pengangkutan energi melalui laut merupakan bagian dari jaringan logistik Pertamina yang menghubungkan kilang, terminal minyak mentah, terminal BBM, dan titik distribusi di berbagai daerah.
Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto mengatakan perusahaan mengoperasikan 350 kapal tanker secara nasional.
Armada tersebut terdiri atas pengangkut minyak mentah, produk BBM, dan LPG.
“Tak kurang dan tak lebih sebanyak 350 armada tanker baik minyak mentah, produk maupun LPG carrier kami operasikan,” kata Arif, Jumat (11/9/2026).
Sebanyak 72 kapal merupakan armada milik Pertamina, sedangkan 278 lainnya disewa.
Seluruh armada mengelola sekitar 11.508 pelayaran dan mengangkut kurang lebih 152,87 juta kiloliter kargo per tahun untuk memasok sekitar 150 titik jaringan.
Arif mengatakan setiap pelayaran memerlukan koordinasi mengenai kesiapan muatan, terminal, jadwal, keselamatan, dan kondisi kapal.
Menurut dia, armada laut tidak sekadar memindahkan energi, tetapi juga menjaga ketersediaan dan mutu produk.
“Tantangan yang kami hadapi adalah kami harus menyediakan armada kapal yang andal, yang aman, yang efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Data 350 tanker tersebut berlaku untuk operasi nasional dan tidak menunjukkan jumlah kapal yang khusus melayani Makassar atau membuktikan identitas kapal dalam video.
Pertamina Tambah Layanan di SPBU Makassar
Selain memperkuat pasokan ke terminal, Pertamina mengoperasikan mobil tangki selama 24 jam untuk mempercepat pengiriman ke SPBU.
Sebanyak 25 SPBU di Makassar juga dibuka selama 24 jam.
Perusahaan mengubah konfigurasi kapasitas pelayanan dan menambah nozzle BBM bersubsidi pada 12 SPBU.
Langkah itu ditujukan untuk mempercepat pengisian dan mengurangi waktu tunggu masyarakat.
“Kami terus melakukan evaluasi dan tindak lanjut berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penyesuaian konfigurasi kapasitas dan penambahan nozzle BBM Subsidi di 12 SPBU Makassar merupakan salah satu langkah yang kami lakukan untuk mengoptimalkan kapasitas pelayanan dan mendukung kelancaran masyarakat dalam mendapatkan BBM,” kata Kitty.
Pertamina mencatat kebutuhan Solar subsidi meningkat sekitar 10–15 persen pada periode Juni hingga Agustus 2026.
Perusahaan mengaitkan antrean dengan kenaikan permintaan, perubahan pola konsumsi, dan pembelian masyarakat yang terjadi secara bersamaan.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meminta pemerintah pusat menambah kuota BBM setelah permintaan meningkat dan antrean masih ditemukan di sejumlah SPBU.
“Kita akan meminta ke kementerian menambah kuota ke Sulsel karena banyak permintaan. Dulunya 700, sekarang 1.000-an lebih. Memang ada peningkatan,” kata Andi Sudirman setelah memantau SPBU di Jalan AP Pettarani, Sabtu.
Pemprov Sulsel dan Pertamina juga mendorong pengaktifan seluruh nozzle serta pengaturan kendaraan untuk mempercepat pelayanan.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.Makassar, Pertamina, BBM Subsidi, Antrean BBM, Kapal tanker

